Juni 2020, my journal

Cerita Skuterku

WhatsApp Image 2020-07-15 at 9.25.13 PM
Me & my Benelli scooter (captured by Vivera Siregar)

Kamu punya barang kesayangan? Pasti punya lah… Kendaraan, boneka, atau apa aja yang bikin kamu sayang dan nyaman sama dia. Aku juga punya nih… kenalin “Si Beureum”. 3 tahun lalu aku meminangnya. ada banyak hal yang aku temukan selama mengendarainya.

Mulai dari bergabungnya di komunitas Benelli Owner Indonesia (chapter Bandung).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pepe-Grafity Arnold 1 (edited)
Me & my scooter *captured by : Vivera Siregar

 

Promoted Post

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

my journal

Scolio Diary (1)

x-ray-spine-kaka.jpg
Hasil X-Ray pertama

 

Juni 2019

Suatu hari, kudapati punggung anak gadisku sedikit menonjol di sebelah kanan dekat tulang belikat. Kecurigaanku ternyata terbukti oleh diagnosa dokter umum puskesmas. Dokter merujuk ke dokter spesialis Orthopedi RSUD yang ditunjuk ASKES/BPJS. Setelah menemui dokter Orthopedi, anakku dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin Bandung karena alat rontgen (X-Ray) khusus tulang belakang tersedia di sana (di RS Santosa Bandung juga tersedia).

Prosedur pendaftaran peserta ASKES/BPJS aku ikuti dengan penuh kesabaran. Setelah antrean panjang loket pendaftaran, kami mengantre lagi di poli Orthopedi Spine (spesialis tulang belakang). Seorang dokter muda melakukan pemeriksaan secara fisik dan kami dijelaskan bahwa yang terjadi adalah kelainan tulang belakang (Skoliosis). Singkat cerita di pertemuan berikutnya setelah melihat hasil X-ray, derajat kelengkungan tulang anakku 34, lengkung berbentuk C ke kanan.

Waktu itu, dokter menyarankan operasi. Aku tidak serta merta menyetujui karena aku sudah mencari berbagai informasi tentang Skoliosis. Pertimbangan anak gadisku masih masa pertumbuhan, maka operasi bukan jalan yang terbaik. JIka masih bisa dikoreksi dengan terapi maka akan dibuatkan Brace (alat penyangga mirip korset terbuat dari bahan plastik khusus). Teringat dokter Orthopedi yang pertama kami temui di RSUD memberi pengarahan agar melakukan terapi dengan pemakaian Brace ditambah rajin olahraga seperti berenang dan senam ringan untuk Skoliosis. Gerakannya mirip gerakan Yoga. Dokter memberikan lembaran petunjuk gerakan apa saja yang harus dilakukan setiap hari.

Dokter spesialis tulang belakang memberi rekomendasi pembuatan Brace. Perlu waktu kurang lebih sebulan untuk pembuatannya. Ukurannya dibuat sesuai bentuk tubuh pasien dengan cara dicetak. Bengkel pembuatannya ada di RSHS dekat ruangan dokter Rehabilitasi Medik tempat kami konsultasi mengenai latihan untuk penderita Skoliosis.

Sebelum pembuatan Brace, kami diberikan informasi bahwa scoliosis adalah kelainan BUKAN PENYAKIT. Adolcent Idiopathic Scoliosis (tidak diketahui penyebabnya) sering terjadi pada remaja usia 10-17 tahun, khususnya masa pertumbuhan. Hal itu bisa terjadi karena faktor keturunan (sejak lahir), kekurangan gizi dan vitamin yang mendukung kesehatan tulang belakang, atau tanpa sebab (terbiasa dengan posisi duduk yang salah). Aku mencoba menganalisa mungkin anakku kurang olahraga karena secara gizi, anakku penyuka susu dan makanan yang kaya protein plus kalsium. Bisa jadi karena pertumbuhan tinggi badan memang pesat. Terlebih secara genetik dari keluarga papanya memang dominan jangkung. Kasus anakku termasuk kategori ringan, karena tak ada gejala sesak napas atau nyeri. Derajat kelengkungannya termasuk Skoliosis sedang (kurva 31-40 derajat). Jika kurva lebih dari 41 derajat termasuk kategori Skoliosis berat. Kurva kurang dari 30 derajat termasuk Skoliosis ringan.

Sebulan kemudian kami mengambil hasil jadi Brace (alat terapi) tipe boston. Tipe ini termasuk tipe termurah, seharga 5 juta rupiah.

Biaya pembuatan Barce ditanggung pribadi karena TIDAK DICOVER ASKES/BPJS.

Jika ingin membuat Brace yang materialnya lebih fleksibel, bisa konsultasi ke klinik khusus tulang belakang dengan biaya yang lebih dari itu. Setiap pasien membutuhkan jenis Brace yang berbeda-beda sesuai dengan kasusnya.

Brace tipe Boston (alat terapi Skoliosis)

Minggu pertama pemakaian, anakku masih kagok karena belum terbiasa. Brace ini harus dipakai 23 jam dalam sehari kecuali mandi. Bahkan saat tidur pun harus dipakai. Setelah dua minggu mulai terbiasa namun ada beberapa gerakan yang tidak bias dilakukan seperti saat tidak memakai Brace, misalkan jongkok saat akan buang air kecil. Effort-nya mau tidak mau harus buka pasang. Saat tidur pun memang kurang nyaman, merasa gerah terkadang menjadi keluhan utamanya. Saat hari-hari sekolah pun dia enggan memakainya karena nggak pede. Untuk itu penting bagi orangtua yang anaknya menderita Skoliosis berkomunikasi pada walikelas dan guru olahraga di sekolahnya. Antisipasi jika terjadi sesuatu atau hal-hal yang tidak kita inginkan menjadi lebih parah.

Setelah sebulan pemakaian, anakku mulai terbiasa dan selalu aku ingatkan bahwa disiplin memakai Brace dan latihan senam ringan di rumah itu PENTING. Hal apapun jika dilakukan dengan disiplin maka akan terllihat hasilnya. Semangat anak memang naik turun. Ada masa dia malas latihan, dan ada masa di mana ibunya cerewet demi kebaikan dan perubahan.

Awalnya aku memang sedih, kenapa anakku bisa seperti ini. Tak ada indikasi gejala sakit apapun, tahu-tahu tulang punggungnya melengkung. Tapi aku bersyukur mengetahui ini lebih awal. Banyak kasus para orangtua tidak aware, kondisi anak sudah parah hingga seolah sulit memperbaiki derajat kelengkungannya. Aku tidak pernah tega melihat seorang pasien harus melakukan operasi tulang belakang dan pen titanium tertanam di sana lalu melihat dampak setelah operasi. Mungkin setiap kasus pasca operasi setiap pasien berbeda-beda. Ada yang berhasil, ada yang bertambah parah.

Desember 2019 – Januari 2020

Anakku & kak Nabila (RR Sport Bandung)

Aku merasa latihan di rumah belum cukup untuk memperbaiki kelengkungan tulang anakku, aku segera mendaftarkan anakku les berenang di RR Sport Bandung. Menurut saran dokter Rehab medic, pilihan gaya bebas baik untuk scoliosis. Alhamdulillah, anakku mendapat guru private yang oke, kak Nabila, mahasiswa semester 6 yang nyambi menjadi pelatih renang.

perbandingan hasil rontgen pertama dan kedua (setelah 6 bulan)

Pemakaian Brace selama 4 bulan dengan senam ringan plus berenang seminggu dua kali hingga bulan ke-6, alhamdulillah membuahkan hasil yang baik. Setelah melihat hasil X-ray yang kedua, dari 34 derajat menjadi 30 derajat.

Semangatku pun naik turun dalam memotivasi anak. Kunci utama adalah doa dan sugesti positif dalam diriku juga pada anak. Latihan fisik adalah bentuk ikhtiar untuk mendukung doa kita.

Bersambung….

30 hari bercerita

“Percakapan Bersama Bapak”

img_7403.jpg
Honda BRV Prestige

Teringat percakapan bersama seorang lelaki yang kupanggil bapak tentang sesuatu.

Waktu itu, aku masih SMA. Saat berkunjung ke rumah uwa -kakak bapak kandungku- kukatakan padanya,”Pak, neng ingin belajar nyetir mobil.”

“Iya boleh, nanti kalau kamu sudah punya mobilnya.”

Ia kembali sibuk dengan mesin mobil yang ngadat di garasi.

Kupikir waktu itu bapak mau langsung mengajarkanku cara menyetir mobil. Selama berada dalam pengasuhannya, apapun kemauanku seolah tak pernah terlewat dari perhatiannya.

Padahal aku sangat berharap saat itu bisa berada di kursi pengemudi mobil tua bapak. Ternyata aku harus bersabar.

Entahlah, aku suka dengan tantangan. Rasanya bahagia jika sudah menaklukan sebuah tantangan. Seperti saat mengikuti kursus mengemudi. Walau rasanya panas dingin di hari pertama, namun keberanianku lebih menguasai jiwa.

Kini, aku tercenung di belakang kemudi sebuah mobil yang telah lama kuidamkan. Tiba-tiba terngiang percakapan bersama bapak.
Bulir-bulir di pelupuk mataku pun berjatuhan.

“Pak, neng udah punya mobil. Tapi…bapak sudah pulang,” gumamku.
Kubaca surat Al Fatihah untuknya dalam hati.

Sekelebat wajah bapak hadir dalam benak dengan kerutan di wajahnya seolah mewakili garis-garis pengalaman hidup dan kumis tebal menghiasi bibir hitamnya yang sedang menyungging sebuah senyuman.

“Pak, aku janji, saat SIM sudah di tangan, aku akan  mengemudikan Tuan Abu-abu mengunjungi nisanmu di sana.”

Kuingat juga senyum mendiang mama di mimpiku semalam.  Semasa hidup beliau sempat berkelakar,”Neng, kayaknya kamu yang duluan bisa nyetir mobil daripada suamimu.”
Kembali hatiku bising dengan harapan yang tak mungkin lagi terwujud.
“Mom, wish you were here besides me…”
———-
@30haribercerita
#30haribercerita2019 #30hbc1901

* Tulisan ini didedikasikan untuk alm. Mama Ieke W.Arifien, Bapak Asep Natapradja, & bapak Deden Sukanda Natapradja. 😇*

365 days' Project

Ada Apa dengan November (part 2)

LOGO BARU TOKO
LOGO TOKO ONLINE “Keranjang Betakun” (designed by Aboe Tempoer)

 

Hello again! So glad to write and post something again here. Apa kabar teman-teman Blogger? Masih terus menyimak lini masa di medsos, ya? Salut buat teman-teman yang konsisten menjalani profesi keren dan menjanjikan.

Setiap orang pasti memiliki passion dan momen yang berharga dalam hidup. Saya ingin sharing sedikit seputar kejadian di bulan November lalu hingga masuk Desember ini. Mulai dari linimasa di media sosial Facebook. Ada beberapa rentetan memori yang bikin baper “berulang” di tahun ini. Entah itu sengaja atau tidak, yang jelas takdir Yang Maha Kuasa berbicara.

Ada momen di mana saya pernah menulis buku 6 tahun lalu dan saat momen itu muncul di FB, saya merasa kehilangan semangat yang saya pernah miliki dulu. Namun semangat pada hal lain mulai tumbuh. Itu pun awalnya hanya iseng-iseng. Iseng yang diseriusin lebih tepatnya.

Berawal dari kejenuhan beraktivitas, hobi menggambar yang dulu sempat saya lakukan di zaman sekolah menjadi hiburan yang menyegarkan otak.

Tiba-tiba muncul ide untuk mengaplikasikannya pada sehelai hijab atau t-shirt. Singkat cerita, gara-gara saya meminta tolong pada sepupu saya untuk mengedit foto jadul, akhirnya malah berjodoh untuk bekerjasama memulai ide kreatif yang bertebaran di otak.

Dalam perjalanannya sangat tidak mudah. Banyak pengalaman spiritual yang sangat ajaib yang saya alami. Terutama soal jalan rejeki. Jalan yang begitu saja mengalir hingga produk sandal kulit merek BETA juga hadir meramaikan dagangan.

Sampai pada satu titik di mana saya bertanya, kenapa saya menggambar, dan kenapa saya membuka toko online. Saya ingin lebih “berguna” di sisa hidup saya. Saya tidak hanya ingin hidup “normal” tapi sisa energi yang saya punya terbuang percuma begitu saja. Allah yang memberi jalan disertai ikhtiar dan doa pagi juga sepertiga malam, hingga saya langkah saya sampai di bulan Desember ini. Harapan baru di tahun baru pun mulai memenuhi benak.

Pertanyaan saya untuk teman-teman yang membaca ini, “momen apa yang membuat dirimu benar-benar “hijrah” dalam makna perubahan jalan hidup hingga seperti sekarang?”

ini bukan soal dari ‘tidak memakai hijab, lalu sekarang pakai’ tetapi “hijrah” dalam makna yang luas.

JAWAB DI KOLOM KOMENTAR.

JANGAN LUPA seperti biasa, LIKE PAGE  FB : Keranjang BetakunFOLLOW dulu aku dagangan saya di Instagram @keranjang_betakun lalu REPOST salah satu produk yang ada di sana , Twitter: @BetakunBins , akun pribadi IG: @betakuninvite WhatsApp :083820203195 BETA atau Line : @BetakunBins1 (08888300268) / @BetakunBins2 (083820203195)

SHARE tulisan ini dengan HASHTAG ‘#keranjangbetakun #jualhijabfullprint #HijabVoal #SandalBETA 

PERIODE GIVEAWAY —- 26 Desember 2017 s/d 26 Januari 2018

Berikut ini HADIAH yang bakal dibagikan di tahun baru pada 3 orang PEMENANG :

  1. CELANA COWOK UKURAN ‘L’ merek VANS, warna abu-abu.
  2. HIJAB VOAL ukuran 110×110 cm, motif sesuai stok yang tersedia. Foto : Contoh Bunga Pukul Empat.
  3. HIJAB MAXMARA ukuran 100×100 cm, boleh pilih motif yang diiklankan di Instagram (printed by order.)

Brand Motif Widias
Brand motif Hijab “WIDIAS”

 

logo-sandal.jpg
LOGO produk sandal/sepatu sandal kulit buatan lokal

my journal

“Ada Apa dengan November?”

Assalammu’alaikum temans, khususnya rekan-rekan Blogger. Kenalkan saya Beta Widias. Entah berapa abad saya nggak menulis di blog. Semangat menulis sedang tidak bersama saya selama kurang lebih setahun. Terutama sejak mengalami gangguan kesehatan hingga saya lebih fokus pada pola makan sehat dan rutinitas rumahtangga yang monoton.

 

Kemudian terbit rasa jenuh hingga ke level maksimal. Saya menghibur diri dengan berYoga agar bertemu teman-teman baru. Berselang 4-5 bulan, kejenuhan kembali hadir. Sampai pada satu saat saya iseng menggambar beberapa objek menggunakan peralatan gambar putri saya. Saya merasa terhibur, rileks, dan bahagia seperti perasaan jatuh cinta lagi. Kegiatan menggambar menjadi rutin dilakukan di waktu luang saya yang sangat luas. Saya merasa ini passion dan takdir saya selain dunia menulis.

Entah ide ini datang dari mana, tiba-tiba terbersit ingin membuka toko online. Tercetuslah ide, “produk yang saya jual perdana harus hijab,” saat menggambar objek bunga sepatu dan bunga pukul empat. Jika mengingat jauh ke belakang,  saya sempat mengubur passion menggambar ketika dinyatakan tidak lulus tes fakultas Seni Rupa di akhir SMA dulu. Kini, Yang Maha Kuasa seolah memberi jalan pada saya untuk kembali memegang pensil warna (ada yang bilang gambar saya mirip gambar anak TK), dan segala hal yang berbau ‘art work’.

LOGO BARU TOKO
LOGO TOKO ONLINE “Keranjang Betakun” (designed by Aboe Tempoer)

Saya yakin ini adalah jawaban dari Dhuha saya selama ini, dan berusaha untuk tidak melewatkan waktu ‘doa pagi’. Ide ini tercetus begitu saja dan terutama suami memberi lampu hijau (selama ini tidak pernah mengijinkan saya untuk berdagang, entah kenapa). Mulailah saya mengaktifkan lagi semua akun media social yang saya pernah pakai. Persiapan membuka toko online ternyata tidak semudah yang saya kira. Padahal saya hanya tinggal mengaktifkan semua akun itu karena hal tersebut adalah langkah awal untuk berbisnis online.

Saya merasa memiliki networking yang cukup luas, maka sayang sekali jika tidak dimanfaatkan sebaik mungkin. Pemacu awalnya adalah obrolan seputar lapangan kerja bersama seorang pengusaha di sebuah komunitas dan keinginan saya pribadi memiliki toko roti (produk roti yang sehat). Mungkin itu hanya cita-cita karena perlu pemikiran dan persiapan matang sedangkan kondisi saya pribadi belum memungkinkan untuk itu. Tetapi jika Allah menggariskannya untuk saya melalui langkah awal di toko online ini, kenapa tidak dimulai saja.

Sebelum menjejakkan langkah pertama, hal yang paling membuat saya merenung adalah untuk apa sisa usia saya yang sebentar lagi menuju kepala 4. Saya ingin mengisinya dengan hal-hal yang berguna dan saya merasa bahagia melakukannya. Saya bertekad bulat, bismillah…membuka toko online di Instagram bernama “@keranjang_betakun”, akun Twitter : @BetakunBins, dan page brand di Facebook : “Keranjang_betakun”.

 

Ide-ide kreatif di kepala saya sedang bergolak dan saya merasa toko ini adalah wadah yang tepat untuk berkarya. Rencana ke depan yang saya sedang rintis adalah membuat produk hijab motif special buatan saya sendiri. InsyaAllah, brand motif desainnya nanti akan memakai nama belakang saya WIDIAS. Tidak menutup kemungkinan produk-produk hijab brand lain (khususnya jenis khimar), produk fashion, makanan, dan kebutuhan rumahtangga lainnya akan hadir juga meramaikan toko. Sementara ini, saya fokus pada dua jenis produk terlebih dulu (hijab motif print berbahan Maxmara & Voal dan kaos balita  serta aneka jumper bayi custom produk Athaku.com).

 

Saya meminta partisipasi teman-teman untuk mewujudkan impian saya perlahan-lahan atas nama persaudaraan dan karya seni serta anugerah yang tiada henti dari Allah SWT yang diberikan pada saya dan keluarga. Dreams Do Come True.

 

Saya sedang menyelenggarakan KUIS (mulai 7 November 2017 lalu). Tentu akan berhadiah (produk dari produsen dan calon rekan bisnis online).

 

CARA IKUTAN KUISnya sebagai berikut :

  1. Follow akun IG pribadi saya @betakun
  2. Follow akun toko OL saya IG : @keranjang_betakun
  3. Follow akun Twitter toko : @BetakunBins
  4. LIKE page brand di Facebook : Keranjang_betakun
  5. Repost / Regrann salah satu produk di toko OL saya. Sertakan komentar apa saja tentang foto produknya plus #keranjangbetakun #hijabmotifprint #bajubayicustom
  6. Repost / Regrann postingan KUISnya di IG dan jawab pertanyaannya (bisa dilihat di timeline toko @keranjang_betakun dan akun pribadi @betakun.
  7. Periode KUIS selama 2 minggu (7-21 November 2017)
  8. Pengumuman pemenang tanggal. 24 November 2017 (jika terjadi perubahan tanggal akan diinformasikan di akun toko online @keranjang_betakun.)
  9. SHARE terbanyak akan mendapatkan kesempatan lebih sebagai pemenang.

Selamat mengikuti KUIS!

Nantikan tanggal peluncuran hijab dengan desain motif special dari Beta Widias. Siapa tahu ada GIVE AWAY di blog ini. Terimakasih banyak atas partisipasinya, temans. 😉

 

*Catatan curhat bisnis mungkin akan segera hadir kemudian.

Februari, my journal

Diary Yoga #3

Semakin hari, tubuh semakin terbiasa dengan ritme yang saya terapkan. Intensitas olahraga tiga atau empat kali seminggu menjadi sebuah kebiasaan. Kedisiplinan tentu beranjak dari masalah yang pernah saya alami. Lalu imbasnya, selalu berusaha menyeimbangkan makanan yang masuk dengan aktivitas yang dilakukan. Pekerjaan rumah tangga memang cukup melelahkan, namun olah tubuh harus juga dilakukan di luar rumah. Selain refreshing, hanya berjalan kaki saja seputar kompleks perumahan atau jalan setapak yang biasa kita lewati, itu sudah membuat badan lebih bugar. Durasi waktu juga harus diperhatikan. Misalnya, hari ini hanya 30 menit saja, dua hari kemudian perlahan ditingkatkan menjadi 45 menit atau 1 jam.

foto : dokumen pribadi
foto : dokumen pribadi

Jika berjalan kaki sudah rutin dilakukan, coba tantang diri sendiri untuk berlatih lebih. Saya secara bertahap sudah melakukannya dengan bantuan aplikasi khusus untuk mencatat dan merekam kemajuan latihan fisik. Aplikasi Endomondo di AppStore bisa menjadi pilihan karena pilhan olahraga apapun bisa digunakan.

Sebelum memulai latihan, sesuaikanlah dengan kondisi tubuh. Jika sedang fit, bisa mencoba berlari. Tak masalah berapa kilometer kita berlari karena yang terpenting adalah durasi latihan. Tetapkan target secara bertahap agar tubuh tidak stress.

Saya pun di awal tantangan hanya mampu 30 menit saja berlari, sisanya hanya berjalan kaki. Awali setiap latihan dengan pemanasan sederhana. Sebaiknya, lakukan latihan di lokasi yang lebih banyak tersedia oksigen agar kesehatan paru-paru semakin baik. Pilih sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki dan berlari agar kaki tidak mengalami cedera. Pastikan cuaca di luar rumah baik dan layak untuk melakukan latihan.

Contoh catatan waktu dan jarak tempuh saat berjalan kaki
Contoh catatan waktu dan jarak tempuh saat berjalan kaki

Saya mencoba memvariasikan latihan fisik dengan melakukan Yoga, jalan kaki, dan lari. Ketiga pilihan latihan tadi sangat mendukung ketahanan dan kebugaran tubuh. Pola makan yang sehat jika didukung oleh olahraga rutin maka akan mempengaruhi berat badan. Otomatis berat badan akan turun dengan sendirinya karena lemak-lemak yang tidak perlu akan terbakar dan massa otot naik.

Saya menerapkan hal-hal yang harus saya HINDARI dari menu makanan sehari-hari, selain mengatur asupan karbohidrat, antara lain :

  • Minyak goreng (sebisa mungkin sedikit sekali memakainya, lebih baik jika minyak sawit diganti dengan minyak jagung (canola oil) atau minyak zaitun).
  • Masakan bersantan
  • Makanan atau bumbu yang menggunakan proses fermentasi.
  • Sea food
  • Minuman bersoda, dan minuman instan lainnya kecuali yogurt.
  • Daging (sapi dan ayam) dan produk olahannya.
  • Kacang-kacangan (karena ada riwayat terkena asam urat).
  • Sayuran berdaun hijau pekat (karena ada riwayat terkena asam urat).
  • Camilan yang mengandung garam tinggi dan ber-MSG.

Saya berusaha keras menanamkan mindset “Pilih camilan yang SEHAT. Ambil buah-buahan jika terpikir ingin NGEMIL. Kenyangkan dengan SALAD jika perut masih terasa LAPAR.”

Dengan demikian, kebutuhan serat tubuh bisa terpenuhi dan pencernaan lancar. Sejak menjalani hidup sebagai Vegetarian, kulit wajah menjadi lebih halus dan segar (*komentar suami seperti itu saat melihat perubahan saya) dan cukup menghemat anggaran karena tidak sering jajan di kaki lima atau ke resto siap saji.

Saya sangat berbahagia atas usaha dan kedisplinan saya saat mengetahui lingkar pinggang saya berkurang 5cm (90cm – 85cm) dan berat badan turun lagi (58kg – 55kg). Total hasil diet dan olahraga selama 4 bulan (akhir November 2016 – Februari 2017), berat badan saya susut 12kg. Angka 55kg saya pikir cukup ideal untuk tinggi 163cm. Saya tidak mau terlalu kurus yang terpenting adalah tubuh yang sehat.

Foto : dokumen pribadi
Foto : dokumen pribadi

Selanjutnya adalah bagaimana tetap konsisten menjaga kedisiplinan diri. Salah satunya konsisten melakukan Yoga.

sumber gambar : dari laman Facebook grup LUNA Yoga.
sumber gambar : dari laman Facebook grup LUNA Yoga.

Kata pepatah memang benar, ‘No Pain No Gain’. 

my journal, Review Produk

Skuter Kece Bercitarasa Italia ‘Benelli Pepe 125 ‘

Patah hati saya sudah terobati dengan kehadiran skuter merah ini. Pilihan saya jatuh pada skuter asal Italia ini. Sebelumnya, saya telah mencari berbagai informasi tentang jenis-jenis skuter yang beredar di pasaran melalui internet. Sampai saya membuka situs www.benelli.co.id Ada beberapa variasi skuter di sana lalu saya tertarik dengan Pepe 125 karena membaca informasi seputar dunia otomotif, khususnya skuter. Generasi sebelumnya telah hadir Pepe 50cc dan saya sempat melihat tayangan review-nya di situs YouTube. Ini semakin menarik perhatian saya karena bodi skuternya yang terlihat pas. Tidak terlalu besar ataupun pendek.

Saya juga bertanya terlebih dulu pada bagian sales marketing Benelli cabang Bandung melalui pesan WhatsApp. Kemudian melihat langsung skuternya di dealer jalan Moh.Toha No.50  Bandung. Kesan pertama terlihat mirip skuter Cina tetapi saat melihat detilnya dan mencoba duduk di atasnya, rangka dan body-nya terasa kokoh.

Setelah semua informasi yang saya peroleh lengkap, akhirnya mantap untuk meminang Benelli Pepe 125 warna merah. Proses pengajuan kreditnya tidak terlalu lama sampai barang diterima di rumah per tanggal 16 Februari 2017 lalu.

Perkenalkan, teman baru saya, Benelli Pepe 125.

 

Foto : dokumen pribadi
Foto : dokumen pribadi

Spesifikasi Benelli Pepe 125

Dimensi

  • Panjang  : 1900mm
  • Lebar      :  660mm
  • Tinggi     : 1100mm
  • Jarak Sumbu Roda : 1340mm
  • Berat Bersih : 123kg

Mesin

  • Tipe        : 1 silinder, 4 langkah, Pendingin Udara
  • Kapasitas mesin : 123.6ml
  • Daya maksimum : 6.2KW/7500r/min
  • Torsi maksimum : 9.2N.m/6000r/min
  • Sistem pengapian : CDI
  • Perbandingan kompresi : 9:1

Ban

  • Ban Depan : 80/90-15
  • Ban Belakang    : 90/90-14

Rem

  • Rem Depan : Disc
  • Rem Belakang : Drum

Bensin

  • Kapasitas tangki : 6 Liter
  • Tipe Bensin : Bensin reguler tanpa timbal
  • *setelah uji coba 300 km pertama dengan pengisian Pertamax turbo, bahan bakarnya terhitung irit.

 

Berikut tampilan dari berbagai sisi dan beberapa bagian motor :

 

This slideshow requires JavaScript.

Gimana, kece kan? Menurut saya untuk cewek atau cowok cocok banget karena skuter ini dari segi penampilan, jika memilih warna merah, terkesan ceria dan modis. Pilihan warna lain tersedia putih dan hitam.

Satu hal yang paling PENTING dan sangat MEMBAHAGIKAN saya adalah tersedianya konektor charger handphone di dalam bagasi depan. Ini sangat menguntungkan para scooterist saat dalam perjalanan jauh. Jika kehabisan daya batre, bisa langsung di-charge sambil si skuter melaju. Saya sudah mencobanya, fitur ini berfungsi dengan baik.

Konektor charger handphone
Konektor charger handphone

Fitur ini dimiliki pula oleh skuter matic yang pernah saya taksir, Vespa Piaggio (i-get) seri terbaru. Jadi, hal ini tentu menjadi pertimbangan para calon pembeli skuter matic. Benelli Pepe 125 seharga 19 juta rupiah, saya pikir sangat pantas dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Overall, saya menyukai skuter ini.

Kekurangan skuter ini :

  • Tidak ada standar samping (Side Stand).
  • Bagasi di bawah jok kurang luas.

Kelebihannya :

  • Suara mesin halus dibandingkan dengan skuter matic sejenis.
  • Akselerasi halus.
  • Handling ringan.
  • Tuas rem empuk.
  • Tarikan gas ringan dan mantap.
  • Fitur konektor charger handphone.
  • Lampu depan cukup terang di perjalanan malam hari.
  • Jok sangat nyaman.
  • Performa ban sangat baik di jalan aspal ataupun bergelombang.
  • Tersedia rak/dudukan di bagian belakang jok. (Bisa sebagai tempat penyimpanan helm cadangan atau tas kulit khusus skuter).

Bagi mereka pencinta skuter, dan memiliki budget yang pas-pasan, lebih bijak kita memilih skuter 125cc kece ini. Jangan lupa untuk bergabung di komunitas Benelli Owner Indonesia (grup Facebook) agar mendapatkan banyak manfaat terutama berkaitan dengan sparepart dan segala informasi tentang motor Benelli.

Jika tertarik dengan skuter ini, bisa menghubungi dealernya di sini.

Dealer Bandung : (022) 5220035 / Pak Robi (081320925509)

Sekarang, saya akan setia bersama ‘Red Pepe 125’ ke manapun. Let’s Scoot! Salam satu aspal! 🙂

 

365 days' Project, Februari

“Diary Yoga #2”

Kita telah mengetahui bahwa Yoga adalah sebuah olahraga yang menyelaraskan tubuh dengan jiwa, dan menitikberatkan pada keseimbangan juga rasa syukur pada sang Pencipta. Olahraga yang berasal dari negeri Hindustan ini sudah cukup banyak dilakukan oleh masyarakat pencinta olahraga karena manfaatnya sangat banyak. Beberapa pose keren yang banyak tampil di dunia maya juga cukup membuat saya pribadi tergiur. Saya percaya itu semua bisa dilakukan dengan latihan intensif.

Saya sendiri sejak tahun lalu ingin sekali mencoba olahraga ini. Beberapa informasi tentang Yoga saya cari di internet dan bertanya teman-teman yang pernah melakukannya. Awal tahun 2017, saya serius memulainya. Hal yang paling pertama saya pegang adalah karena ingin lebih sehat dan bugar. Jika pada akhirnya saya menjadi lebih langsing, itu bonus yang menyenangkan. Selain itu, saya juga mempersiapkan beberapa perlengkapan Yoga, tentu saja secara bertahap karena bagi kalangan menengah ke atas, olahraga ini memerlukan biaya ekstra.

Perlengkapan yang dibutuhkan antara lain :

  1. Baju olahraga khusus Yoga (atau baju yang cukup nyaman dan menyerap keringat).
  2. Matras (pilih yang permukaannya kesat, misal : merek KETTLER).
  3. Kaus kaki + Sarung tangan Yoga (tidak harus karena bergantung pada tingkat kelicinan matras saat ber-Yoga).
  4. Handuk kecil tebal.
  5. Botol minum.
  6. Perlengkapan lainnya, seperti : tali, balok, dll (biasanya disediakan di sanggar Yoga).
  7. Biaya bulanan (jika ikut kelas Yoga di sanggar atau kelas private).

Perlengkapan Yoga Lokasi : Sanggar Cantika 'Luna Yoga', Jalan Perluasan Ruko III Arcamanik, Bandung. (foto : dokumen pribadi)
Perlengkapan Yoga
Lokasi : Sanggar Cantika ‘Luna Yoga’, Jalan Perluasan Ruko III Arcamanik, Bandung.
Contact info : Ibu Ida 087825966866  (foto : dokumen pribadi)

 

Olahraga Yoga bagi pemula, harus dalam pengawasan guru Yoga. Hal ini penting untuk memperbaiki posisi tubuh dalam setiap gerakan Yoga dan jika terjadi cedera pada bagian tubuh tertentu, guru Yoga akan membantu mengatasi hal tersebut. Saya pribadi merasakan bagaimana penyesuaian sikap tubuh dari awal latihan hingga latihan berikutnya. Guru Yoga akan menjelaskan apa manfaat dari setiap gerakan yang dilakukan. Tanpa bimbingan seorang guru saya pikir mustahil kita mampu mendapatkan hasil yang maksimal.

Video  tutorial Yoga memang cukup banyak dan mudah kita dapatkan di internet, khususnya di situs YouTube. Tetapi alangkah baiknya jika kita belajar pada gurunya secara langsung. Selain itu, kita juga bisa menambah pertemanan baru di kelas Yoga. Ini sangat efektif untuk mengusir kejenuhan apalagi bagi para ibu rumahtangga. Satu hal lagi yang perlu diingat, kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda jadi Yoga memberikan pemahaman bahwa kita harus mengerti apa yang dibutuhkan tubuh kita sendiri. Semakin rutin berlatih Yoga maka kelenturan otot-otot tubuh akan semakin terasah. Saya yakin segala permasalahan persendian dan bagian tubuh lainnya perlahan akan hilang bergantung pada titik tubuh mana yang harus lebih mendapatkan perhatian.

Jangan pernah berpikir ‘saya harus kurus’ tetapi tanamkanlah kalimat ‘saya ingin tetap sehat’.

Tanpa kedisiplinan dan kesadaran diri, maka tubuh akan tetap memberi sinyal-sinyal sebagai alarm bahwa ada masalah dengan kesehatan. Tanpa pola makan yang sehat, mustahil tubuh akan menjadi bugar.

365 days' Project, Februari

“Musik dan Dita”

—cerita sebelumnya

Teks lagu Michael Learns to Rock "That's Why You Go Away". (foto : dokumen pribadi)
Teks lagu Michael Learns to Rock “That’s Why You Go Away”. (foto : dokumen pribadi)

 

Dita tidak bisa menelepon Dani karena telepon rumahnya dikunci. Dia tak cukup berani untuk mencongkel tombol angkanya seperti yang biasa dilakukan bang Raka. Setiap kali Raka menelepon pacarnya, selalu curi-curi kesempatan. Terkadang Dita tak sengaja mendengar obrolannya dari kamar yang berada dekat dengan meja telepon.

Dita teringat Dani, bagaimana nasibnya setelah hari itu kesiangan masuk sekolah.

“Mudah-mudahan Dani nelpon ke sini,” gumamnya. Lalu DIta beranjak dari kamarnya. DIa melihat abangnya masih saja berbincang mesra. Dita memberi kode untuk segera menutup teleponnya.

“Apaan sih, dek? Ganggu orang pacaran aja.” Ujarnya sambil senyum jahil.

“Tutup dong, teleponnya. Takutnya nanti ada teman nelpon kesini.”

“Teman apa temaaan?” Abangnya mengerling jahil.

“Bang, tutup!” Dita melotot.

“Iya,iya, iyaaa…Ampun deh, miss jutek.” Setelah mengakhiri pembicaraan, Raka segera menutup gagang telepon. Tak lama Raka naik ke kamarnya di lantai atas, telepon berdering.

Dita segera menyambar gagang telepon dan mengucap salam.

“Assalammualaikum.”

“Waalaikumsalam. Dita ya?” suara Dani menghangatkan hati Dita.

“Hei, Dan. Sori gue gak bisa nelpon. Dikunci sama mama teleponnya.”

“Iya, nggak apa-apa. Gimana tadi di sekolah? Dihukum?”

“Biasa lah, gak boleh ikut satu jam pelajaran. Berdiri di lapangan. Elu juga?”

“Lari keliling lapangan lima keliling. Lumayan segar!”

Mereka tergelak bersama.

“Eh, Dit, udah dulu ya. Nggak bisa lama. Nanti diomelin ibu.”

“Oke. See you.”

Bye.

Dita melangkah ke kamarnya setelah menutup telepon. Lalu mengambil gitarnya dan membuka binder berisi catatan lirik lagu favoritnya. Beberapa lagu dia tulis dari acara radio yang khusus mendiktekan lagu-lagu barat beserta grif-nya, ‘Words by Tune’.

 

Baby won’t you tell me why there is sadness in your eyes
I don’t wanna say goodbye to you
Love is one big illusion I should try to forget
But there is something left in my head…

 

——-bersambung

365 days' Project, Februari

“Angkot Pink”

"Angkot Pink" (jurusan Gede Bage - Sadang Serang) Bandung. [dokumen pribadi]
“Angkot Pink” (jurusan Gede Bage – Sadang Serang) Bandung. [dokumen pribadi]
Dita melirik arloji bertali karet jingga.  Pukul 06.05 namun angkot yang membawanya ke arah Dago, Bandung, belum juga muncul.

“Haduh, bakal kesiangan nih, gue.”  Gerutu Dita.

“Kok belum ada juga ya, angkotnya.” Ujar Dani sambil melirik kea rah belokan jalan.

“Gimana dong, Dan. Elu naik angkot ijo aja deh, duluan. Ntar kesiangan gara-gara bareng gue.”

“Udah nggak apa-apa, sebentar lagi juga datang.” Dani menenangkan Dita tapi mimic wajahnya sendiri seolah tak tenang.

Dani berbeda sekolah dengan Dita, namun terkadang mereka janjian bareng supaya bisa bertemu. Di akhir minggu, Dani sudah memiliki jadwal latihan sepak bola. Hari lainnya sibuk di OSIS dan ekskul Angklung.

Lima menit kemudian, angkot pink muncul. Dita dan Dani beruntung mendapatkan tempat duduk. Mereka duduk bersebelahan. Setelah tiga ratus meter angkot melaju, ada calon penumpang melambaikan  tangan di pinggir jalan. Angkot berhenti, lalu ibu dan seorang anak laki-laki 5 tahun naik. Tempat duduk yang terisisa hanya tinggal di dekat pintu. Ibu itu terlihat kerepotan dengan barang bawaannya.

Dani spontan membantu memindahkan barang itu mengajak anak kecil tadi duduk di pangkuannya.

“Oh, Dani ternyata kamu penyayang anak kecil,” gumam Dita sambil memperhatikan Dani memeluk anak itu dengan hangat.

Anak itu tak berkomentar apapun selain tatapan lugu pada ibunya lalu tersungging senyum yang memamerkan gigi ompongnya.

Tiba di terminal Cicaheum.

“Dit, gue turun di sini, ya? Ganti angkot yang itu. Nanti nelpon aja ya, kalua mau bareng lagi. Oke?”

“Oh, oke. Carefull.”

            Dani berlari melesat menuju kea rah angkot jurusan Cicaheum-Kebon Kelapa.

 

Posisi duduk Dita  mulai bergeser sedikit demi sedikit ke pojok dekat jendela angkot dan kedua matanya mulai redup. Dug! Sesekali kepalanya terantuk kaca saat angkot mengerem.

Tiba di sekolah, gerbang sudah ditutup.

Pak Satpam mempersilakan para murid berseragam putih abu yang telat untuk segera masuk ke ruang guru piket.

“Ah, sial! Beneran diskors, nih. Apa kabar Dani?”

_________________ (bersambung ke ‘Musik dan Dita’)