365 days' Project

Ada Apa dengan November (part 2)

LOGO BARU TOKO
LOGO TOKO ONLINE “Keranjang Betakun” (designed by Aboe Tempoer)

 

Hello again! So glad to write and post something again here. Apa kabar teman-teman Blogger? Masih terus menyimak lini masa di medsos, ya? Salut buat teman-teman yang konsisten menjalani profesi keren dan menjanjikan.

Setiap orang pasti memiliki passion dan momen yang berharga dalam hidup. Saya ingin sharing sedikit seputar kejadian di bulan November lalu hingga masuk Desember ini. Mulai dari linimasa di media sosial Facebook. Ada beberapa rentetan memori yang bikin baper “berulang” di tahun ini. Entah itu sengaja atau tidak, yang jelas takdir Yang Maha Kuasa berbicara.

Ada momen di mana saya pernah menulis buku 6 tahun lalu dan saat momen itu muncul di FB, saya merasa kehilangan semangat yang saya pernah miliki dulu. Namun semangat pada hal lain mulai tumbuh. Itu pun awalnya hanya iseng-iseng. Iseng yang diseriusin lebih tepatnya.

Berawal dari kejenuhan beraktivitas, hobi menggambar yang dulu sempat saya lakukan di zaman sekolah menjadi hiburan yang menyegarkan otak.

Tiba-tiba muncul ide untuk mengaplikasikannya pada sehelai hijab atau t-shirt. Singkat cerita, gara-gara saya meminta tolong pada sepupu saya untuk mengedit foto jadul, akhirnya malah berjodoh untuk bekerjasama memulai ide kreatif yang bertebaran di otak.

Dalam perjalanannya sangat tidak mudah. Banyak pengalaman spiritual yang sangat ajaib yang saya alami. Terutama soal jalan rejeki. Jalan yang begitu saja mengalir hingga produk sandal kulit merek BETA juga hadir meramaikan dagangan.

Sampai pada satu titik di mana saya bertanya, kenapa saya menggambar, dan kenapa saya membuka toko online. Saya ingin lebih “berguna” di sisa hidup saya. Saya tidak hanya ingin hidup “normal” tapi sisa energi yang saya punya terbuang percuma begitu saja. Allah yang memberi jalan disertai ikhtiar dan doa pagi juga sepertiga malam, hingga saya langkah saya sampai di bulan Desember ini. Harapan baru di tahun baru pun mulai memenuhi benak.

Pertanyaan saya untuk teman-teman yang membaca ini, “momen apa yang membuat dirimu benar-benar “hijrah” dalam makna perubahan jalan hidup hingga seperti sekarang?”

ini bukan soal dari ‘tidak memakai hijab, lalu sekarang pakai’ tetapi “hijrah” dalam makna yang luas.

JAWAB DI KOLOM KOMENTAR.

JANGAN LUPA seperti biasa, LIKE PAGE  FB : Keranjang BetakunFOLLOW dulu aku dagangan saya di Instagram @keranjang_betakun lalu REPOST salah satu produk yang ada di sana , Twitter: @BetakunBins , akun pribadi IG: @betakuninvite WhatsApp :083820203195 BETA atau Line : @BetakunBins1 (08888300268) / @BetakunBins2 (083820203195)

SHARE tulisan ini dengan HASHTAG ‘#keranjangbetakun #jualhijabfullprint #HijabVoal #SandalBETA 

PERIODE GIVEAWAY —- 26 Desember 2017 s/d 26 Januari 2018

Berikut ini HADIAH yang bakal dibagikan di tahun baru pada 3 orang PEMENANG :

  1. CELANA COWOK UKURAN ‘L’ merek VANS, warna abu-abu.
  2. HIJAB VOAL ukuran 110×110 cm, motif sesuai stok yang tersedia. Foto : Contoh Bunga Pukul Empat.
  3. HIJAB MAXMARA ukuran 100×100 cm, boleh pilih motif yang diiklankan di Instagram (printed by order.)
Brand Motif Widias
Brand motif Hijab “WIDIAS”

 

logo-sandal.jpg
LOGO produk sandal/sepatu sandal kulit buatan lokal

14 thoughts on “Ada Apa dengan November (part 2)”

  1. Hijrah saya tahun 2018 adalah keputusan besar untuk resign dari kantor, setelah 12 tahun menjadi karyawan dan berada di zona nyaman. Sebelum hijrah, saya sudah memikirkan secara matang plus minusnya dan akhirnya keputusan bulat pun final akhir tahun 2017. Sekarang saya sudah berada di rumah, lebih dekat dengan anak-anak dan bisa melakukan hobi yang saya suka seperti menggambar dan fotografi. Sukses juga yaa buat mba, sukses bisnisnya dan proses hijrahnya.

    1. bagaimana pun seorang wanita mah hakikatnya memang harus kembali ke rumah. Saya pun dulu berat dan dilema berhenti bekerja kantoran. Tapi hikmahnya ya sekarang terasa. 🙂

  2. Momen yg membuat aku banyak berubah sejujurnya adalah saat ikut kegiatan DKM di SMAN 8 Bandung. Padahal ikut DKM awal tujuannya hanya bingung milih ekskul aja hehe…
    Masih suka ngeceng kaka kelas, tapi masih ikut keputrian juga. Gerah melihat kelakuanku teteh2 di DKM memberi ceramah panjang llebar di acara keputrian…

    Pulangnya nangis… Bsknya langsung berhijab, walau cuman punya kerudung dua yg jelek pula., walau ortu ngelarang… Pada surprise melihat saya tiba2 berjilbab… Karena beberapa waktu sebelumnya pembela larangan jilbab di sekolah hahaha…

    Alhamdulillah… Hidayah datang menyapa… Dari sana lambat laun berubah ke arah yg lebih baik… 🙂

  3. Momen hijrah bagi saya yakni saat peralihan duduk di bangku SMA dan kuliah yang hiruk pikuk kegiatan, menjadi seorang ibu yang mengabdikan diri untuk keluarga setelah menjadi istri dan ibu.

    Hal yang pernah saya cita citakan dulu tercapai yakni menjadi ibu rumah tangga.

    Momen hijrah dari anak rumahan yang biasanya segala ada (makanan selalu tersedia, akses mudah, dst), tak pernah terpikir setelah berumah tangga momen “hijrah” tersebut menjadi suatu hal yang harus saya lewati.

    Kini satu atap dengan mertua, menyadarkan saya untuk terus belajar menjadi istri, menantu, dan ibu yang baik untuk anak-anak.

    Hal yang mendobrak diri dari status single ke married adalah memasak, salah satunya. Berusaha setiap hari untuk selalu belajar lebih banyak menjadi seorang istri, ibu dan menantu yang baik. InsyaAllah. Bismillah.

  4. Tak bisa rasanya kita menebak skenario apa yang disiapkan Allah pada kita, seperti kebanyakan kalimat yang sering kita dengar bahwa manusia hanya bisa berdoa dan berusaha Allah yang menentukan.
    Sudah beberapa tahun saya menjalani hidup yang seperti ini, impian untuk melanjutkan kuliah harus kandas ditengah jalan, restu orang tua yang tak kunjung saya dapatkan, orang tua lebih suka saya dirumah membantu mereka merawat tanaman di ladang, maklum kami hidup sebagai petani di lereng Dieng.
    Awalnya saya malas bekerja sebagai seorang tani, maklum banyak temen saya yang lulus SD dan tidak melanjutkan mereka sudah langsung jadi buruh tani, dan saya yang sudah sekolah hingga SMA ternyata sama saja dengan mereka, pikiran saya seperti itu waktu itu.
    Namun semuanya berubah ketika saya mendapat bahwa ternyata dengan bertani saya bisa membantu banyak orang, dengan hal kecil yang kadang tidak kita syukuri, saat panen tiba Bapak Ibu selalu memberikan beberapa hasilnya untuk diberikan kepada tetangga dan dari situ banyak doa yang mengalir, mendoakan semoga rejeki keluarga kami bertambah, doa yang sangat sederhana namun mustajab luar biasa.
    Dari situ saya selalu bertekad bahwasanya bukan apa pekerjaan kita yang dinilai melainkan apa yang bisa kita lakukan dengan pekerjaan kita hingga bisa membantu orang lain dan memberikan manfaat kepada orang disekitar kita.
    Berawal dari doa-doa yang selalu diberikan orang kepada kita, dengan hal kecil yang kita lakukan untuk orang disekitar kita kadang memberikan hal indah dan juga ketenangan batin yang luar biasa.
    Hingga sekarang saya menjalani kegiatan bertani dengan ikhlas dan selalu menyempatkan membaca Qur’an 2 halaman setiap selesai sholat, sebagai wujud terimakasih kepada sang pemberi rejeki. Saya selalu berterima kasih kepada Allah karena membimbing saya dengan cara yang indah, yang awalnya setengah hati namun berujung dengan indah seperti ini. Mungkin inilah jalan saya bertani untuk membantu orang tua saya dan orang disekitar saya meskipun dulu saya menjalani dengan setengah hati namun kini kujalani dengan seikhlas hati.

    MUHAMMAD IMAM FAROUQ
    Wonosobo
    Twitter @Faruq_Albanna

  5. Setelah vakum menulis selama dua tahun karena menyelesaikan kuliah dan kerja, tahun 2011 saya memutuskan untuk berhenti bekerja. Saya kembali menulis. Dan tulisan saya diterima dalam sebuah buku antologi motivasi. Kejadian itu membuat saya berpikir bahwa menulis adalah jalan saya. Tahun 2012 awal, saya putuskan buat ngeblog. Dua tahun yang melelahkan namun membuka jalan.

  6. Moment hijrah saya tahun 2011.
    Waktu itu baru berhenti kerja dan baby blues parah.
    Satu impian ketika melihat anak saya bermain membawa saya pada jalan hijrah.
    Waktu itu saya yang putus asa dengan karier mendapat hidayah untuk menulis dengan menyertakan anak. Awalnya saya ingin menulis buku-buku anak. Tapi tidak jadi karena ternyata saya menulis lebih luas.
    Namun sejak itu, saya tak pernah berhenti menulis.

  7. Bismillah,
    Saya Dwi Aprilytanti Handayani (nama FB sama dengan nama asli)
    Twitter @dwiaprily
    IG: @dwi.aprily
    Email dwi.aprily@yahoo.co.id

    Momen hijrah saya boleh dikatakan terjadi dua kali seumur hidup. Saya termasuk yang mengenakan hijab di usia tua. Baru tahun 2010 saya berhijab. Pendorongnya adalah karena saya sekeluarga pindah rumah, ke tempat yang jauh lebih baik secara lokasi dan lingkungan sosial. Sebelumnya selama 8 tahun kami tinggal di tempat yang rawan banjir. Kalau banjir datang bisa seminggu dua minggu kemudian air surut hingga untuk sholat pun susah dan terpaksa mengungsi ke rumah orang tua di luar kota. Saya merasakan haru luar biasa ketika kami bisa pindah. Sungguh Allah Maha Baik sementara saya tak kunjung sempurna mentaati perintahNya. Akhirnya saya sambil mengucapkan bismillah niat berhijrah dengan mentaati perintah berhijab. Bertahap, mulai dari jilbab seleher hingga yang sampai menutup pinggul.

    Momen hijrah saya yang kedua ketika adik bungsu saya meninggal di usia 30 tahun. Sunggh sebaik-baik pengingat adalah kematian. Bahwa kematian begitu dekat tanpa melihat urutan yang lebih tua. Saya tergerak untuk mendalami Islam lebih dekat. Percaya atau tidak, saya setua itu belum mampu membaca Al Quran dengan baik dan benar. Maka enam bulan setelah adik meninggal saya meninggalkan dunia kerja agar lebih mudah jika bepergian menjenguk Mama. Saya pun belajar mengaji bersama ibu-ibu di perumahan. Ini pun bertahap juga, mulai dari tahsin selama kurang lebih dua tahun lalu tilawah lebih baik dan tahfidz meski hanya juz 30.

    Satu hal yang saya dapatkan sebagai hikmah. Bahwa adakalanya hijrah berlangsung secara bertahap. Tak mengapa, asal niat dalam hati murni karena Lillahi ta’ala. ‘#keranjangbetakun #jualhijabfullprint #HijabVoal #SandalBETA

  8. Momen yg bikin saya HIJRAH adalah setelah putus dg pacar yg udah 7 tahun bersama. Saya batal nikah…sedangkan usia saya sudah lebih dari 25 tahun. Terlalu lama waktu yg saya buang percuma karena menggantungkan harapan yg berujung sia2. Hingga akhirnya saya sadar, telah lama pula saya duakan Allah karena terbuai asmara. Pun telah jauh dari keluarga dan teman2 karena asyik selalu bersamanya yg punya cinta semu. Setelah memutuskan tali kasih yg fana, saya pun jadi lebih dekat denganNya…benar2 memperbaiki diri agar hidup ini berjalan sesuai ridhoNya. Pun jadi mendekatkan diri kembali pada keluarga dan teman2, terutama Mama…agar hidup ini jadi jauh lebih teratur dan memiliki tujuan yang lebih pasti. Alhamdulillah… Setelahnya dipertemukan dengan sosok yg baik, menikah dan kini telah berputra. Semoga selalu istiqomah ada di jalanNya dan selalu bisa membahagiakan keluarga, terutama Mama.

  9. momen yang bikin saya hijrah adalah ketika masalah datang secara bertubi-tubi. saya hanya bisa menangis dan meratap. sampai pada akhirnya saya ingat ada yang saya lupakan. saya lupa kalau Allah bersama saya dalam segala hal, saya lupa setiap langkah saya ada Allah. ketika saya mengingatnya masalah yang saya hadapi terasa ringan bahkan menghilang. sungguh suatu hal yang luar biasa untuk saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s