Kompetisi Blog

Grand New Veloz Will be Our New Fellow

Saya dan keluarga sedang memimpikan sebuah mobil jenis MPV terbaik di Indonesia dengan harga terjangkau. Alasan kami ingin memilikinya karena mobilitas kami semakin meningkat. Selama ini aktivitas kami hanya difasilitasi oleh sepeda motor keluaran tahun 2005. Kami sudah merasa cukup lelah apalagi saat melakukan perjalanan jauh. Ingin rasanya memiliki kenyamanan dalam bepergian, khususnya saat mengunjungi ibu mertua dan sanak saudara di Cirebon. Momen yang selalu kami nantikan adalah di hari Raya Idul Fitri karena kami rutin pergi ke sana. Terkadang saya pun ingin berkeliling menjelajah kota Cirebon tanpa takut dengan udara panas. Tahun lalu, kami menggunakan transportasi kereta api untuk sampai ke sana karena mudik dengan sepeda motor sudah tidak memungkinkan lagi.

Beberapa kali saya terlibat obrolan bersama suami tentang rencana pembelian sebuah mobil terutama setiap kali melihat tayangan iklan di televisi.

Namun kondisi finansial kami saat ini belum memungkinkan untuk mewujudkan rencana tersebut. Kami sekarang tengah memasuki tahun kedua cicilan KPR rumah kami. Secara nominal uang, sebenarnya kami sudah mampu untuk mengambil kredit kendaraan sebelum memutuskan membeli rumah kedua kami. Jalan alternatif untuk menabung uang muka pembelian mobil sementara ditaksir dari hasil penjualan rumah pertama kami. Jika rumah tersebut terjual di harga yang kami inginkan, otomatis kami bisa segera memiliki uang muka itu. Kini, suami pun sedang dalam tahap menyisihkan sedikit demi sedikit uang tabungan untuk itu sambil menunggu rumah lama kami terjual.

Kami menyukai mobil dengan exterior dan interior stylish serta trendy lifestyle. Sebelum saya membelinya, informasi spesifikasinya terlebih dulu saya lihat di YouTube. Setelah melihat video ini, kami sangat tertarik.

Kebetulan saya dan suami menyukai warna merah. Ternyata Toyota Grand New Veloz menyediakan warna Dark Red Metallic. Penampilan mobil ini sangat menawan. Saya menyukai bagian depannya dan velg yang sporty. Bila dibandingkan dengan merek pesaingnya, Toyota Grand New Veloz ini tak kalah keren. Pilihan warna lainnya yaitu Black Metallic, White, Silver Mica Metallic.

Tampilan depan Grand New Veloz
Tampilan depan Grand New Veloz

Beberapa fitur yang ada di dalam kabinnya membuat saya semakin ingin memilikinya. Selain desain interiornya bernuansa hitam elegan, saya menyukai sistem audio mobil ini karena telah dilengkapi dengan port USB dengan layar touch screen. Ini yang menjadi pembeda dari tipe Veloz 1300 cc.

Interior Dashboard dan Audio System (screenshot dari lama www.toyota.astra.co.id)
Interior Dashboard dan Audio System (screenshot dari lama http://www.toyota.astra.co.id)

 

Barisan kursi di dalam kabin Grand New Veloz (screenshot dari laman www.toyota.astra.co.id)
Barisan kursi di dalam kabin Grand New Veloz
(screenshot dari laman http://www.toyota.astra.co.id)

Saya pun tidak perlu khawatir dengan ketersediaan tempat duduk di dalam kabinnya. Jika saya mengajak beberapa sanak saudara untuk ikut serta menuju Cirebon, ruang tempat duduk masih cukup luas dan nyaman di barisan kedua juga barisan belakang. Saat putri saya tertidur selama perjalanan pun tentu akan tetap merasa nyaman karena kursi bisa diatur dengan posisi terlentang.

Sistem kursi yang mudah dilipat (one touch tumble) Screen Shot dari laman www.toyota.astra.co.id
Sistem kursi yang mudah dilipat (one touch tumble)
Screen Shot dari laman http://www.toyota.astra.co.id

Sepulang dari sana, biasanya saya akan kerepotan membawa buah tangan dari ibu. Sepertinya ruang bagasi mobil ini cukup luas untuk menampung berbagai macam barang bawaan. Terlebih, kursi belakang yang dapat dilipat  secara terpisah (50-50 folding) hingga lebih leluasa lagi.

Selain itu di semua tipe Grand New Avanza juga dilengkapi fitur keamanan dengan sistem immobilizer key serta keselamatan bagi pengemudi dan penumpang untuk mencegah cidera fatal, antara lain : side impact beam, sabuk pengaman, dan SRS bag.

Jika Anda ingin memilih transmisi otomatis atau manual, Toyota menyediakan keduanya, baik itu jenis Grand New Avanza atau Grand New Veloz. Anda tak perlu khawatir tentang bahan bakar karena transmisi mesin baru Dual VVT-i yang hemat energi dan tangguh. Sebagai bahan perbandingan kedua produk tersebut , berikut ini tabel perbandingan jenis mesinnya :

Tabel perbandingan Avanza & New Veloz (screenshot dari laman www.toyota.co.id)
Tabel perbandingan Avanza & New Veloz
(screenshot dari laman http://www.toyota.astra.id)

Menurut informasi dari salah satu Sales Executive, pak Harri Gunawan (dealer Toyota di jalan A.Yani 336-338, Bandung), harga 1 unit Toyota Grand New Veloz untuk tipe 1500cc M/T berada di angka Rp218.550.000,00.

Berikut ini tabel harga terkini untuk tipe Grand New Avanza dan New Veloz :

Foto : Informasi harga Toyota New Avanza & New Veloz dari pak Harri Gunawan (sales marketing Vijaya Motor, Bandung)
Foto : Informasi harga Toyota New Avanza & New Veloz dari pak Harri Gunawan (sales executive Wijaya Motor Lestari, Bandung)

Saya berencana akan mengambil kredit untuk tipe 1.5 Veloz M/T di tahun depan dengan asumsi uang muka sebesar 100 juta rupiah. Pak Harri telah membuatkan simulasi kreditnya untuk saya, sebagai gambaran seperti keterangan di bawah ini :

Simulasi Angsuran Kredit (foto : informasi dari Pak Harri melalui WhatsApp)
Simulasi Angsuran Kredit
(foto : informasi dari Pak Harri melalui WhatsApp)

Saya pun menanyakan pada Pak Harri, “Bagaimana jika pembayarannya dilakukan dengan metoda cash keras?”

Pak Harri menjawab, “Bisa bu, dengan masa pembayaran 6 bulan saja.”

Kartu Nama (Harri Gunawan)
Kartu Nama (Harri Gunawan)

Ingat kendaraan, saya jadi teringat asuransinya. Biasanya, kredit kendaraan sudah pasti memiliki jaminan asuransi. Saat saya tanyakan tentang hal ini, ternyata semuanya telah dijamin oleh asuransi ABDA.

Tak sabar rasanya, saya ingin segera mengikuti kursus mengemudi dan mendaftarkan diri sebagai pembeli mobil stylish dan sporty ini. Saya membayangkan, Idul Fitri tahun depan sepertinya akan lebih terasa bahagia dengan kehadiran teman baru yang tangguh dan sporty di keluarga kami.

Toyota Grand New Veloz will be our new fellow!

 

Avanza Veloz Blog Competition 2015

 

Kompetisi Blog

Unboxing and Trial Smartfren Andromax Es 4G LTE #GoForIt

Tanggal 9 Oktober 2015 lalu, saya mendapatkan kiriman ponsel pintar Smartfren Andromax Es. Saya tidak sabar untuk segera mencoba kecanggihan fiturnya. Setelah saya buka kotaknya, perlengkapan ponsel sudah ada di dalam sana seperti charger, earphone, batere (1500 mAh), dan buku petunjuk. Yang membuat saya senang adalah waktu mengecas yang tidak terlalu lama, kira-kira 1 jam.

 

foto : dokumen pribadi
foto : dokumen pribadi

Saya mengaktifkan kartu perdana CDMA Smartfren dengan mudah, tinggal mengikuti petunjuk di layar, mengisi identitas pribadi dengan benar. Kartu SIM GSM yang saya miliki tetap bisa dipasang di slot SIM 2. Memasukkannya pun tidak terlalu sulit.

Setelah kartu SIM CDMA aktif maka akan tertera keterangan kuota data yang tersedia di layar MySmartFren.

Screenshot widget 'MySmartFren'
Screenshot widget ‘MySmartFren’

 

Cara mengatur kedua SIM card ada di menu Setting.

screenshot menu setting
screenshot menu setting

Saat menggunakan kartu GSM sebagai akses data, maka kartu CDMA tidak akan berfungsi. Jadi ponsel ini memang khusus dirancang menggunakan koneksi internet dari SIM card Smartfren agar jangkauan internet lebih baik. Saya pun sudah membuktikannya. Walau hanya mendapatkan hampir setengah bar sinyal 4G di wilayah Cilengkrang (kota Bandung) ternyata aksesnya cepat dan ringan.

Memori internal ponsel ini sudah cukup besar yaitu 8 gb + 1 gb RAM. Namun jika ingin menambah kapasitas data memori hingga 32 gb, slot memory card tersedia. Saya sudah memasukkannya dan mencoba play lagu-lagu di fitur music.

Ini tampilannya :

screenshot tampilan Musik
screenshot tampilan Musik
Tampilan menu pengaturan Dolby
Tampilan menu pengaturan Dolby Audio

Secara umum, menu di dalam ponsel Android Lollipop ini tak jauh beda dengan Android seri sebelumnya. Aplikasi chatting seperti BBM, dan Google Hangout telah tersedia. Beberapa aplikasi jejaring sosial dengan mudah bisa diunduh di Google Play Store. Namun ada beberapa fitur dari Smartfren yang baru bagi saya, yaitu MySmartfren, A+ Smart English, Uangku, Gudang Musik, WPS Office, Smart Call, Smartfren Appstore, dan Bank Sinar Mas.

Saya bisa mengetik ide-ide cerita yang ingin saya simpan dalam dokumen word di ponsel dengan aplikasi WPS Office .

wpid-wp-1444484190574.png
Screenshot tampilan fitur WPS Office

Aplikasi Gudang Musik tampilannya keren.Saat lagu yang saya pilih playing, lirik lagunya tertera di sana. Saya harus berlangganan agar lagunya bisa didengarkan utuh.

wpid-wp-1444484351364.png

Beberapa pilihan lagu
Beberapa pilihan lagu

Hasil foto kamera depan (5MP) :

Putri saya selfie bersama Pinky Bear kesayangannya
Putri saya selfie bersama Pinky Bear kesayangannya

Hasil foto outdoor (5MP) kamera belakang :

foto : dokumen pribadi
foto : dokumen pribadi

Saya pun sudah mencoba tayangan video klip dari YouTube, hasilnya tak ada buffering selama kurang lebih 4 menit lagu Marcell “Cinta Mati”.

wpid-wp-1444484753230.png
Screenshot dari video klip Marcell ‘Cinta Mati’ on YouTube.

Fitur Camcorder pun tak mengecewakan. Ini dia hasilnya saat saya mengabadikan 4 menit terakhir pertandingan sepakbola, tanggal 10 Oktober 2015 di salah satu TV swasta Persib VS Kukar dengan skor 3:1. Ternyata salah satu sponsornya adalah Smartfren 4G LTE Go For It. Memang Smartfren sekeren tim ‘Pangeran Biru’.

Foto tayangan sepakbola Persib VS Kukar, 10 Oktober 2015 di Indosiar
Foto tayangan sepakbola Persib VS Kukar, 10 Oktober 2015 di Indosiar

Ada satu lagi fitur yang saya suka yaitu night mode clock.

Screenshot_2015-10-10-19-21-21

Draft tulisan blog ini memakai aplikasi WordPress yang diunduh dari Google Play Store. Akses internet cepat tanpa hambatan karena koneksi 4G LTE Advanced dan dapur pacu Quad Core 1.2GHz Qualcomm Snapdragon 410. Bagi para pencinta gadget dengan harga terjangkau dan memiliki fitur lengkap, ponsel Android Lollipop Smartfren Andromax 4G LTE adalah pilihan tepat.

 

 

 

 

 

 

 

365 days' Project, Kompetisi Blog

Warisan Kenangan Resep Rendang Bundo Kanduang

Keluarga saya penyuka masakan pedas dan kaya rempah. Ini pengaruh dari mendiang ibu yang berdarah Minang, keturunan Harun Datuk Mangkuto Alam. Ibu saya lahir di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, lalu merantau ke kota Bandung. Beliau bekerja, menikah, tinggal, hingga tutup usia di tanah Sunda. Namun demikian, ibu tetap memiliki ciri khas perempuan Minang yang pandai memasak masakan bersantan dan kaya akan rempah.

Mendiang ibu selalu bercerita tentang hal-hal di balik masakan buatannya. Salah satu andalannya adalah Rendang. Rendang buatan ibu saya sangat empuk dan nikmat. Tak heran jika rendang menjadi menu favorit keluarga. Hampir di setiap acara istimewa seperti hari raya Idul Fitri, Idul Adha, lamaran, pernikahan, dan pertemuan keluarga besar, selalu ada sajian Rendang. Tradisi makan basamo di kediaman kakek (paman dari Ibu) juga menyajikan rendang sebagai menu utama. Saya pun bangga, sejak tahun 2011, ternyata rendang dinobatkan sebagai makanan terlezat di dunia oleh CNN Internasional.

            “Perempuan Minang harus bisa memasak Rendang,” kata ibu.

Pernyataan itu membuat saya terpacu untuk melakukannya. Walau lidah saya tidak fasih berbahasa Minangkabau, tetapi saya harus fasih memasak makanan tradisional khas Minang. Saya sempat beberapa kali mencoba memasak Rendang terutama setelah menikah. Proses memasak yang menguji kesabaran dan mengasah feeling, membuat saya sadar bahwa warisan budaya keluarga itu mahal harganya.

Seiring waktu berjalan, dan latihan, akhirnya saya behasil membuat Rendang mirip seperti buatan ibu. Suami saya, yang asli Cirebon– penyuka cita rasa pedas– bangga karenanya. Sejak saat itu, saya bangga memiliki darah Minang walau sebagian dari diri saya mengalir darah Sunda dari garis mendiang ayah.

“Randang Kambiang”
foto : dokumen pribadi

Siapa sih, yang tak kenal Rendang? Rumah makan Padang menjamur di berbagai sudut kota Bandung hingga seluruh penjuru Nusantara. Masakan Rendang terkenal sejak dulu. Mulai dari pelaksanaan upacara adat pertama suku Minangkabau, lalu seni memasak Rendang menyebar ke kawasan serantau Melayu, seperti Riau, Mandailing, Jambi, hingga ke negeri seberang di Negeri Sembilan. Persebarannya meluas sampai ke wilayah Semenanjung Malaya.

Kini, seluruh kalangan mengenal Rendang hingga ke manca negara karena rasanya yang khas, pedas dan kaya rempah. Bumbunya saja begitu nikmat jika dicampurkan dengan nasi. Rendang instan beserta bumbunya pun sekarang sedang ngetren dijual di media online.

Saya sempat membandingkan rendang yang biasa saya beli di rumah makan dengan buatan ibu saya. Dagingnya ternyata alot dan bumbunya kurang sedap. Saya heran, bagaimana ibu saya bisa membuat rendang seenak dan seempuk itu? Usut punya usut, ternyata ibu saya punya rahasia agar daging rendang itu empuk. Hal itu, saya ketahui saat ibu memasak rendang untuk dijual di warung nasi sederhana milik kami, dulu.

Selain memilih daging sapi yang segar, bagian terbaik untuk memasak rendang adalah daging sapi has dalam. Jika memilih daging kambing, pilihlah daging has luar. Di pasar tradisional, umumnya sang penjual daging sudah hapal bagian daging mana yang baik untuk dimasak rendang. Kita bisa melihat ciri-cirinya dari warna merahnya yang segar, teksturnya kenyal, tidak berair, dan beraroma segar khas daging. Melihat cara ibu saya memotong daging, ternyata potongannya harus searah serat daging jika ingin menghasilkan daging yang empuk.

Ini gambaran bagian-bagian daging sapi dan kambing.

Skema Potongan Daging Sapi & Kambing (sumber: tabloid Nova, edisi No.1439/21-27 September 2015)
Skema Potongan Daging Sapi & Kambing  (sumber: tabloid Nova, edisi No.1439/21-27 September 2015)
Bagian-bagian daging kambing dan jenis masakan yang cocok (Tabloid Nova)
Bagian-bagian daging kambing dan jenis masakan yang cocok (sumber: tabloid Nova, edisi No.1439/21-27 September 2015)
Ketr.Sapi
Bagian-bagian dari daging sapi dan keterangan jenis masakan yang cocok (sumber: tabloid Nova, edisi No.1439/21-27 September 2015)

Takaran bumbu menjadi hal yang paling utama untuk diperhatikan karena memasak rendang harus kaya bumbu. Hal ini akan sangat berpengaruh pada cita rasa masakan. Setiap daerah di ranah Minangkabau memiliki bumbu yang berbeda untuk pengolahan masakan rendang. Ibu saya terbiasa memakai bumbu seperti di bawah ini.

  • 1 lembar daun kunyit
  • 1 lembar daun jeruk purut
  • 1 batang serai

Bumbu halus :

  • 3 butir kemiri
  • 5 siung bawang putih
  • 5 siung bawang merah
  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas lengkuas
  • 3 sendok makan cabai merah (keriting) giling atau sesuai selera
  • sedikit kunyit (kira-kira 1 ruas jari)
  • santan kental dan santan cair
  • garam secukupnya

Bahan tambahan :

  • kelapa sangrai tumbuk (kira-kira dua genggam)

*catatan : Bumbu di atas untuk 1 kg daging

Takaran bawang putih dan bawang merah harus seimbang agar hasil warna masakan Rendang tidak cepat menghitam saat proses penghangatan yang berkali-kali. Namun orang Melayu biasanya menggunakan bawang merah lebih banyak.

Saya sempat membaca sejarah filosofi empat bahan pokok pembuatan Rendang, yaitu :

  1. Dagiang (daging), merupakan lambang para pemimpin suku adat yang disebut “Niniak Mamak” dan “Bundo Kanduang”, artinya memberi kemakmuran pada anak pisang, dan anak kemenakan.
  2. Karambia (kelapa), merupakan lambang kaum intelektual yang disebut “Cadiak Pandai”. Mereka merekatkan kebersamaan dalam kelompok maupun individu.
  3. Lado (cabai), merupakan lambang kaum ulama yang pedas dan tegas dalam membimbing ajaran agama Islam, disebut “Alim Ulama”.
  4. Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau yang artinya masing-masing individu memiliki peran sendiri-sendiri untuk memajukan kehidupannya dalam kelompok atau dalam hidup bermasyarakat. (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Rendang)

Santan yang digunakan harus memilih dari kelapa tua dan langkah-langkah pemakaiannya harus tepat. Pisahkan santan cair dan santan kental dari 2 atau 3 butir kelapa. Ibu memberitahu saya, supaya menggunakan santan cair terlebih dulu untuk rebusan pertama setelah menumis bumbu halusnya terlebih dulu. Masukkan potongan daging dan rebus hingga santan menyusut.  Kemudian masukkan santan kentalnya.  Aduk perlahan hingga mendidih.

Api kompor juga harus diperhatikan, jangan sampai terlalu besar karena akan membuat masakan gosong. Gunakan api sedang dan aduklah sesekali agar tidak lengket di wajan hingga menyusut. Tambahkan kelapa parut sangrai yang ditumbuk. Orang Melayu biasa menyebutnya kerisik. Manfaatnya agar tekstur bumbu Rendang menjadi lebih kental.

4 Bahan utama untuk membuat Rendang (foto: dokumen pribadi)
4 Bahan utama untuk membuat Rendang (foto: dokumen pribadi)

Percaya atau tidak, untuk mempercepat proses pematangan daging, ibu saya memasukkan sendok aluminium ke dalam rebusan Rendang. Alhasil, proses pemanasan menjadi lebih cepat, menghemat bahan bakar kompor, sehingga daging lebih cepat empuk. Tanda kematangan Rendang terlihat dari keluarnya minyak dari hasil rebusan santan, dan warnanya merah memikat. Warna merah tersebut bisa Anda dapatkan dengan menambahkan sedikit kunyit saat membuat bumbu halus.

Jika proses memasak rendang sudah benar, masakan ini bisa bertahan lama hingga satu bulan karena bumbu yang terkandung di dalamnya (bawang putih, bawang merah, jahe, lengkuas) telah mengandung anti bakteri. Karena itulah, para perantau asal Minangkabau di awal abad ke-16 membawa bekal rendang kering selama melakukan perjalanan niaga ke Malaka.

Di hari raya Idul Adha yang lalu, saya mencoba memasak rendang daging kambing. Awalnya, putri saya ragu dengan masakan rendang daging kambing. “Takut bau,” katanya. Namun saya sudah mengetahui caranya, yaitu tidak mencucinya dengan air. Cukup membersihkan kotoran dan lemaknya saja dengan pisau.

Berikut ini kandungan nilai gizi daging kambing per 100 gram :

nutrisi-daging-kambing
Kandungan Nilai Gizi Daging Kambing per 100 gram (sumber : http://www.manfaat.co.id)

Jika ingin Anda ingin mendapatkan manfaat nutrisinya, batasi konsumsi daging kambing dengan ritme seminggu sekali saja. Imbangi dengan konsumsi sayuran, buah-buahan, dan aktivitas fisik. Namun, jika Anda mengidap penyakit diabetes, meiliki kolesterol tinggi atau hipertensi, sebaiknya menghindari daging ini. Di balik dampak negatif konsumsi daging kambing, ternyata daging ini mengandung serat dan lemak yang baik untuk tubuh.

Beberapa manfaatnya antara lain :

  • Menjaga tubuh tetap fit dan menjadi sumber energi yang besar untuk menjalani aktivitas sehari-hari karena kandungan kalori dan lemaknya.
  • Membantu pembentukan dan perkembangan otot tubuh karena kandungan protein yang tinggi.
  • Mencegah anemia karena daging kambing adalah salah satu daging dari kelas daging merah.
  • Meningkatkan sistem imun tubuh karena kandungan zat besi yang cukup tinggi, sebesar 26% kebutuhan harian zat besi tubuh manusia per 100 gram.
  • Melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan karena kandungan Selenium yang cukup besar, sebesar 54% (38.0 mcg) kebutuhan harian per 100 gram.
  • Menjaga kesehatan mata karena kandungan vitamin B2 (Riboflavin), sebesar 18% (0.3 mg) kebutuhan harian per 100 gram.
  • Menjaga sistem saraf karena kandungan vitamin B12, sebesar 74% kebutuhan harian (4.4 mcg) per 100 gram.
  • Menjaga kesehatan mental karena kandungan vitamin B12 yang mampu mengubah energi di dalam tubuh.
  • Menjaga HDL (kolesterol baik) dalam darah karena kandungan vitamin B3 (Niacin), sebesar 33% (6.5 mg) kebutuhan harian per 100 gram.
  • Menjaga kesehatan tulang karena kandungan Phosphor, sebesar 27% (272 mg) kebutuhan harian per 100 gram.
    (sumber : http://www.manfaat.co.id/manfaat-daging-kambing)

Ketika saya mencium aroma masakan Rendang kambing saat memasak, sama sekali tidak tercium bau prengus. Setelah Rendang kambing matang, putri saya pun lahap memakannya bersama nasi hangat. Satu suapan besar masuk ke mulutnya dan reaksinya, “Pedas tapi enak, Ma!”

Putri saya dan sepiring nasi Rendang Kambing (dokumen pribadi)
Putri saya dan sepiring nasi Rendang Kambing (dokumen pribadi)

Saya terkenang ibu. Dulu, beliau menikmati Rendang bersama Lemang beras ketan.

“Lamak bana!” katanya.

Warisan resep Rendang bundo kanduang menjadi kenangan yang tak akan pernah terlupakan.

Banner Lomba Nutrisi untuk Bangsa dari laman Sari Husada
Banner ‘Jelajah Gizi Bangsa 3’ dari laman http://www.sarihusada.co.id
365 days' Project, Kompetisi Blog

Jadi Blogger Nggak Boleh Gaptek

Siapa sih, yang nggak punya smartphone hari gini? Anda pasti salah satu dari berjuta orang pengguna ponsel pintar. Saya pun bersyukur memilikinya walaupun masih menggunakan jaringan 3G berbasis Android Ice Cream Sandwich 4.0.4, mulai sering error dan lemot.

Saat saya menghadiri acara Fun Blogging 6 tanggal 5 September lalu di gedung Grapari Telkomsel Digilife dengan tema “Dari Hobi Menjadi Profesi”, ternyata salah satu sponsornya adalah Smartfren. Informasi yang saya tahu, PT.Smartfren Telecom Tbk. baru saja meluncurkan produk ponsel Andromax 4G LTE Advanced.

Fun Blogging 6 "Dari Hobi Menjadi Profesi" (foto : dokumen pribadi)
Fun Blogging 6 “Dari Hobi Menjadi Profesi” (foto : dokumen pribadi)

Bahasan utama di acara tersebut adalah tentang profesi Blogger. Niat awal saya hadir di acara ini ingin mendapatkan pencerahan tentang dunia blogger. Pembicaranya adalah tiga sosok berpengalaman yaitu mbak Haya Aliya Zaki (penulis, editor dan blogger), mbak Ani Berta (blogger internasional) dan mbak Shinta Ries (founder Blogger Perempuan dan web designer).

Mbak Haya Aliya Zaki membuka materi dengan pesan sponsor Smartfren (@SmartfrenWorld) #GoForIt
Mbak Haya Aliya Zaki membuka materi dengan pesan sponsor Smartfren (@SmartfrenWorld) #GoForIt
Mbak Shinta Ries sedang menanggapi pertanyaan dari peserta tentang "
Mbak Shinta Ries sedang menanggapi pertanyaan dari peserta di segmen “Advancing Your Blog Platform”
Mbak Ani Berta menyampaikan Benefit Sosial di materi "
Mbak Ani Berta menyampaikan Benefit Sosial di materi “How to Monetize Your Blog Through Branding”

Setelah saya menyimak hingga akhir acara, pikiran saya tentang dunia blogger menjadi lebih terbuka. Ternyata blogger itu tak hanya menulis, tetapi mengasah rasa dari setiap event yang dia liput. Perkara personal branding juga sangat menentukan seorang blogger untuk bisa mendapatkan job dari ngeblog.

Saya tersentil dengan kalimat mbak Ani Berta, “Blogger itu harus ramah pada pembaca blog-nya. Di media social pun sediakan waktu untuk menjawab komentar teman. Menulis status hal positif atau menginspirasi orang lain.”

Ya, terkadang sebagai manusia biasa, kita bisa lepas kendali. “Berbicara” seenaknya di status atau berkomentar semau gue. Para blogger harus memperhatikan itu jika ingin dilirik sebuah brand untuk calon pekerjaan barunya. Bukan  jaim tetapi inilah personal branding.

Hari gini, blogger gaptek? Aduh, berarti nggak gaul tuh, blogger. Di waktu luang, saya membuka situs YouTube untuk mengetahui spesifikasi beberapa brand gadget terkini atau menyengaja membeli tabloid yang menyajikan informasi tentang gadget.

Artikel Smartfren 4G LTE Advanced di tabloid PULSA, edisi 318 Th XIII/2015/2-15 September
Artikel Smartfren 4G LTE Advanced di tabloid PULSA, edisi 318 Th XIII/2015/2-15 September 2015

Sebagai pengguna internet aktif, saya rutin membuka email, browsing, blog walking, dan media sosial. Dari informasi yang saya baca, sepertinya ponsel Smartfren Andromax Es yang berbasis Android OS v5 Lollypop ini kinerjanya melebihi ponsel saya. Hanya dengan Rp999.000,00 saja, saya bisa memilikinya.

Halaman info harga Android di tabloid PULSA
Halaman info harga Android di tabloid PULSA
Halaman iklan Smartfren 4G LTE Advanced di tabloid PULSA
Halaman iklan Smartfren 4G LTE Advanced di tabloid PULSA
Screen shoot dari situs http://www.smartfren.com/4g/
Screenshot dari situs http://www.smartfren.com/4g/

 

 

365 days' Project, Kompetisi Blog

“Up Green Tea CNI – Teh Hijau Segar dan Menyehatkan”

Up Green Tea CNI (foto : dokumen pribadi)
Up Green Tea CNI
(foto : dokumen pribadi)

CNI telah menjadi brand produk kesehatan sejak lama. Anda pasti sudah mengenalnya bukan? Saya sendiri mengenal produk CNI pertama kali ketika kuliah dulu. Mendiang Mama selalu menyediakan produk vitamin ‘Ester C’ di rumah. Saat saya bekerja di perusahaan asuransi, saya mengenal produk kopi ginseng. Waktu itu, bos saya membagi-bagikan kopi pada seluruh staf.

Salah seorang rekan di bagian pemasaran, ibu Ietje, usianya waktu itu 50 tahunan, juga mengonsumsi suplemen Sun Chlorella. Saat sempat bertanya, “Bu, itu untuk apa?”

“Ini suplemen supaya ibu nggak cepat lelah. Maklum, ibu kan udah berumur segini, masih keliling menyetir mobil sendiri untuk bertemu nasabah.”

Memang benar sih, saya lihat ibu Ietje ini terlihat aktif dan masih gesit dengan urusan pekerjaannya.

Kini, saya mengenal teh berbentuk serbuk dengan kemasan sachet praktis Up Green Tea. Bila dibandingkan dengan teh yang biasa saya konsumsi, rasanya jauh berbeda. Up Green Tea tidak meninggalkan rasa pahit di lidah, aromanya pun natural.

Hari Minggu pagi, saya kedatangan kakak dan istrinya. Karena tidak memiliki persediaan kopi, teh, dan gula pasir. Saya teringat goodie bag yang CNI berikan di acara Fun Blogging 6, tanggal 5 September lalu. Saya menyajikan Ginseng Coffee untuk kakak, dan Up Green Tea untuk istrinya.

Awalnya saya pikir Up Green Tea ini rasanya manis. Kakak ipar saya tidak berkomentar soal itu, dia hanya bilang, Neng, green tea-nya enak. Segar!”

Kami menikmati minuman sehat ini bersama risoles dan martabak mini.

Esok paginya, saya menyeduh secangkir Up Green Tea berteman setangkup roti pandan dengan selai cokelat. Saat itu, saya sedang flu dan batuk. Walau tanpa gula, Up Green Tea terasa nikmat. Green Tea hangat membantu meredakan rasa gatal di tenggorokan saya.

Minuman ini menjadi alternatif pilihan bagi saya karena sedang mengurangi kopi. Saya sempat membaca bahwa manfaat Green Tea salah satunya adalah menangkis radikal bebas penyebab penuaan dini. Ini karena kandungan polifenol (Epigallo-3-catechin gallate). Tak heran jika kulit orang Asia terlihat bersih dan bercahaya. Mereka memiliki kebiasaan minum teh hijau setiap hari. Satu lagi catatan penting bagi saya, meminum teh tanpa gula akan lebih baik khasiatnya bagi tubuh. Terlebih di keluarga saya memiliki riwayat penyakit diabetes.

Saya merasa harus lebih rutin meminum teh. Anggaran bulan depan mungkin akan saya alokasikan untuk membeli Up Green Tea secara online di www.GeraiCNI.com.

Produk ini cocok sebagai teman membaca buku atau pelengkap saat mengobrol bersama pasangan di rumah. Saya mendapatkan energi baru dari Up Green Tea untuk menghadapi deadline menulis.