Juni 2020, my journal

Cerita Skuterku

WhatsApp Image 2020-07-15 at 9.25.13 PM
Me & my Benelli scooter (captured by Vivera Siregar)

Kamu punya barang kesayangan? Pasti punya lah… Kendaraan, boneka, atau apa aja yang bikin kamu sayang dan nyaman sama dia. Aku juga punya nih… kenalin “Si Beureum”. 3 tahun lalu aku meminangnya. ada banyak hal yang aku temukan selama mengendarainya.

Mulai dari bergabungnya di komunitas Benelli Owner Indonesia (chapter Bandung).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pepe-Grafity Arnold 1 (edited)
Me & my scooter *captured by : Vivera Siregar

 

my journal

Scolio Diary (1)

x-ray-spine-kaka.jpg
Hasil X-Ray pertama

 

Juni 2019

Suatu hari, kudapati punggung anak gadisku sedikit menonjol di sebelah kanan dekat tulang belikat. Kecurigaanku ternyata terbukti oleh diagnosa dokter umum puskesmas. Dokter merujuk ke dokter spesialis Orthopedi RSUD yang ditunjuk ASKES/BPJS. Setelah menemui dokter Orthopedi, anakku dirujuk lagi ke RS Hasan Sadikin Bandung karena alat rontgen (X-Ray) khusus tulang belakang tersedia di sana (di RS Santosa Bandung juga tersedia).

Prosedur pendaftaran peserta ASKES/BPJS aku ikuti dengan penuh kesabaran. Setelah antrean panjang loket pendaftaran, kami mengantre lagi di poli Orthopedi Spine (spesialis tulang belakang). Seorang dokter muda melakukan pemeriksaan secara fisik dan kami dijelaskan bahwa yang terjadi adalah kelainan tulang belakang (Skoliosis). Singkat cerita di pertemuan berikutnya setelah melihat hasil X-ray, derajat kelengkungan tulang anakku 34, lengkung berbentuk C ke kanan.

Waktu itu, dokter menyarankan operasi. Aku tidak serta merta menyetujui karena aku sudah mencari berbagai informasi tentang Skoliosis. Pertimbangan anak gadisku masih masa pertumbuhan, maka operasi bukan jalan yang terbaik. JIka masih bisa dikoreksi dengan terapi maka akan dibuatkan Brace (alat penyangga mirip korset terbuat dari bahan plastik khusus). Teringat dokter Orthopedi yang pertama kami temui di RSUD memberi pengarahan agar melakukan terapi dengan pemakaian Brace ditambah rajin olahraga seperti berenang dan senam ringan untuk Skoliosis. Gerakannya mirip gerakan Yoga. Dokter memberikan lembaran petunjuk gerakan apa saja yang harus dilakukan setiap hari.

Dokter spesialis tulang belakang memberi rekomendasi pembuatan Brace. Perlu waktu kurang lebih sebulan untuk pembuatannya. Ukurannya dibuat sesuai bentuk tubuh pasien dengan cara dicetak. Bengkel pembuatannya ada di RSHS dekat ruangan dokter Rehabilitasi Medik tempat kami konsultasi mengenai latihan untuk penderita Skoliosis.

Sebelum pembuatan Brace, kami diberikan informasi bahwa scoliosis adalah kelainan BUKAN PENYAKIT. Adolcent Idiopathic Scoliosis (tidak diketahui penyebabnya) sering terjadi pada remaja usia 10-17 tahun, khususnya masa pertumbuhan. Hal itu bisa terjadi karena faktor keturunan (sejak lahir), kekurangan gizi dan vitamin yang mendukung kesehatan tulang belakang, atau tanpa sebab (terbiasa dengan posisi duduk yang salah). Aku mencoba menganalisa mungkin anakku kurang olahraga karena secara gizi, anakku penyuka susu dan makanan yang kaya protein plus kalsium. Bisa jadi karena pertumbuhan tinggi badan memang pesat. Terlebih secara genetik dari keluarga papanya memang dominan jangkung. Kasus anakku termasuk kategori ringan, karena tak ada gejala sesak napas atau nyeri. Derajat kelengkungannya termasuk Skoliosis sedang (kurva 31-40 derajat). Jika kurva lebih dari 41 derajat termasuk kategori Skoliosis berat. Kurva kurang dari 30 derajat termasuk Skoliosis ringan.

Sebulan kemudian kami mengambil hasil jadi Brace (alat terapi) tipe boston. Tipe ini termasuk tipe termurah, seharga 5 juta rupiah.

Biaya pembuatan Barce ditanggung pribadi karena TIDAK DICOVER ASKES/BPJS.

Jika ingin membuat Brace yang materialnya lebih fleksibel, bisa konsultasi ke klinik khusus tulang belakang dengan biaya yang lebih dari itu. Setiap pasien membutuhkan jenis Brace yang berbeda-beda sesuai dengan kasusnya.

Brace tipe Boston (alat terapi Skoliosis)

Minggu pertama pemakaian, anakku masih kagok karena belum terbiasa. Brace ini harus dipakai 23 jam dalam sehari kecuali mandi. Bahkan saat tidur pun harus dipakai. Setelah dua minggu mulai terbiasa namun ada beberapa gerakan yang tidak bias dilakukan seperti saat tidak memakai Brace, misalkan jongkok saat akan buang air kecil. Effort-nya mau tidak mau harus buka pasang. Saat tidur pun memang kurang nyaman, merasa gerah terkadang menjadi keluhan utamanya. Saat hari-hari sekolah pun dia enggan memakainya karena nggak pede. Untuk itu penting bagi orangtua yang anaknya menderita Skoliosis berkomunikasi pada walikelas dan guru olahraga di sekolahnya. Antisipasi jika terjadi sesuatu atau hal-hal yang tidak kita inginkan menjadi lebih parah.

Setelah sebulan pemakaian, anakku mulai terbiasa dan selalu aku ingatkan bahwa disiplin memakai Brace dan latihan senam ringan di rumah itu PENTING. Hal apapun jika dilakukan dengan disiplin maka akan terllihat hasilnya. Semangat anak memang naik turun. Ada masa dia malas latihan, dan ada masa di mana ibunya cerewet demi kebaikan dan perubahan.

Awalnya aku memang sedih, kenapa anakku bisa seperti ini. Tak ada indikasi gejala sakit apapun, tahu-tahu tulang punggungnya melengkung. Tapi aku bersyukur mengetahui ini lebih awal. Banyak kasus para orangtua tidak aware, kondisi anak sudah parah hingga seolah sulit memperbaiki derajat kelengkungannya. Aku tidak pernah tega melihat seorang pasien harus melakukan operasi tulang belakang dan pen titanium tertanam di sana lalu melihat dampak setelah operasi. Mungkin setiap kasus pasca operasi setiap pasien berbeda-beda. Ada yang berhasil, ada yang bertambah parah.

Desember 2019 – Januari 2020

Anakku & kak Nabila (RR Sport Bandung)

Aku merasa latihan di rumah belum cukup untuk memperbaiki kelengkungan tulang anakku, aku segera mendaftarkan anakku les berenang di RR Sport Bandung. Menurut saran dokter Rehab medic, pilihan gaya bebas baik untuk scoliosis. Alhamdulillah, anakku mendapat guru private yang oke, kak Nabila, mahasiswa semester 6 yang nyambi menjadi pelatih renang.

perbandingan hasil rontgen pertama dan kedua (setelah 6 bulan)

Pemakaian Brace selama 4 bulan dengan senam ringan plus berenang seminggu dua kali hingga bulan ke-6, alhamdulillah membuahkan hasil yang baik. Setelah melihat hasil X-ray yang kedua, dari 34 derajat menjadi 30 derajat.

Semangatku pun naik turun dalam memotivasi anak. Kunci utama adalah doa dan sugesti positif dalam diriku juga pada anak. Latihan fisik adalah bentuk ikhtiar untuk mendukung doa kita.

Bersambung….

my journal

“Ada Apa dengan November?”

Assalammu’alaikum temans, khususnya rekan-rekan Blogger. Kenalkan saya Beta Widias. Entah berapa abad saya nggak menulis di blog. Semangat menulis sedang tidak bersama saya selama kurang lebih setahun. Terutama sejak mengalami gangguan kesehatan hingga saya lebih fokus pada pola makan sehat dan rutinitas rumahtangga yang monoton.

 

Kemudian terbit rasa jenuh hingga ke level maksimal. Saya menghibur diri dengan berYoga agar bertemu teman-teman baru. Berselang 4-5 bulan, kejenuhan kembali hadir. Sampai pada satu saat saya iseng menggambar beberapa objek menggunakan peralatan gambar putri saya. Saya merasa terhibur, rileks, dan bahagia seperti perasaan jatuh cinta lagi. Kegiatan menggambar menjadi rutin dilakukan di waktu luang saya yang sangat luas. Saya merasa ini passion dan takdir saya selain dunia menulis.

Entah ide ini datang dari mana, tiba-tiba terbersit ingin membuka toko online. Tercetuslah ide, “produk yang saya jual perdana harus hijab,” saat menggambar objek bunga sepatu dan bunga pukul empat. Jika mengingat jauh ke belakang,  saya sempat mengubur passion menggambar ketika dinyatakan tidak lulus tes fakultas Seni Rupa di akhir SMA dulu. Kini, Yang Maha Kuasa seolah memberi jalan pada saya untuk kembali memegang pensil warna (ada yang bilang gambar saya mirip gambar anak TK), dan segala hal yang berbau ‘art work’.

LOGO BARU TOKO
LOGO TOKO ONLINE “Keranjang Betakun” (designed by Aboe Tempoer)

Saya yakin ini adalah jawaban dari Dhuha saya selama ini, dan berusaha untuk tidak melewatkan waktu ‘doa pagi’. Ide ini tercetus begitu saja dan terutama suami memberi lampu hijau (selama ini tidak pernah mengijinkan saya untuk berdagang, entah kenapa). Mulailah saya mengaktifkan lagi semua akun media social yang saya pernah pakai. Persiapan membuka toko online ternyata tidak semudah yang saya kira. Padahal saya hanya tinggal mengaktifkan semua akun itu karena hal tersebut adalah langkah awal untuk berbisnis online.

Saya merasa memiliki networking yang cukup luas, maka sayang sekali jika tidak dimanfaatkan sebaik mungkin. Pemacu awalnya adalah obrolan seputar lapangan kerja bersama seorang pengusaha di sebuah komunitas dan keinginan saya pribadi memiliki toko roti (produk roti yang sehat). Mungkin itu hanya cita-cita karena perlu pemikiran dan persiapan matang sedangkan kondisi saya pribadi belum memungkinkan untuk itu. Tetapi jika Allah menggariskannya untuk saya melalui langkah awal di toko online ini, kenapa tidak dimulai saja.

Sebelum menjejakkan langkah pertama, hal yang paling membuat saya merenung adalah untuk apa sisa usia saya yang sebentar lagi menuju kepala 4. Saya ingin mengisinya dengan hal-hal yang berguna dan saya merasa bahagia melakukannya. Saya bertekad bulat, bismillah…membuka toko online di Instagram bernama “@keranjang_betakun”, akun Twitter : @BetakunBins, dan page brand di Facebook : “Keranjang_betakun”.

 

Ide-ide kreatif di kepala saya sedang bergolak dan saya merasa toko ini adalah wadah yang tepat untuk berkarya. Rencana ke depan yang saya sedang rintis adalah membuat produk hijab motif special buatan saya sendiri. InsyaAllah, brand motif desainnya nanti akan memakai nama belakang saya WIDIAS. Tidak menutup kemungkinan produk-produk hijab brand lain (khususnya jenis khimar), produk fashion, makanan, dan kebutuhan rumahtangga lainnya akan hadir juga meramaikan toko. Sementara ini, saya fokus pada dua jenis produk terlebih dulu (hijab motif print berbahan Maxmara & Voal dan kaos balita  serta aneka jumper bayi custom produk Athaku.com).

 

Saya meminta partisipasi teman-teman untuk mewujudkan impian saya perlahan-lahan atas nama persaudaraan dan karya seni serta anugerah yang tiada henti dari Allah SWT yang diberikan pada saya dan keluarga. Dreams Do Come True.

 

Saya sedang menyelenggarakan KUIS (mulai 7 November 2017 lalu). Tentu akan berhadiah (produk dari produsen dan calon rekan bisnis online).

 

CARA IKUTAN KUISnya sebagai berikut :

  1. Follow akun IG pribadi saya @betakun
  2. Follow akun toko OL saya IG : @keranjang_betakun
  3. Follow akun Twitter toko : @BetakunBins
  4. LIKE page brand di Facebook : Keranjang_betakun
  5. Repost / Regrann salah satu produk di toko OL saya. Sertakan komentar apa saja tentang foto produknya plus #keranjangbetakun #hijabmotifprint #bajubayicustom
  6. Repost / Regrann postingan KUISnya di IG dan jawab pertanyaannya (bisa dilihat di timeline toko @keranjang_betakun dan akun pribadi @betakun.
  7. Periode KUIS selama 2 minggu (7-21 November 2017)
  8. Pengumuman pemenang tanggal. 24 November 2017 (jika terjadi perubahan tanggal akan diinformasikan di akun toko online @keranjang_betakun.)
  9. SHARE terbanyak akan mendapatkan kesempatan lebih sebagai pemenang.

Selamat mengikuti KUIS!

Nantikan tanggal peluncuran hijab dengan desain motif special dari Beta Widias. Siapa tahu ada GIVE AWAY di blog ini. Terimakasih banyak atas partisipasinya, temans. 😉

 

*Catatan curhat bisnis mungkin akan segera hadir kemudian.

Februari, my journal

Diary Yoga #3

Semakin hari, tubuh semakin terbiasa dengan ritme yang saya terapkan. Intensitas olahraga tiga atau empat kali seminggu menjadi sebuah kebiasaan. Kedisiplinan tentu beranjak dari masalah yang pernah saya alami. Lalu imbasnya, selalu berusaha menyeimbangkan makanan yang masuk dengan aktivitas yang dilakukan. Pekerjaan rumah tangga memang cukup melelahkan, namun olah tubuh harus juga dilakukan di luar rumah. Selain refreshing, hanya berjalan kaki saja seputar kompleks perumahan atau jalan setapak yang biasa kita lewati, itu sudah membuat badan lebih bugar. Durasi waktu juga harus diperhatikan. Misalnya, hari ini hanya 30 menit saja, dua hari kemudian perlahan ditingkatkan menjadi 45 menit atau 1 jam.

foto : dokumen pribadi
foto : dokumen pribadi

Jika berjalan kaki sudah rutin dilakukan, coba tantang diri sendiri untuk berlatih lebih. Saya secara bertahap sudah melakukannya dengan bantuan aplikasi khusus untuk mencatat dan merekam kemajuan latihan fisik. Aplikasi Endomondo di AppStore bisa menjadi pilihan karena pilhan olahraga apapun bisa digunakan.

Sebelum memulai latihan, sesuaikanlah dengan kondisi tubuh. Jika sedang fit, bisa mencoba berlari. Tak masalah berapa kilometer kita berlari karena yang terpenting adalah durasi latihan. Tetapkan target secara bertahap agar tubuh tidak stress.

Saya pun di awal tantangan hanya mampu 30 menit saja berlari, sisanya hanya berjalan kaki. Awali setiap latihan dengan pemanasan sederhana. Sebaiknya, lakukan latihan di lokasi yang lebih banyak tersedia oksigen agar kesehatan paru-paru semakin baik. Pilih sepatu yang nyaman untuk berjalan kaki dan berlari agar kaki tidak mengalami cedera. Pastikan cuaca di luar rumah baik dan layak untuk melakukan latihan.

Contoh catatan waktu dan jarak tempuh saat berjalan kaki
Contoh catatan waktu dan jarak tempuh saat berjalan kaki

Saya mencoba memvariasikan latihan fisik dengan melakukan Yoga, jalan kaki, dan lari. Ketiga pilihan latihan tadi sangat mendukung ketahanan dan kebugaran tubuh. Pola makan yang sehat jika didukung oleh olahraga rutin maka akan mempengaruhi berat badan. Otomatis berat badan akan turun dengan sendirinya karena lemak-lemak yang tidak perlu akan terbakar dan massa otot naik.

Saya menerapkan hal-hal yang harus saya HINDARI dari menu makanan sehari-hari, selain mengatur asupan karbohidrat, antara lain :

  • Minyak goreng (sebisa mungkin sedikit sekali memakainya, lebih baik jika minyak sawit diganti dengan minyak jagung (canola oil) atau minyak zaitun).
  • Masakan bersantan
  • Makanan atau bumbu yang menggunakan proses fermentasi.
  • Sea food
  • Minuman bersoda, dan minuman instan lainnya kecuali yogurt.
  • Daging (sapi dan ayam) dan produk olahannya.
  • Kacang-kacangan (karena ada riwayat terkena asam urat).
  • Sayuran berdaun hijau pekat (karena ada riwayat terkena asam urat).
  • Camilan yang mengandung garam tinggi dan ber-MSG.

Saya berusaha keras menanamkan mindset “Pilih camilan yang SEHAT. Ambil buah-buahan jika terpikir ingin NGEMIL. Kenyangkan dengan SALAD jika perut masih terasa LAPAR.”

Dengan demikian, kebutuhan serat tubuh bisa terpenuhi dan pencernaan lancar. Sejak menjalani hidup sebagai Vegetarian, kulit wajah menjadi lebih halus dan segar (*komentar suami seperti itu saat melihat perubahan saya) dan cukup menghemat anggaran karena tidak sering jajan di kaki lima atau ke resto siap saji.

Saya sangat berbahagia atas usaha dan kedisplinan saya saat mengetahui lingkar pinggang saya berkurang 5cm (90cm – 85cm) dan berat badan turun lagi (58kg – 55kg). Total hasil diet dan olahraga selama 4 bulan (akhir November 2016 – Februari 2017), berat badan saya susut 12kg. Angka 55kg saya pikir cukup ideal untuk tinggi 163cm. Saya tidak mau terlalu kurus yang terpenting adalah tubuh yang sehat.

Foto : dokumen pribadi
Foto : dokumen pribadi

Selanjutnya adalah bagaimana tetap konsisten menjaga kedisiplinan diri. Salah satunya konsisten melakukan Yoga.

sumber gambar : dari laman Facebook grup LUNA Yoga.
sumber gambar : dari laman Facebook grup LUNA Yoga.

Kata pepatah memang benar, ‘No Pain No Gain’. 

my journal, Review Produk

Skuter Kece Bercitarasa Italia ‘Benelli Pepe 125 ‘

Patah hati saya sudah terobati dengan kehadiran skuter merah ini. Pilihan saya jatuh pada skuter asal Italia ini. Sebelumnya, saya telah mencari berbagai informasi tentang jenis-jenis skuter yang beredar di pasaran melalui internet. Sampai saya membuka situs www.benelli.co.id Ada beberapa variasi skuter di sana lalu saya tertarik dengan Pepe 125 karena membaca informasi seputar dunia otomotif, khususnya skuter. Generasi sebelumnya telah hadir Pepe 50cc dan saya sempat melihat tayangan review-nya di situs YouTube. Ini semakin menarik perhatian saya karena bodi skuternya yang terlihat pas. Tidak terlalu besar ataupun pendek.

Saya juga bertanya terlebih dulu pada bagian sales marketing Benelli cabang Bandung melalui pesan WhatsApp. Kemudian melihat langsung skuternya di dealer jalan Moh.Toha No.50  Bandung. Kesan pertama terlihat mirip skuter Cina tetapi saat melihat detilnya dan mencoba duduk di atasnya, rangka dan body-nya terasa kokoh.

Setelah semua informasi yang saya peroleh lengkap, akhirnya mantap untuk meminang Benelli Pepe 125 warna merah. Proses pengajuan kreditnya tidak terlalu lama sampai barang diterima di rumah per tanggal 16 Februari 2017 lalu.

Perkenalkan, teman baru saya, Benelli Pepe 125.

 

Foto : dokumen pribadi
Foto : dokumen pribadi

Spesifikasi Benelli Pepe 125

Dimensi

  • Panjang  : 1900mm
  • Lebar      :  660mm
  • Tinggi     : 1100mm
  • Jarak Sumbu Roda : 1340mm
  • Berat Bersih : 123kg

Mesin

  • Tipe        : 1 silinder, 4 langkah, Pendingin Udara
  • Kapasitas mesin : 123.6ml
  • Daya maksimum : 6.2KW/7500r/min
  • Torsi maksimum : 9.2N.m/6000r/min
  • Sistem pengapian : CDI
  • Perbandingan kompresi : 9:1

Ban

  • Ban Depan : 80/90-15
  • Ban Belakang    : 90/90-14

Rem

  • Rem Depan : Disc
  • Rem Belakang : Drum

Bensin

  • Kapasitas tangki : 6 Liter
  • Tipe Bensin : Bensin reguler tanpa timbal
  • *setelah uji coba 300 km pertama dengan pengisian Pertamax turbo, bahan bakarnya terhitung irit.

 

Berikut tampilan dari berbagai sisi dan beberapa bagian motor :

 

This slideshow requires JavaScript.

Gimana, kece kan? Menurut saya untuk cewek atau cowok cocok banget karena skuter ini dari segi penampilan, jika memilih warna merah, terkesan ceria dan modis. Pilihan warna lain tersedia putih dan hitam.

Satu hal yang paling PENTING dan sangat MEMBAHAGIKAN saya adalah tersedianya konektor charger handphone di dalam bagasi depan. Ini sangat menguntungkan para scooterist saat dalam perjalanan jauh. Jika kehabisan daya batre, bisa langsung di-charge sambil si skuter melaju. Saya sudah mencobanya, fitur ini berfungsi dengan baik.

Konektor charger handphone
Konektor charger handphone

Fitur ini dimiliki pula oleh skuter matic yang pernah saya taksir, Vespa Piaggio (i-get) seri terbaru. Jadi, hal ini tentu menjadi pertimbangan para calon pembeli skuter matic. Benelli Pepe 125 seharga 19 juta rupiah, saya pikir sangat pantas dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Overall, saya menyukai skuter ini.

Kekurangan skuter ini :

  • Tidak ada standar samping (Side Stand).
  • Bagasi di bawah jok kurang luas.

Kelebihannya :

  • Suara mesin halus dibandingkan dengan skuter matic sejenis.
  • Akselerasi halus.
  • Handling ringan.
  • Tuas rem empuk.
  • Tarikan gas ringan dan mantap.
  • Fitur konektor charger handphone.
  • Lampu depan cukup terang di perjalanan malam hari.
  • Jok sangat nyaman.
  • Performa ban sangat baik di jalan aspal ataupun bergelombang.
  • Tersedia rak/dudukan di bagian belakang jok. (Bisa sebagai tempat penyimpanan helm cadangan atau tas kulit khusus skuter).

Bagi mereka pencinta skuter, dan memiliki budget yang pas-pasan, lebih bijak kita memilih skuter 125cc kece ini. Jangan lupa untuk bergabung di komunitas Benelli Owner Indonesia (grup Facebook) agar mendapatkan banyak manfaat terutama berkaitan dengan sparepart dan segala informasi tentang motor Benelli.

Jika tertarik dengan skuter ini, bisa menghubungi dealernya di sini.

Dealer Bandung : (022) 5220035 / Pak Robi (081320925509)

Sekarang, saya akan setia bersama ‘Red Pepe 125’ ke manapun. Let’s Scoot! Salam satu aspal! 🙂

 

365 days' Project, Februari, my journal

“Diary Yoga #1”

Resolusi utama saya di tahun 2017 ini adalah ingin lebih sehat.

Berawal dari terdeteksinya gejala kolesterol tinggi dan kadar asam urat tinggi di akhir tahun 2016. Dokter menyarankan agar STOP mengonsumsi daging, segala yang digoreng, kacang-kacangan, dan mengurangi makanan yang gurih. Saya hanya boleh memakan ikan (bukan sea food), sayuran, dan buah-buahan disertai dengan olahraga rutin.

Awalnya saya merasa tersiksa karena selama ini sudah terbiasa dengan pola makan ‘terserah apa mau saya’. Mengemil keripik dan teman-temannya juga masih dilakukan apalagi minuman kopi instan dan minuman manis lainnya. Namun saya mencoba ‘berunding’ dengan tubuh saya. Sampai saya pada keputusan ingin menjadi Vegetarian saja agar aman.

Setelah browsing mencari tahu tentang bagaimana menjadi Vegetarian, hati saya bertambah mantap. Selain karena harus memperhatikan pola makan rendah lemak, saya ingin mendisiplinkan diri sendiri untuk mengubah kebiasaan makan yang buruk menjadi pola makan yang lebih sehat. Akhirnya saya membeli buku tentang Vegetarian agar lebih paham tentang kebutuhan tubuh saya. Setelah membaca dengan saksama, saya termasuk tipe Vegetarian Ovo (tidak mengonsumsi daging dan produk olahan hewani termasuk susu, keju, tetapi masih mengonsumsi putih telur sesekali).

Buku "I am A Happy Vegetarian" karya Karina Padmasuri, penerbit Octopus Publishing House.
Buku “I am A Happy Vegetarian” karya Karina Padmasuri, penerbit Octopus Publishing House. (foto : dokumen pribadi)

Dua minggu pertama, saya sangat memperhatikan asupan makanan. Meminimalsir minyak yang terkandung dalam masakan, menghentikan penggunaan bumbu penyedap (MSG), lebih mengontrol keinginan ngemil makanan ringan yang kurang sehat dan memilih lebih banyak menyediakan buah-buahan untuk stok camilan. Sebulan saya konsisten dengan pola makan ala vegetarian tanpa mengonsumsi telur dan susu. Gejala-gejala asam urat seperti kepala pusing, pegal di area tubuh sebelah kiri terutama pundak, pergelangan tangan dan telapak kaki mulai berkurang. Terkadang kambuh jika saya salah makan. Saya juga berusaha mendetoks tubuh dengan berpuasa seminggu dua kali. Praktis setelah dua bulan berdiet, berat badan susut hingga 6 kg (dari 67kg – 61kg).

Tubuh pun mulai terasa ringan, keringat tidak terlalu membanjir kecuali saat berolahraga saja. Pola diet ini saya bantu juga dengan latihan fisik (berjalan kaki, lari, dan Yoga). Jadi dalam seminggu bisa 3 atau 4 kali berolahraga dengan intensitas bervariasi tergantung kesanggupan tubuh. Setelah rutin mengikuti jadwal Yoga seminggu sekali, saya merasa tubuh semakin fit dan otot-otot tubuh lebih fleksibel. Bonusnya kemudian berat badan turun lagi hingga di angka 58kg.

 

Saya juga mulai memvariasikan menu makan sehari-hari. Saat kangen dengan makanan yang digoreng, saya lebih memilih minyak zaitun atau minyak canola untuk menumis atau menggoreng. Tentu harganya lebih mahal dibanding minyak sawit biasa. Tetapi saya tidak mau mengambil risiko penyakit saya kambuh gara-gara urusan minyak. Demi kesehatan saya pilih yang lebih aman.

Perlahan tubuh menyesuaikan dirinya sendiri dengan ritme yang saya lakukan. Saat memakan sesuatu yang mengandung pemanis berlebih, lidah rasanya menjadi kurang ramah, atau saat tidak olahraga rasanya lemas beraktivitas di rumah. Sejak saya mengikuti kelas Yoga, manfaatnya mulai terasa setelah empat kali pertemuan. Setiap orang tentu akan mengalami reaksi yang berbeda setelah ber-Yoga. Konsultasi pada guru Yoga sangat diperlukan sebelum, selama melakukan, dan setelah latihan karena gerakan Yoga pada dasarnya sangat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan seseorang.

Saya berencana tiga bulan pertama ini (Januari-Maret) akan konsisten dengan 4 kali pertemuan per bulan. Mungkin nanti intensitasnya akan ditingkatkan menjadi 6-8 kali pertemuan sebulan. Tujuan awal ber-Yoga hanya untuk menjaga kebugaran tubuh tetapi semakin hari semakin termotivasi untuk jauh lebih baik dari sekadar bugar. Yoga memberi saya ruang untuk lebih sayang pada tubuh, membantu untuk lebih fokus, relaksasi, mengusir kejenuhan dan belajar bersabar juga menyeimbangkan jiwa raga dalam hubungan dengan rasa syukur pada Allah SWT.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai Yoga akan saya bagikan di tulisan selanjutnya, “Diary Yoga #2”.

 

my journal, September

Sekolah Kece untuk Masa Depan Kece

Kamu bingung milih sekolah yang tepat supaya dapat pekerjaan dengan cepat? Atau nyari kampus yang fasilitasnya lengkap dan nggak bakalan mikir dua kali untuk daftar jadi mahasiswa di sana?

Dulu, saya juga sempat mengalami hal kayak gitu. Banyak sekali sekolah tinggi dan universitas di Bandung yang menawarkan berbagai fasilitas yang mereka miliki. Saya sempat mencari-cari informasi terlebih dulu sebelum mendaftarkan diri sebagai mahasiswa. Mulai dari brosur, informasi dari teman-teman, dan beberapa rekomendasi sanak saudara.

Waktu itu, pilihan saya jatuh pada sebuah sekolah bahasa asing karena minat saya memang di sana. Saya pikir kalau saya belajar lebih dalam tentang bahasa Inggris harus pada tempat yang tepat. Terlebih lagi kampus saya ini memang memiliki fokus utama pada bidang kepariwisataan.

Sempat terbersit dalam benak saya, mungkin suatu hari nanti saya bisa bekerja di travel agency atau bidang-bidang lain yang berhubungan dengan bidang studi saya. Ternyata bahasa Inggris itu mencakup bidang pekerjaan yang sangat luas.

Berkaitan dengan bahasa Inggris dan hal-hal berbau pariwisata, saya jadi ingat perkenalan dengan salah seorang penyiar radio Hard Rock FM Bandung, Faisal Hasan. Ternyata latar belakang sekolahnya tidak jauh dari dua hal tadi. Setelah cukup lama menjadi penyiar radio, dia kini menjalani profesi sebagai tour guide di Pleasant Tour, Kuta, Bali. Sebelumnya dia juga sempat menjalankan bisnis kuliner dan produk Pastry. Setelah saya kepoin, dia ternyata lulusan dari NHI (Enhaii) yang sekarang bernama Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

“Pantesan, English-nya oke pisan, ramah pula,” batin saya.

Rabu siang yang lalu, 31 Agustus 2016, saya dan teman-teman komunitas Blogger Bandung, berkesempatan mengunjungi kampus si penyiar itu. Ketika tiba di jalan Setiabudi No.186, memasuki pintu gerbang kampus megah itu, auranya terasa berbeda dibandingkan kampus lain. Kesan pertama, nyaman dan ramah.

Setiap kali berpapasan dengan para mahasiswa yang terlihat kece berseragam rapi plus wangi di lorong kampus, mereka menyapa saya,“Siang,bu,” dengan senyuman.

“Ah, saya dikira dosen kali, ya? Kok pada ramah gini, sih?” pikir saya.

Dua mahasiswa STP Bandung sedang berjalan di lorong gedung Ciremai. (foto : dokumen pribadi)
Dua mahasiswa STP Bandung sedang berjalan di lorong gedung Ciremai. (foto : dokumen pribadi)

 

Ternyata, kege-eran saya itu sirna saat tahu bahwa di sekolah ini benar-benar memegang kebiasaan ‘Being professional has to be in “Good Grooming, good attitude, good knowledge”.’

Kekaguman saya bertambah saat berkeliling kampus selepas acara perkenalan di gedung Ciremai lantai 6.

Gedung Ciremai (foto : dokumen pribadi)
Gedung Ciremai
           (foto : dokumen pribadi)

 

Saya dan teman-teman Komunitas Blogger Bandung di lobby gedung Ciremai. (foto : dokumen pribadi)
Saya dan teman-teman Komunitas Blogger Bandung di lobby gedung Ciremai. (foto : dokumen pribadi)

Dua mahasiswa jurusan Manajemen Pengaturan Perjalanan, mas Hindami, yang ramah, dan mbak Martina yang cantik, memandu kami melihat-lihat area kampus.

Mas Hindami (kanan) & Mbak Martina (kiri), mahasiswa jurusan Perjalanan (program studi Manajemen Pengaturan Perjalanan). (foto : dokumen pribadi)
Mas Hindami (kanan) & Mbak Martina (kiri).
        (foto : dokumen pribadi)

Sekolah tinggi pariwisata yang lebih dikenal dengan nama NHI (eNHaii) ini telah 54 tahun berdiri dan mendapatkan berbagai penghargaan. Kampus ini dibawah naungan Kementerian Pariwisata. Kini, bapak Drs. Anang Sutono,MM.Par.,CHE, menjadi ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

Kampus yang luas ini menyediakan fasilitas lengkap. Mulai dari gedung-gedung yang bertemakan nama-nama gunung, dome (fasilitas olahraga), perpustakaan, kafe, coffee shop, bar, restaurant, dan laboratorium sesuai bidang studi, gedung serbaguna dengan kapasitas besar.

Denah Kampus STP Bandung (foto : dokumen pribadi)
Denah Kampus STP Bandung
                                                                      (foto : dokumen pribadi)

Kenyamanan kampus dan fasilitas penunjang yang baik menurut saya adalah dua hal paling penting untuk tempat belajar. Sekolah ini memiliki keduanya. Terbukti setelah saya berkeliling kampus bersama teman-teman Blogger Bandung. Semua fasilitas tersedia sesuai dengan program bidang studi yang diikuti para mahasiswa.

Dome STP Bandung (gedung olahraga). (foto : dokumen pribadi)
Dome STP Bandung (gedung olahraga).
                                               (foto : dokumen pribadi)

Saat sesi pengenalan kampus, Bapak Dony Riyadi,MM.Par, selaku Kepala Unit Komunikasi Publik (Humas) memaparkan bahwa di STP Bandung memiliki jurusan utama, yaitu Hospitaliti, Perjalanan dan Kepariwisataan, serta program studi pasca sarjana. Masing-masing jurusan memiliki program studi setingkat D3, D4, dan S1.

Bapak Dony Riyadi,MM.Par, Kepala Unit Komunikasi Publik. (foto : dokumen pribadi)
Bapak Dony Riyadi,MM.Par, Kepala Unit                 Komunikasi Publik.
           (foto : dokumen pribadi)

Berikut ini program studi yang ada di setiap jurusan :

Jurusan Hospitaliti

  1. Studi Akomodasi & Katering (SAK) – S1
  2. Administrasi Hotel (ADH) – D4
  3. Manajemen Divisi kamar (MDK) – D3
  4. Manajemen Tata Hidang (MTH) – D3
  5. Manajemen Tata Boga (MTB) – D3
  6. Manajemen Patiseri (MPI) – D3

Jurusan Perjalanan

  1. Studi Industri Perjalanan (SIP) – S1
  2. Manajemen Bisnis Perjalanan (MBP) – D4
  3. Manajemen Pengaturan Perjalanan (MPP) – D4
  4. Manajemen Bisnis Konvensi & Event (MBK) – D4

Jurusan Kepariwisataan

  1. Studi Destinasi Pariwisata (SDP) – S1
  2. Manajemen Destinasi Pariwisata (MDP) – D4
  3. Manajemen Bisnis Pariwisata (MBW) – D4

Kami sempat melihat langsung kegiatan di jurusan Hospitaliti, yaitu tempat praktik program studi Manajemen Tata Hidang (MTH), Manajemen Tata Boga (MTB), dan Manajemen Patiseri (MTP).

Di ruang kafe, para mahasiswa melakukan praktik bagaimana menghidangkan makanan yang telah dibuat oleh para mahasiswa program Pastry (Patiseri) dan minuman ringan.

Kafe Kampus (foto : dokumen pribadi)
Kafe kampus (foto : dokumen pribadi)

 

Para mahasiswa yang sedang bertugas di kafe. (foto : dokumen pribadi)
Para mahasiswa yang sedang bertugas di kafe. (foto : dokumen pribadi)
Menu pilihan jus buah di kafe. (foto : dokumen pribadi)
Menu pilihan jus buah di kafe. (foto : dokumen pribadi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Makanan dan minuman yang tersedia di kafe adalah hasil karya para mahasiswa program studi Tata Boga dan Pastry. Semua produknya dijual dengan harga terjangkau, mulai Rp 5.000,00. Siklus distribusi hidangan yang dibuat adalah dari mahasiswa untuk mahasiswa.

Mahasiswa semester awal akan mendapatkan bimbingan kakak kelasnya dalam pengawasan dosen. Mereka pun secara bergantian saling memahami teori dan praktik dalam bidang studi yang mereka pelajari juga memberi masukan atas apa yang sudah mereka kerjakan. Sebagai contoh, mahasiswa Tata Boga menyajikan hasil karya mereka pada mahasiswa lain agar mencicipi langsung.

Nama Restoran

 

Bar yang menyediakan minuman ringan. (foto : dokumen pribadi)
Bar yang menyediakan minuman ringan. (foto : dokumen pribadi)
Kegiatan Praktikum Mahasiswa di restoran. (foto : dokumen pribadi)
Kegiatan Praktikum Mahasiswa program studi Manajemen Tata Hidang (MTH). (foto : dokumen pribadi)

 

Contoh Penataan Alat Makan di Meja Restoran FIne Dining. (foto : dokumen pribadi)
Contoh Penataan alat makan di meja restoran fine dining.
                                                                 (foto : dokumen pribadi)

 

Bar di restoran fine dining. (foto : dokumen pribadi)
Bar di restoran fine dining. (foto : dokumen pribadi)
Outdoor view di restoran (foto : dokumen pribadi)
Outdoor view di restoran (foto : dokumen pribadi)

 

 

 

 

 

 

 

View dari jendela restoran (foto : dokumen pribadi)
View dari jendela restoran (foto : dokumen pribadi)

 

Dapur (Tata Boga)
Dapur (Tata Boga)  (foto : dokumen pribadi)

 

Dapur restoran (foto : dokumen pribadi)
Dapur restoran
     (foto : dokumen pribadi)
Ruang Baking (foto : dokumen pribadi)
Ruang Baking
                                   (foto : dokumen pribadi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Coklat putih berbentuk menara Eiffel, salah satu karya mahasiswa program studi Pastry. (foto : dokumen pribadi)
Coklat putih berbentuk menara Eiffel, salah satu karya mahasiswa program studi Pastry.
(foto : dokumen pribadi)
Macam-macam roti (foto : dokumen pribadi)
Macam-macam roti
(foto : dokumen pribadi)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kami juga mengunjungi ruang kelas jurusan Perjalanan, program studi Manajemen Pengaturan Perjalanan (MPP). Di sana, mas Hindami memperlihatkan ruang Galileo, tempat belajar mahasiswa dengan fasilitas komputer, in focus, dan audio visual. Salah satu materi yang mereka pelajari adalah bagaimana memproses sistem ticketing untuk perjalanan. Program studi ini mengarahkan mahasiswa pada bidang pekerjaan tour consultant (konsultasi perjalanan) dengan mata kuliah mempelajari hal-hal yang berkaitan pembuatan paket tour perjalanan dan belajar menjadi tour guide (pemandu wisata). Selain itu pembelajaran bahasa asing seperti bahasa Inggris, Mandarin dan Perancis juga ada dalam mata kuliahnya.

 

Ruang Galileo, tempat belajar mahasiswa MPP. (foto : dokumen pribadi)
Ruang Galileo, tempat belajar mahasiswa MPP. (foto : dokumen pribadi)

 

Ruang demo penumpang (foto : dokumen pribadi)
Ruang demo penumpang (foto : dokumen pribadi)

Bagi mahasiswa yang memiliki hobi dan bakat di bidang olahraga dan musik, STP Bandung menyediakan wadah yang lengkap, termasuk kegiatan di bidang kerohanian. Sekelumit kegiatan mahasiswa yang ditampung dalam sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dijelaskan oleh perwakilan dari Senat Mahasiswa (SEMA) STP Bandung.

Perwakilan Senat Mahasiswa STP Bandung sedang menjelaskan berbagai kegiatan mahasiswa di kampus dan luar kampus. (foto : dokumen pribadi)
Perwakilan Senat Mahasiswa STP Bandung sedang menjelaskan berbagai kegiatan mahasiswa di kampus dan luar kampus. (foto : dokumen pribadi)

Berikut ini sebagian penampilan klub hobi di UKM STP Bandung :

Grup angklung ini tampil di pembukaan acara pengenalan kampus STP Bandung di gedung Ciremai, lantai 6 dengan membawakan lagu daerah, lagu barat, dan lagu ‘Kopi Dangdut’.

Grup angklung & arumba
Grup Angklung STP Bandung (foto : dokumen pribadi)

 

Penampilan Modern Dance mahasiswa STP Bandung. (foto : dokumen pribadi)
Penampilan Modern Dance mahasiswa STP Bandung.
                                                             (foto : dokumen pribadi)

 

NBC 2

 

Atraksi NBC (eNHaii Bartender Club). (foto : dokumen pribadi)

 

NBC 3 (lempar)
Atraksi NBC (eNHaii Bartender Club)                                                                                                                          (foto : dokumen pribadi)

Kegiatan mahasiswa yang ada di STP Bandung telah menghasilkan beberapa penghargaan tingkat nasional maupun internasional.

Melihat sekolah dengan segala fasilitas kece tentu erat kaitannya dengan biaya kuliah. Mahal atau murah itu sangat relatif, tetapi dengan biaya kuliah sebesar 12 juta rupiah, saya pikir sepadan dengan kualitas pendidikannya. Jumlah tersebut mencakup biaya pendaftaran, baju seragam, dan biaya praktikum (belum termasuk biaya program studi). Terlebih lagi jaminan masa depan yang cerah akan terlihat jelas di depan mata karena bidang kepariwisataan semakin ke depan semakin menjadi primadona di berbagai belahan dunia. Hal itu sesuai dengan slogan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung :

Marching Forward to a World-Class Tourisme Standard”.

STP Bandung juga menjalin kerjasama dengan beberapa donatur untuk program bantuan dana pendidikan bagi mereka yang berprestasi atau kurang mampu. Jadi selalu ada jalan bagi mereka yang ingin meraih masa depan yang lebih baik.

Bayangkan jika kamu atau kerabatmu suatu hari nanti menjadi chef andal yang bekerja di luar negeri, pemilik agen travel domestik dan international, pegawai profesional di hotel terkenal, atau bekerja di restoran kapal pesiar yang menjelajah berbagai belahan dunia. Menyenangkan bukan? Apapun profesimu nanti, tentu harus dicapai dengan usaha keras. Langkah awalnya adalah memilih tempat belajar yang tepat.

Saya merekomendasikan Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung ini karena mengarah pada pencapaian profesionalisme bidang kepariwisataan, khususnya pariwisata Indonesia, sejalan dengan program ‘Wonderful Indonesia’ yang sedang gencar dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata.

Screenshot laman situs STP Bandung
Screenshot laman situs STP Bandung

Informasi lengkap tentang Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung bisa dilihat di : http://www.stp-bandung.ac.id

Telepon : (022) 222011456 Fax : (022) 222012097, alamat kampus : Jl.Dr.Setiabudi No.186 Bandung 40141.

Foto bersama komunitas Blogger Bandung dan pengurus STP Bandung. (sumber foto : laman Facebook STP Bandung)
Foto bersama komunitas Blogger Bandung dan pengurus STP Bandung.
                                   (sumber foto : laman Facebook STP Bandung)
Januari 2016

Saya Tidak Takut ke Dokter Gigi (2)

Proses pembersihan karang gigi biasanya akan memerlukan waktu beberapa kali pertemuan tergantung pada tingkat keparahan karang gigi pasien. Saya sendiri sudah melakukan dua kali pertemuan untuk hal tersebut. Rasa ngilu pasti ada saat proses pembersihan dilakukan. Namun lebih baik merasa sakit sekarang daripada sakit berkepanjangan.

Setelah melihat hasilnya, gigi saya lebih bersih namun gusi yang tadinya tertutup karang gigi akan terlihat kemerahan karena radang. Deretan gigi jadi terlihat lebih renggang karena terdorong oleh karang gigi yang menumpuk sekian lama. Saya sudah menduga hal tersebut. Dokter pun menyarankan pemasangan behel. Memang ini akan memerlukan biaya besar karena sama sekali tidak dijamin oleh BPJS. Pemasangan behel termasuk dalam kategori perawatan kecantikan / estetis harus memakai biaya pribadi. Setelah saya tanyakan biayanya sekitar 4-5 juta rupiah. Menurut informasi seorang teman, biaya sebesar itu terbilang murah dibandingkan jika kita melakukannya di tempat praktek dokter gigi pribadi.

Tentu saja proses pemasangannya tidak secepat yang saya duga. Saya memiliki masalah dengan gusi gigi geraham bawah ketiga dari belakang. Dari hasil rontgen pertama, terlihat jelas bahwa ada gusi gigi geraham saya yang agak turun / rusak lagi-lagi penyebabnya adalah karang gigi dan cara menggosok gigi yang salah.

Berikut ini cara menggosok gigi yang benar :

Petunjuk Cara Menggosok Gigi yang Benar (foto : dokumen pribadi)
             Petunjuk Cara Menggosok Gigi yang Benar (foto : dokumen pribadi)
  1. Sikatlah semua gigi rahang atas dari arah gusi ke gigi dengan gerakan memutar (roll technique).
  2. Untuk gigi bawah sikatlah juga dari gusi ke gigi.
  3. Jangan lupa menyikat permukaan gigi dekat langit-langit dan lidah dengan gerakan dari dalam ke arah luar.
  4. Sikatlah permukaan kunyah gigi ke arah depan dan belakang.
  5. Perhatikan permukaan gigi yang menghadap pipi, sikatlah perlahan dengan gerakan memutar.
  6. Akhiri berkumur dengan segelas air bersih. Jika perlu, pakailah obat kumur.

 

Dokter Sp.Orthodontie memeriksa gigi geraham saya dan menyarankan untuk mempertahankan gigi itu karena giginya masih melekat kuat.  Nanti akan dianalisa kemudian di pertemuan berikutnya, apakah di bagian gusi tersebut masih ada jaringan atau tidak, dan bisa dilakukan pembersihan khusus dengan cara ‘dikorek’. Mendengar kata itu, saya kembali merasa ngilu. Proses pembersihan karang gigi saja sudah membuat gusi saya cenat-cenut, eh.. malah harus ada tahapan ini juga. Namun saya harus sabar mengikuti prosedurnya.

Tiba di minggu berikutnya, dokter mengecek kembali kondisi gigi geraham saya. Dokter tidak berkomentar apapun. Saya me-rewind perkataan dokter, “Dokter, saya mau cetak rahang.”

Perawat menyiapkan keperluan cetakan. Bahan berupa pasta berwarna ungu dengan aroma mint diwadahi ke sebuah cetakan rahang gigi lalu dokter memasukkannya ke dalam mulut saya. Cetakan ditekan ke rahang atas terlebih dulu dan menunggu kira-kira 5 menit hingga adonan pasta ungu itu sedikit mengeras, lalu dokter mengeluarkannya. Dokter melakukan hal yang sama untuk rahang bagian bawah. Cetakan tersebut nanti akan menjadi bahan pembelajaran dokter dalam pemasangan behel.

Dokter kembali mengecek apakah karang gigi saya sudah benar-benar bersih. Pembersihan akan dilakukan lagi sebelum dokter memasang benda mirip karet gelang kecil yang disebut separator. Benda itu diletakkan di sela-sela di graham atas dan bawah. Hal ini dilakukan untuk tempat di mana kawat behel akan dililitkan nanti.

Pemasangan separator (warna biru) di sela-sela gigi geraham (foto : dokumen pribadi)
Pemasangan separator (warna biru) di sela-sela gigi geraham (foto : dokumen pribadi)

 

Dokter mengatakan, “Jika terasa sakit, minum obat Ponstan. Setelah seminggu, ibu ke sini lagi.”

“Dokter, kalau ngunyah makanan gimana? Takut copot.” Gigi gerahama saya mulai terasa kurang nyaman.

“Paksakan saja mengunyah, ya?” ujar dokter.

Benar saja apa yang saya khawatirkan itu terjadi.

 

Bersambung ke bagian 3

Januari 2016

Saya Tidak Takut ke Dokter Gigi (1)

foto : dokumen pribadi
foto : dokumen pribadi

Awalnya, kedatangan saya ke dokter gigi di sebuah rumah sakit umum adalah hanya untuk membersihkan karang gigi yang sudah terlihat parah. Saya sempat mengingat momen kapan terakhir kali ke dokter gigi. Mungkin 2 atau 3 tahun lalu. Itupun hanya karena sakit gigi geraham belakang. Sakitnya hingga menyebabkan sakit kepala sebelah. Begitulah kebanyakan orang pergi ke dokter gigi karena sakit gigi.

Mungkin Anda juga begitu. Setelah rasa nyeri dan sakit kepala itu hilang, lupa deh, untuk kembali ke dokter gigi. Waktu itu dokter menyarankan, “Gigi geraham harus dioperasi, karena tempat tumbuhnya tidak memadai jadi harus dibuang atau nanti akan sakit lagi.”

Membayangkan ruang operasi saja saya sudah ngeri! Saya takut banget kalau harus operasi. Hal ini tidak saya lakukan. Ternyata memang tidak lagi timbul gejala nyeri di gigi geraham itu hingga hari ini. Jadi saya pikir tidak perlu menjalankan operasi.

Beberapa hal yang saya rasakan sebelum karang gigi dibersihkan, antara lain : gusi berdarah setiap kali menggosok gigi, gusi terasa panas, dan terkadang ngilu jika sedang mengunyah makanan.

Beruntung saya memakai BPJS sehingga proses pembersihan karang gigi bisa dijamin. Perlu diingat sebelum dokter menangani hal ini, berkas pasien pengguna BPJS dari bagian pendaftaraan di poli Gigi harus di-acc terlebih dulu di BPJS Center. BPJS hanya memberikan manfaat ini setahun sekali saja. Jika dokter menyarankan untuk pembersihan tahap kedua maka harus menggunakan biaya sendiri sebesar Rp.67,000,00. Jika terdapat masalah gigi dan dokter meminta Anda untuk melakukan rontgen Panoramix. Rontgen jenis ini dijamin oleh BPJS. Hasil rontgen biasanya bisa diambil di hari berikutnya (maksimal pengambilan hanya tiga hari).

Setelah dokter umum membaca hasil rontgen Panoramix, saya disarankan untuk menemui dokter spesialis Orthodontie. Pertemuan dengan dokter spesialis ini tidak dijamin oleh BPJS. Pendaftaran di antrean dokter sp. ortho dikenakan biaya sebesar Rp.20,000,00 (dua puluh ribu rupiah). Dokter spesialis akan meminta Anda untuk melakukan rontgen Cepalometrix sebelum melakukan analisa untuk pemasangan behel pada pasien. Ini di luar jaminan BPJS sehingga dikenakan biaya sebesar Rp.54,000,00 (lima puluh empat ribu rupiah). Hasil rontgen dapat ditunggu.

Alat Rontgen Panoramix & Cepalometrix (foto : dokumen pribadi)
             Alat Rontgen Panoramix & Cepalometrix (foto : dokumen pribadi)

 

Beberapa hal perlu diperhatikan saat pendaftaran di RSUD untuk pengguna BPJS :

  1. Surat rujukan ASLI dari Puskesmas atau Rumah Sakit lain. Perhatikan periode surat rujukannya (biasanya 1 bulan) karena terdapat kemungkinan Anda untuk kembali lagi ke rumah sakit sesuai petunjuk dokter.
  2. KTP (asli) serta fotokopinya (fotokopi KTP 2 lembar akan diminta saat pengambilan hasil rontgen Panoramix / fotokopi Kartu Keluarga (untuk pengguna Jamkesmas).
  3. Kartu BPJS ASLI serta fotokopinya (2 lembar)
  4. Fotokopi surat rujukan (2 lembar)
  5. Kartu pasien rumah sakit. Jika belum memiliki kartu ini, Anda bisa mendaftarkan diri langsung di bagian pendaftaran poli yang Anda tuju. Kartu akan langsung dibuat. Bawa selalu kartu ini setiap Anda hendak berobat ke rumah sakit tersebut.
  6. Jika ada hal yang belum Anda ketahui tentang manfaat apa saja yang bisa dijamin oleh BPJS, Anda bisa langsung ke BPJS Center yang ada di RSUD tersebut.
  7. Perhatikan jam pengambilan nomor antrean.
    Kini sistem nomor antrean telah menggunakan komputer layar sentuh. Jika belum mengetahui prosedur pemakaiannya, Anda bisa menanyakan pada pusat informasi atau Satpam yang sedang bertugas. Rumah sakit tempat saya berobat (RSUD kota Bandung – Ujungberung) telah menyediakan layanan permintaan nomor antrean via SMS. Ada format SMS tertentu yang harus diketik, bergantung pada poli apa yang akan Anda tuju. Anda akan mendapatkan jawaban SMS yang berisi nomor urut antrean serta jam kehadiran. Pengguna layanan SMS ini harus sudah memiliki kartu pasien RS setempat.

 

*Bawalah selalu persyaratan di atas setiap kali Anda berobat ke RSUD. Jika sewaktu-waktu ditanyakan oleh petugas administrasi, berkas Anda telah siap.

 

Bersambung ke bagian 2

my journal

“Catching Dreams Trough Fun Blogging”

"Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Fun Blogging" (foto edited : dokumen pribadi, lokasi Telkomsel Digilife Dago)
“Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Fun Blogging”
(foto edited : dokumen pribadi, lokasi Telkomsel Digilife Dago)

Manusia selalu penuh dengan keinginan-keinginan dan impian dalam hidup. Ya, salah satu manusia itu adalah saya. Awalnya saya hanya ingin hidup bahagia. Tetapi makna bahagia itu ternyata abstrak. Hanya duduk menikmati buku yang bagus ditemani secangkir milk tea, itu salah satu kebahagiaan saya. Atau menuliskan sebuah kisah manis sekaligus tragis ke halaman kosong di layar laptop tanpa ada gangguan apapun, itu kebahagiaan saya juga. Namun ada hal-hal lain yang harus kita capai dengan materi untuk mencapai kebahagiaan yang lain.

Saat kondisi keuangan sedang menipis di akhir bulan Agustus lalu dan menanti honor cerpen yang tak kunjung tiba ke rekening tabungan, saya merasa tak bahagia. Di hari-hari penantian itu, saya mendapatkan informasi acara Fun Blogging 6 dari salah satu teman Facebook. Kala itu saya bingung karena anggaran belanja sedang diperketat. Otomatis biaya untuk mendaftarkan diri ke acara tersebut tampaknya nihil. Kalau saya meminta pada suami pun, saya pesimis akan diberi.

Saya memberanikan diri untuk mendaftarkan diri terlebih dulu karena jumlah peserta menurut info itu dibatasi. Setelah mendaftarkan diri, saya berharap keajaiban datang. Hingga tiba di batas tanggal pembayaran, saya belum bisa memenuhinya. Saya menyerah untuk beberapa saat tapi hati ini sangat ingin mengikuti acara itu. Saya teringat profil Mbak Haya Aliya Zaki. Beliau itu kan salah satu figur keren yang sudah banyak pengalamannya di bidang penulisan buku dan blogging.

Saya curhat tentang kegalauan saya pada Dyah Prameswarie di WhatsApp. Dia menyarankan, “Coba tanya aja ke mbak Haya, siapa tahu bisa bayar on the spot.” Aha! Saya langsung mengirim pesan di inbox FB mbak Haya, lalu cemas menunggu jawaban. Lega rasanya saat mbak Haya mengijinkannya dengan catatan saya positif hadir di acara itu.

Awal bulan September tiba, saya langsung menyisihkan anggaran belanja untuk Fun Blogging dengan pikiran, “Biarin lah, pake uang belanja. Toh, acara itu bakal bermanfaat banget buat saya. Mudah-mudahan nggak dosa.”

Saya sedang batuk dan flu saat menghadiri acara Fun Blogging 6 di gedung Grapari Digilife Dago. Tetapi sakit itu terlupakan, saking asyiknya menyimak setiap materi dan pengalaman yang diceritakan oleh ketiga emak keren, Haya Aliya Zaki, Ani Berta, dan Shinta Ries. Saya pun merasa terhibur karena telah sekian lama saya tidak ‘beredar’ keluar rumah. Pikiran saya benar-benar tercerahkan terutama saat teh Ani Berta menceritakan pengalamannya. Saya sangat terinspirasi dan termotivasi.

Saya mulai menemukan arah tujuan dalam dunia blogging. Tadinya saya menulis hanya untuk diri sendiri seperti menulis jurnal dan curhatan berbentuk narasi juga puisi. Tanpa terasa blog saya sudah berumur 5 tahun, tentu dengan semangat menulis yang turun naik. Kebanyakan turunnya. Sekarang saya mengerucutkan tujuan ngeblog ke arah yang saya senangi, yaitu fiksi, puisi, dan parenting. Walau saya pun menyukai hal-hal berbau teknologi, mungkin itu akan jadi tambahan pembelajaran untuk saya karena masih newbie.

Saya pun sedikit demi sedikit telah membuka pikiran pasangan saya tentang blogger karena hadiah yang saya terima kemarin. Setiap kali saya memiliki target mengikuti lomba blog, saya selalu mengatakannya pada pasangan saya. Berharap dia turut mendukung dengan doa karena beberapa impian yang kami miliki ada kesamaan. Impian bersama harus kami wujudkan bersama, salah satunya adalah mendukung kegiatan pasangan jika itu hal positif.

Hadiah Lomba Blog Smartfren #GoForIt - Fun Blogging 6, Andromax Es 4G LTE.
Hadiah Lomba Blog Smartfren #GoForIt – Fun Blogging 6, Andromax Es 4G LTE.

Dari hasil lebih rajin posting tulisan di blog, memiliki networking, dan pemanfaatan social media terutama aplikasi chatting, mulai terlihatlah kesempatan job untuk saya. Salah satu teman Fun Blogging 6 yang sudah saya kenal di dunia menulis fiksi mengabari saya bahwa profil saya sedang diajukan untuk job review produk souvenir. Ah, calon-calon rezeki memang akan datang jika kita undang dengan usaha. Semoga segera berjodoh dengan job tersebut.

Impian saya dalam waktu dekat adalah mendapatkan job review produk dan selesai menulis naskah novel remaja lalu segera ditaksir penerbit impian. Di jangka panjang rasanya ingin mendapatkan job artikel parenting. Saya harus lebih banyak membaca untuk referensi tentang parenting dan psikologi selain dari pengalaman pribadi untuk target itu. Tak ada hasil tanpa usaha.

Fun Blogging 6 is a place where I could build dreams and learning about life struggle.

Happy birthday, Fun Blogging!
May the joy and happiness always spreading to all over the nation.