beautiful songs, my journal

“Review Album CD Marcell – ‘Jadi Milikku'”

 

Cover Album CD Marcell "Jadi Milikku"
Cover Album CD Marcell “Jadi Milikku”

Untuk ke sekian kalinya, saya mendapatkan hadiah CD music dari sebuah restoran cepat saji. Kali ini saya beruntung mendapatkan album CD Marcell, penyanyi pria favorit saya. Sebelum album ini, saya pernah mendapatkan album Platinum Playlist CD-Marcell Siahaan. Saat pertama melihat covernya, keren! Nuansa oren dengan tulisan warna putih Marcell.

Di dalamnya terdapat catatan lirik lagu-lagu yang jumlahnya ada 10 lagu.

01. NASONANG DO HITA NADUA

02. SELALU DI SINI

03. PELUKLAH DIRIKU

04. SEMPURNALAH CINTA

05. BISA KAU PERCAYA

06. ORDINARY WORLD

07. BELAHAN JIWA

08. CINTA MATI

09. JADI MILIKKU

10. MODERN PLACE TO BE

Yang menarik adalah lagu berdurasi sangat pendek di track 01, judulnya “Nasonang Do Hita Nadua”. Perkiraan saya ini lagu berbahasa Batak. Terjemahan lagunya ada di bawah lirik lagu tersebut. Lagu ini mengisahkan tentang kebersamaan pasangan yang akan diingat selalu hingga masa tua nanti.

Lagu di track 04. “Sempurnalah Cinta”, Marcell berduet bersama Andien Aisyah. Liriknya berbunyi seperti ini :

“Kemarin dan esok nanti, kenangan dan harapan

bercahaya di dalam hati

sejuta mimpi menjadi nyata”

“Denganmu,  kasihku. Untukmu, cintaku.”

“Aku bersamamu slalu di sampingmu. Untuk menjadi teman hidup

dan sempurna cinta kita.”

Kemasan di antara catatan lirik lagu-lagu Marcell cukup eye catchy dengan tampilan beberapa pose foto diri Marcell. Yang paling keren adalah pose Marcell sedang melakukan salah satu gaya olahraga beladiri. Mirip kungfu.

Marcell-2

Pose lainnya juga menarik.

Marcell-3

Marcell-4Marcell-5Marcell-6

Secara keseluruhan lagu-lagu Marcell di album ini easy listening. Dari 10 lagu yang ada, saya paling suka “Bisa Kau Percaya”. Penggalan iriknya lumayan bermakna dalam, salah satu bagiannya ini :

“Cintaku bukan di atas kertas yang ditorehkan oleh tinta emas

Biar mereka yang pandai bicara tapi aku yang bisa kau percaya”

 Satu lagu lagi yang membuat saya terbang ke beberapa tahun lalu, rasanya saat itu saya masih remaja. Lagu dari Duran-duran “Ordinary World” sukses memanjakan telinga saya. Seingat saya, kakak saya seringkali memutar lagu itu dulu. Dua-duanya tetap enak didengar. Coba aja. 😉

Lagu-lagu di album CD Marcell ini juga bisa di-download di I-Tunes dan tersedia Ring Back Tone di provider Telkomsel, XL, dan Indosat.

beautiful songs, my journal

“Close Your Eyes” by Michael Buble

Michael Buble 2

 

Lagu ini sedang saya dengar berulang kali. Saya merasakan makna cinta dari lagu ini. Ya, lagi-lagi hal-hal sewangi cinta tak pernah lepas dari keseharian kita. Berikut ini lirik lagunya.

Close your eyes, let me tell you all the reasons why

Think you’re one of a kind Here’s to you, the one that always pulls us through

Always do what you gotta do You’re one of a kind, thank God you’re mine.

You’re an angel dressed in armor

You’re the fair in every fight

You’re my life and my safe harbor

Where the sun sets every night

And if my love is blind, I don’t want to see the light.

It’s your beauty that betrays you, your smile gives you away. Cause you’re made of strength and mercy

And my soul is yours to save I know this much is true

When my world was dark and blue I know the only one who rescued me was you

When your love pours down on me I know I’m finally free so I tell you gratefully

Every single beat in my heart is yours to keep

So close your eyes, let me tell you all the reasons why babe You’re never going to have to cry baby

Because you’re one of a kind Yeah, here’s to you You’re the one that always pulls us through

You always do what you got to do babe

‘Cause you’re one of a kind. You’re the reason why I’m breathing with a little look my way.

You’re the reason that I’m feeling It’s finally safe to stay!

Kalimat yang paling saya suka dari lirik lagu ini adalah “You’re the reason why I’m breathing.” Mungkin sebagian orang kalimat itu terdengar gombal. Namun, jika kita telah menemukan belahan jiwa yang akan menemani kita selama hidup, kita akan memiliki alasan mengapa kita bernapas hari ini dan berharap esok masih bernapas hanya karena dia. Selalu ada alasan bagi kita untuk hidup bersama seseorang yang kita cintai. Tak hanya pasangan hidup yang membuat kita bertahan dan menghirup udara segar, tetapi orang-orang yang memiliki arti dalam setiap langkah hidup kita. Kekuatan cinta mengalahkan segalanya.

Tutuplah matamu dan dengarkan semua alasan mengapa dia bersamamu hingga kini. Berbahagialah jika kamu adalah satu dari sejuta orang yang dipilih untuk mendekap setiap detak jantungnya di dalam hatimu. Pahamilah jika cintanya buta, karena itu dia tak ingin melihat cahaya. Dia hanya ingin bersamamu.

beautiful songs, my journal

“All of Me by John Legend”

Cover album John Legend "Love In The Future"
Cover album John Legend “Love In The Future”
All_of_Me_John_Legend

Saya sedang mengulang-ulang lagu dari John Legend ini.

What would I do without your smart mouth
Drawing me in, and you kicking me out
Got my head spinning, no kidding, I can’t pin you down
What’s going on in that beautiful mind
I’m on your magical mystery ride
And I’m so dizzy, don’t know what hit me, but I’ll be alright

My head’s under water
But I’m breathing fine
You’re crazy and I’m out of my mind

Chorus:
‘Cause all of me loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me, I’ll give my all to you
You’re my end and my beginning
Even when I lose I’m winning ’cause I give you all, all of me
And you give me all, all of you, oh…

How many times do I have to tell you
Even when you’re crying you’re beautiful too
The world is beating you down, I’m around through every mood
You’re my downfall, you’re my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can’t stop singing, it’s ringing, in my head for you

My head’s under water but I’m breathing fine
You’re crazy and I’m out of my mind

[Repeat Chorus]

Give me all of you
Cards on the table, we’re both showing hearts
Risking it all, though it’s hard

[Repeat Chorus]

Syairnya begitu dalam, terutama bagian chorus-nya dan seolah mengungkapkan bagaimana seorang pria yang sangat jatuh cinta pada pasangannya yang kini menjadi istrinya. Model video klipnya adalah John Legend dan istrinya, Chrissy Teigen. Feel lagunya tergambar jelas di sana bagaimana John mencintai segala yang ada pada diri istrinya.
Penggalan syair favorit saya adalah…
You’re my downfall, you’re my muse
My worst distraction, my rhythm and blues
I can’t stop singing, it’s ringing, in my head for you

Seharusnya pria manapun di dunia menerima apapun yang ada pada diri pasangan hidupnya karena penerimaan pertanda sebuah ketulusan hubungan walaupun dalam perjalanannya mungkin ada hal-hal yang harus diperbaiki. Inner beauty dari seorang istri adalah hal yang paling membuat suami terpikat, jadi kita sebagai perempuan harus pintar mengasah perasaan agar suami mampu ‘mencerna’ bagaimana perasaan kita padanya.

Setiap penggalan lagu ini, saya mencoba pahami bahwa setiap perempuan pasti memiliki pesona tersendiri di mata prianya. Ketidaksempurnaan akan terhapus oleh perasaan cinta yang tulus karena jika seseorang mencoba sepenuh hati menyayangi maka sisi negatif perlahan akan terkikis. Walaupun sang pria melihatnya sedang menangis atau cemberut, tetap saja ia terlihat memikat dan cantik di matanya. Perasaan cinta adalah anugrah bagi setiap pasangan manusia. Perasaan ini akan terpelihara jika masing-masing pribadi terus belajar memahami makna cinta itu selama perjalanan hidup bersama.

Dear husband, you have to know the deepest love you can create from a kiss and hug to your wife before going to bed and when she wake up in the morning. It’s not just a shape of love, but it’s the beauty of human feelings.

Wife, you won’t be bored with your husband if he always giving you the gentleness inside his heart.

beautiful songs, my journal, September

“My Story and Yours”

cropped-on-air.jpg

Acara ini digagas oleh Didik Djunaedi (owner Catfish radio), dan suatu kesenangan tersendiri bagi saya menjadi host acara ini. My Story and Yours adalah acara CURHAT On Air bagi pendengar radio Catfish dengan cara mengirimkan kisahnya via Email. Kisah dan CURHAT di My Story and Yours diharapkan bisa memberikan sesuatu bagi pendengar, baik itu makna penggalan kisah hidup seseorang tentang cinta, kesungguhan, karier, rumahtangga, atau apapun. Ada pelajaran dan hikmah di setiap kisah. Beberapa CURHAT dari pendengar (teman Catfish) menjadi inspirasi bagi saya pribadi, dan semoga pendengar Catfish (teman Catfish) bisa mendapatkan hal yang berharga dari CURHAT di My Story and Yours. “Sharing Is Good for Your Soul”
Berikut beberapa tema CURHAT yang sudah dibahas On Air :

My S&Y — Edisi 1 “Sakit Punggung”
My S&Y — Edisi 2 “Tanya Hati”
My S&Y — Edisi 3 “Batal Menikah”
My S&Y — Edisi 4 (Ramadhan) “Belajar Berpuasa”
My S&Y — Edisi 5 (Ramadhan) “Dilema”
My S&Y — Edisi 6 (Ramadhan) “Ramadhan dalam Kesederhanaan”
My S&Y — Edisi 7 (Ramadhan) “Mudik”
My S&Y — Edisi 8 “Kehilangan Keponakan”
My S&Y — Edisi 9 “Cyber Love”
My S&Y — Edisi 10 “Ayah Rumahtangga”
My S&Y — Edisi 11 “Bagaimana Mengatasi Bad Mood”
My S&Y — Edisi 12 “Sang Pacar Menghilang”
My S&Y — Edisi 13 “Bad Mood”
My S&Y — Edisi 14 “Sang Mantan”

Teman Catfish bisa mengirimkan CURHAT ke email : catfish_radio@yahoo.com Cc: betakun.widias@yahoo.com dengan Subject : MY STORY & YOURS. Setiap email yang saya terima akan dibahas bergiliran setiap hari SENIN pukul 20.00 WIB. My Story and Yours disiarkan ulang hari SELASA pukul 16.00 WIB

So, what are you waiting for? Join in “My Story and Yours” with me, Sis B, only on Catfish Radio. Enjoy some good music!
See you on the air!

CATFISH RADIO bisa diakses di http://www.webradiocentral.com/stations/52929-catfish-radio , https://us4.listen2myradio.com:2199/start/catfishr , dan melalui aplikasi di Android, Blackberry, I-Phone, via TuneIn radio app atau Mpme radio app.

beautiful songs, my journal

“Heart Hypnotic”

DELTA & BRYAN in the past
DELTA & BRYAN in the past
Gorgeous DELTA GOODREM
Gorgeous DELTA GOODREM

Judul sebuah lagu terbaru dari Delta Goodrem, membuat saya terhipnotis untuk mengulang-ulang lagu ini. Lagu ini mengingatkan saya akan daya magis dari seseorang yang saya kagumi. Ia membuat hati saya terhipnotis, apapun yang ia mau pasti saya akan melakukannya tanpa nalar.

Di awal situasi ini terjadi, saya tak menyadarinya, apa ini namanya? Jatuh cintakah? Hingga saya sedemikian terpesona, juga sebaliknya, dia terpikat pada saya. Mungkin cinta memang mengandung daya tarik magnetis hingga hati ini tertarik hanya pada satu objek yang menjadi pilihan hati.

Di saat lain, patah hati menjadi nyanyian indah karena kenangan yang dibawa olehnya. Ya, seperti simphony dua hati. Saat saya menyanyikan lagu patah hati, terbayang segala hal tentangnya dan luka yang pernah terasa. Saat saya lupa bahwa pernah patah hati, itu menjadi nyanyian hati yang lebih indah. Saya tersadar telah terhipnotis oleh orang asing yang membuat saya terbuai dengan kalimat cintanya dan sebenar-benarnya cinta.

Grey skies over a setting sea
Heartbreak, that sounds like a symphony
Future memories at the thought of you
Perfect moments of a desperate youth

Sun light burning into the moon
Just like all off the things you do
The way you got me,You in control,
Yeah, you can hypnotize me, You hypnotize me,

I don’t, I don’t know what this is,
But I know I love it, Baby yes I know,
You got my heart hypnotic, and no letting go

I don’t, I don’t know what this is,
But I know I love it, Baby yes I know,
You got my heart hypnotic, and no letting go

Dark nights under the setting sun
Bright lights, come we’re the only one
I’ve got this vision, how it’s supposed to be
There’s a fortune teller, telling you and me

Your light, is beaming inside of you,
That’s how, you mesmerized me too,
The way you got me,Yeah you in control,
You can hypnotize me,You hypnotize me

Delta, you hipnotized me with the song.
Husband, you hipnotized me with your humble and warmth.
Past, you’ve hipnotized me with the first thing I saw you.

beautiful songs, my journal

“I Can’t Live Without Music”

So, listen to the radio...
So, listen to the radio…

Semua orang pasti suka musik. Kalaupun ada orang yang tidak suka, saya pikir dia termasuk orang aneh. Musik bisa mengendurkan syaraf-syaraf yang tegang di otak kita. Jadi, nggak kebayang kalau ada orang yang nggak suka musik, mukanya kayak apa. Musik itu bisa membuat kita awet muda, betul nggak? Bukan berarti kita lupa umur karenanya, tapi kita bisa sejenak membuat diri kita lebih rileks, mengikuti irama, dan syair lagu yang mampu membuat kita lebih fresh dari pada sebelumnya.

Menurut saya pribadi, musik adalah cinta ketiga saya setelah suami dan putri saya. Dia nggak bisa dipisahkan dari hidup saya. Bahkan saat patah hati sekalipun, musik adalah teman terdekat saya selain sahabat. Alunan dan syairnya mewakili setiap hal yang pernah terjadi dalam hidup saya.
Beberapa penyanyi favorit saya menjadi inspirasi hidup bagi saya. Shania Twain misalnya, dia mengalami perjuangan panjang untuk mencapai puncak karirnya hingga akhirnya sempat memutuskan stop bernyanyi karena kepercayaan dirinya hilang saat ditimpa masalah rumah tangganya. Saya ingin sekali memiliki buku biografi yang ditulisnya sendiri. Sebuah tayangan yang pernah saya tonton di Oprah Winfrey Show membuat saya semakin kagum padanya. Wajah cantiknya tak pernah padam. Dia selalu berusaha tampak bahagia walaupun luka dalam hatinya belum benar-benar pulih.

Penyanyi favorit pria yang saya kagumi menjadi sebuah ‘cinta terpendam’ dan saya selalu kembali terpana dengan suara merdunya saat dia menelurkan lagu-lagu baru. Saya beruntung bisa merasakan apa yang disebut keindahan musik. Ini sebuah anugrah yang tak dapat kita pungkiri. Bayangkan jika kita tak dapat mendengar keindahan, semuanya akan terasa sunyi dan saya nggak bisa menulis apapun. Musik selalu menemani saya saat menulis sesuatu, karena tanpanya saya nggak bisa menjabarkan dengan jelas apa yang saya ingin tuliskan.

Mungkin ada beberapa orang yang fanatik dengan satu aliran musik, sampai menganggapnya ‘Music is my religion’. Itu sah saja jika dipandang dari makna seni. Namun saya berusaha menyeimbangkan, musik mana yang saya sukai dan pemahaman agama seperti apa yang saya anut. Keduanya nggak bisa dicampur-adukkan. Saya memiliki darah seni yang kental, dan pada akhirnya saya bisa bilang, “music is my life”.

Nggak peduli dengan telinga yang kemungkinan akan mengalami gangguan pendengaran, saya tetap betah dengan earphone di sela-sela aktivitas di rumah atau menemani perjalanan.
Musik adalah hasil karya manusia yang berperasaan dan berbudaya. Jadi tanpa perasaan dan budaya yang kita miliki, hati manusia akan kering. Saya ingin hati ini tetap basah oleh kreativitas dan kenikmatan dalam mensyukuri perjalanan hidup. Sometimes music is about a journey, sometimes it will kill you slowly.
I can’t live without music. Can you?

beautiful songs, my journal

“About Platinum Playlist CD (Marcell Siahaan)”

marcell insta

MARCELL "Platinum Playlist CD Album"
MARCELL “Platinum Playlist CD Album”

Sejak lama saya mendengar lagu-lagu dari Marcell. Entah karena suaranya yang empuk atau aransemen musik yang keren, hampir semua lagu yang dinyanyikannya saya suka. Sampai pada satu waktu saya mendengar 3 single-nya di beberapa radio diputar (Sorry, di-play). Saya menjadi semakin jatuh cinta pada keindahan lagu-lagunya. Meskipun lagu-lagu itu hasil aransemen ulang dan benar-benar berbeda dari versi aslinya, hal itu tidak mengurangi rasa suka saya pada lagu-lagu Marcell. Apakah saya benar-benar jatuh cinta pada penyanyi ini?

Suami saya selalu mengingatkan bahwa menyukai sesuatu itu tak boleh berlebihan. Biasa saja. Saya tidak bisa seperti itu. Kalau sudah suka, terkadang memang agak berlebihan. Saya hanya berjodoh dengan CD terbaru dari Marcell “Platinum Playlist”, tidak dengan orangnya. Sayang sekali saya tak menyempatkan bertemu dengan penyanyi keren ini di sebuah restoran fast food di jalan Merdeka Bandung, tanggal 26 Juni lalu.

Album CD ini berisi 13 lagu (10 lagu plus 3 Bonus Tracks), yaitu :

1. Setia [versi asli Chrisye]
2. Demi Waktu [versi asli Ungu]
3. Maaf [versi asli Jikustik]
4. Hampa [versi asli Ari Lasso]
5. Kini [versi asli Rossa]
6. Kita [versi asli Sheila On 7]
7. Naluri Lelaki [versi asli Samson]
8. Bahasa Kalbu [Titi Dj]
9. Khayalan Tingkat Tinggi [versi asli Peter Pan]
10. Tentang Seseorang [versi asli Anda Perdana]

Bonus Tracks :
11. Takkan Terganti [versi asli Dea Mirela]
12. Sisa Semalam [versi asli Java Jive]
13. Mau Dibawa Kemana [versi asli Armada]

Saat saya baru mendengar 2 lagu pertama saja, rasanya sudah klepek-klepek. Semua lagu yang ada di album Platinum ini, aransemen-nya sangat beragam. Lagu dengan beat yang cocok untuk pagi hari ada di lagu yang berjudul “Kita” dan “Naluri Lelaki”. Warna-warni musik di album ini sangat memikat. Saya akan berulang-ulang mendengarkan lagu-lagu dari CD ini untuk teman saat menulis.

Jangan takut kalau teman-teman belum memiliki CD ini karena playlist keren ini mengudara di Catfish Radio. Silakan merapat ke sana jika ingin mendengarkannya. Oh… Marcell, you’ll be my inspiration on my novel progress. Semoga suatu hari kita beerjodoh. Saya ingin meng-interview Marcell secara pribadi untuk liputan eksklusif sepanjang masa hidup saya.

beautiful songs, my journal

“My 90s Playlist”

picture from www.last.fm
picture from www.last.fm

Aku sedang sering mendengarkan lagu-lagu tahun 90-an, yang pada masanya masih dalam bentuk kaset dan VCD. Entahlah, aku selalu terpengaruh suasana. Saat menulis kisah dengan setting tahun 90-an, playlist-ku akan senada dengan imajinasiku atau malah mungkin sebaliknya. Lagu-lagu itu yang membawaku ke sana. Menembus lorong waktu dengan segenap bingkai-bingkai kenangan yang memiliki lebih dari sejuta kesan.

Aku memaknai setiap lagu yang kudengar sebagai bagian-bagian dari cerita hidup yang tak akan lekang oleh waktu. Musik itu terlalu indah untuk dilupakan meskipun terselip lagu-lagu patah hati dan kesedihan yang membahana di dalam dada. Musik yang mengalun seakan membuat hidupku lebih muda satu generasi dari pada usiaku. Almarhum Mama bilang, orang yang menyukai musik itu awet muda. Semoga benar adanya. Namun bisa saja menjadi lupa usia karena terlalu asyik dengannya.

Bagaimanapun, musik dan lagu-lagu di playlist-ku telah membuatku berubah pandangan terhadap hidup. Kaku dan serius menjadi lunak dan santai. Dia mampu menenangkan dan mengharukan jiwa. Playlist 90s membuatku terbang ke masa itu, dan mengenang penggalan-penggalan kisah remaja penuh hura-hura serta tragis dalam masa yang sama.

Playlist 90s-ku menemaniku menghadapi makna cinta sederhana nan menggelikan. Mereka juga membuatku mampu menuliskan ke dalam bentuk cerita panjang yang entah akan selesai atau tidak. Aku akan menambahkan beberapa playlist di masa itu ke dalam daftar lagu-lagu di laptop-ku. Ceritaku hidup karena lagu-lagu. Tokoh yang kuciptakan berbicara melalui syair lagu, dan hatiku bernyanyi melalui nada-nada lagu.

Please, stay with me playlist 90s… untill I couldn’t hear you again.

“2 become 1” by Spice Girls mengalun di telingaku…

beautiful songs, my journal

“Just Give Me A Reason” (Pink feat. Natte Ruess)

Right from the start, you were a thief
You stole my heart and I your willing victim
I let you see the parts of me that were not all that pretty
And with every touch you fixed them
Now you’ve been talking in your sleep oh oh
Things you never say to me oh oh
Tell me that you’ve had enough of our love, our love

Just give me a reason, just a little bit’s enough
Just a second we’re not broken just bent
And we can learn to love again
It’s in the stars, It’s been written in the scars on our hearts
We’re not broken just bent and we can learn to love again

I’m sorry I don’t understand where all of this is coming from
I thought that we were fine (Oh, we had everything)
Your head is running wild again
My dear we still have everythin ‘ and it’s all in your mind
(Yeah but this is happenin ‘)
You’ve been havin ‘a real bad dreams oh oh
You used to lie so close to me oh oh
There’s nothing more than empty sheets between our love, our love
Oh our love, our love

Just give me a reason, just a little bit’s enough
Just a second we’re not broken just bent
And we can learn to love again
I never stopped you’re still written in the scars on my heart
You’re not broken just bent and we can learn to love again

Oh tear ducts and rust I’ll fix it for us
We’re collecting dust but our love’s enough
You’re holding it in you’re pouring a drink
No nothing is as bad as it seems, We’ll come clean

Lagu ini enak banget di telinga. Syairnya pun penuh makna. Suatu hubungan tentu terkadang konflik dan kesalahpahaman hadir menguji kesungguhan perjalanan. Lagu ini mengatakan bahwa kesempatan kedua itu ada jika diri masing-masing memberikan kepercayaan kepada pasangan untuk memperbaiki dirinya dan mengintrospeksi dirinya agar perjalanan berdua bisa berlanjut.

Namun jika keduanya sudah tak sejalan dalam pemikiran dan perasaan, apa yang bisa diperjuangkan. Jika salah satu dari pasangan ini ‘curang’ dan berpindah ke lain hati, kesetiaan ternodai. Terkadang sebuah hubungan terlihat rusak, tetapi sebenarnya pasangan sedang diuji. Bagaimana ujian itu bisa dijalani dengan sebentuk daya juang yang gigih, bagaimana ujian itu bisa ditempuh dengan hasil yang memuaskan.

Hubungan percintaan memang penuh dengan pengorbanan. Perasaan tersita, perhatian tercurah. Apa yang bisa kita balas untuk pasangan, kita usahakan, karena dalam sebuah hubungan, seharusnya ada “komunikasi” dua arah. Jika tak berbalas, hanya satu arah saja, hubungan itu tak patut untuk diteruskan, karena cinta bukan untuk saling menyakiti, tapi memahami arti.

beautiful songs, my journal

Between Singer and Writer (about Music Everywhere “Raisa”, 1st June 2013)

Raisa & book (a photo from www.last.fm)
Raisa & book (a photo from www.last.fm)

Malam minggu tadi, aku belum bisa memejamkan mata. Tiba-tiba teringat ada jadwal tayangan acara musik di NET.TV. Aku menyimak acara musik ini karena penyanyi yang tampil adalah penyanyi pemilik suara empuk, Raisa. Penyanyi muda ini cukup menarik perhatian telingaku akhir-akhir ini. Apapun lagu yang dia nyanyikan, enak banget di telinga. Lagu yang paling menyentuh adalah “Firasat”, penyanyi aslinya Marcell.

Melihat tayangan wawancara diselingi lagu-lagu akustik Raisa, terpikir di benakku, bahwa singer and writer itu agak mirip namun sedikit kontradiktif. Profesi Raisa yang seorang penyanyi berawal dari hobinya. Dia jarang ditemani earphone di hari-harinya, namun di kepalanya selalu ada musik. Kesenangan penulis menuangkan kalimat-kalimatnya dari isi kepalanya juga berawal dari hobi, meskipun banyak juga mereka (penulis) mengawalinya bukan dari hobi tapi hanya sebuah ‘kebutuhan’.

Cara Raisa melantunkan berbagai nada dengan suara sedemikian empuk, berharmoni, mirip dengan kalimat-kalimat yang dituangkan seorang penulis ke halaman kertas di hadapannya. Raisa terlihat sesekali memejamkan mata saat bernyanyi, penulis pun terkadang demikian. Mata yang terpejam seolah membuat soul lebih dalam hingga merasuk ke dalam syair atau kata-kata yang ada.

Raisa merasa puas setelah meng-upload video lagu-lagunya dengan aliran yang sesuai dengan idealismenya ke YouTube. Penulis pun, khususnya blogger, merasa puas setelah memosting tulisannya di blog mereka. Keduanya merupakan bentuk kepuasan atas apresiasi dan aktualisasi diri sesuai dengan passion masing-masing.

Jika Raisa suka membaca banyak buku, penulis juga begitu. Selain sebagai kesenangan, membaca mampu membuat imajinasi yang luar biasa. Seperti kata Raisa, “Membaca itu enak. Nggak seperti nonton film, imajinasi kita dibatasi hanya dengan apa yang kita lihat. Tapi kalo membaca buku, itu lain. Imajinasi kita bisa liar, sebebas apa yang kita rasakan dan bayangkan di setiap kata yang kita baca di buku itu.”

Budaya membaca tanpa disadari ditularkan dari Ayahnya, karena Raisa selalu bertanya tentang kalimat atau kata yang dia tidak mengerti pada Ayahnya. Namun Raisa selalu “dipaksa” untuk mencari kata tersebut di buku-buku yang ditunjukkan Ayahnya. Menurutku, penyanyi yang suka membaca itu ‘sexy’. Bukan sekedar soal penampilan yang feminin, tapi cara berpikir seseorang yang suka membaca itu akan berbeda dengan mereka yang tidak suka membaca.

Bagi penulis pun sama, budaya membaca itu harus “dipaksakan” demi kekayaan ilmu dan bahasa yang akan mereka tuangkan di setiap karyanya. Terkadang, para penulis juga memiliki “perpustakaan berjalan”. Ada banyak hal yang bisa ditemukan di manapun, lalu dipahami sebagai sebentuk kalimat atau bahasa hati, yang kemudian nanti menjadi ide untuk dituangkan ke dalam tulisan.

Soal cinta, Raisa baru merasakan jatuh cinta saat kelas 2 SMP. Hei! Give me five! Me and you are the same about this first love. Raisa bilang, “Sebenarnya cinta itu universal. Kita bisa cinta dengan apa saja. Kucing, benda, atau apapun. Mungkin 10 tahun lagi, Raisa akan bisa menjelaskan apa makna cinta yang sesungguhnya.”

Raisa menyukai Eropean things, karena Eropa itu terkesan suasana kreatif. Me too, I like England. I’m dreaming to go there. Raisa bilang, kalau pribadinya diidentikan dalam satu kata, COLORFULL. Dia bisa lembut, tapi bisa juga tegas. Dia bisa manis, tapi bisa juga galak. Segala hal itu memang harus dinamis menurutku, tak hanya soal kepribadian. Dinamis itu memancing diri kita untuk enerjik.
Singer ; menyampaikan bahasa jiwanya melalui syair-syair lagu, berada di panggung / menjadi pusat perhatian.
Writer ; menyampaikan bahasa jiwanya melalui tulisan kata-kata dalam karya tulisannya, berada di “balik layar”.

Tak ada yang lebih baik dari kedua profesi ini, namun “bahasa jiwa” mereka mampu membawa kebaikan bagi penikmat karya-karyanya. Jika pada akhirnya Raisa memiliki banyak penggemar, itu soal selera masyarakat. Begitu pula dengan sebuah buku/ karya yang dihasilkan seorang penulis. Jika menjadi Best Seller, itu bisa berarti disukai banyak orang, sekedar beruntung karena trend, atau bisa juga karena penulis telah mendapat tempat spesial di hati para pembacanya.

I enjoy writing while listening to your songs, Raisa… 
I think, I’ll get some new ideas from your songs. Thanks to these songs by Raisa
: “Could it be love”, “Firasat”, “Use Somebody”, “Apalah arti menunggu?”, “Inginku”.