beautiful songs, my journal

“I Can’t Live Without Music”

So, listen to the radio...
So, listen to the radio…

Semua orang pasti suka musik. Kalaupun ada orang yang tidak suka, saya pikir dia termasuk orang aneh. Musik bisa mengendurkan syaraf-syaraf yang tegang di otak kita. Jadi, nggak kebayang kalau ada orang yang nggak suka musik, mukanya kayak apa. Musik itu bisa membuat kita awet muda, betul nggak? Bukan berarti kita lupa umur karenanya, tapi kita bisa sejenak membuat diri kita lebih rileks, mengikuti irama, dan syair lagu yang mampu membuat kita lebih fresh dari pada sebelumnya.

Menurut saya pribadi, musik adalah cinta ketiga saya setelah suami dan putri saya. Dia nggak bisa dipisahkan dari hidup saya. Bahkan saat patah hati sekalipun, musik adalah teman terdekat saya selain sahabat. Alunan dan syairnya mewakili setiap hal yang pernah terjadi dalam hidup saya.
Beberapa penyanyi favorit saya menjadi inspirasi hidup bagi saya. Shania Twain misalnya, dia mengalami perjuangan panjang untuk mencapai puncak karirnya hingga akhirnya sempat memutuskan stop bernyanyi karena kepercayaan dirinya hilang saat ditimpa masalah rumah tangganya. Saya ingin sekali memiliki buku biografi yang ditulisnya sendiri. Sebuah tayangan yang pernah saya tonton di Oprah Winfrey Show membuat saya semakin kagum padanya. Wajah cantiknya tak pernah padam. Dia selalu berusaha tampak bahagia walaupun luka dalam hatinya belum benar-benar pulih.

Penyanyi favorit pria yang saya kagumi menjadi sebuah ‘cinta terpendam’ dan saya selalu kembali terpana dengan suara merdunya saat dia menelurkan lagu-lagu baru. Saya beruntung bisa merasakan apa yang disebut keindahan musik. Ini sebuah anugrah yang tak dapat kita pungkiri. Bayangkan jika kita tak dapat mendengar keindahan, semuanya akan terasa sunyi dan saya nggak bisa menulis apapun. Musik selalu menemani saya saat menulis sesuatu, karena tanpanya saya nggak bisa menjabarkan dengan jelas apa yang saya ingin tuliskan.

Mungkin ada beberapa orang yang fanatik dengan satu aliran musik, sampai menganggapnya ‘Music is my religion’. Itu sah saja jika dipandang dari makna seni. Namun saya berusaha menyeimbangkan, musik mana yang saya sukai dan pemahaman agama seperti apa yang saya anut. Keduanya nggak bisa dicampur-adukkan. Saya memiliki darah seni yang kental, dan pada akhirnya saya bisa bilang, “music is my life”.

Nggak peduli dengan telinga yang kemungkinan akan mengalami gangguan pendengaran, saya tetap betah dengan earphone di sela-sela aktivitas di rumah atau menemani perjalanan.
Musik adalah hasil karya manusia yang berperasaan dan berbudaya. Jadi tanpa perasaan dan budaya yang kita miliki, hati manusia akan kering. Saya ingin hati ini tetap basah oleh kreativitas dan kenikmatan dalam mensyukuri perjalanan hidup. Sometimes music is about a journey, sometimes it will kill you slowly.
I can’t live without music. Can you?

beautiful songs, my journal

“Touch My Hands” by David Archuletta

Saw you from a distance
Saw you from the stage
Something about the look in your eyes
Something about your beautiful face
In a sea of people
There is only you
I never knew what the song was about but suddenly now I do

Trying to reach out to you, touch my hand
Reach out as far as you can
Only me, only you and the band
Trying to reach out to you, touch my hand

Can’t let the music stop
Can’t let this feeling end
‘Cause if I do, it’ll all be over
I’ll never see you again

Can’t let the music stop
Until I touch your hand
‘Cause if I do, it’ll all be over
I’ll never get the chance again
I’ll never get the chance again
I’ll never get the chance again
I see the sparkle of a million flashlights
A wonder wall of stars
But the one that’s shining out so bright
Is the one right where you are

Trying to reach out to you, touch my hand
Reach out as far as you can
Only me, only you and the band
Trying to reach out to you, touch my hand

Lagu ini enerjik dan manis. Saya suka walaupun sebenarnya lagu ini lebih cocok untuk remaja. Tapi musik itu sendiri diciptakan universal, siapapun sah-sah saja mendengarkan. Lagu ini cukup membantu saya dalam berimaji, seperti saat menulis cerpen teenlit. Semoga novel teenlit juga bisa segera saya buat. Saya butuh lagu-lagu seperti untuk memahami bagaimana anak-anak muda merasakan cinta yang tumbuh di hati mereka. Pada dasarnya saya memang penyuka musik karena musik membuat hidup kita lebih dinamis.

Adakah orang yang tidak suka musik? Kalau pun ada, sepertinya dia akan merasa hampa, tak ada warna di hidupnya. Adakah orang yang belum mengenal cinta? Mungkin ada. Hanya soal waktu saja hingga dia akan merasa bahwa hidup dengan cinta adalah sebuah gairah alamiah.

So, David… i’ll will always listen to your songs because i like the way you sing, and every words in your song will always making me ‘crazy’ about love.

*lyrics from http://www.metrolyrics.com/touch-my-hand-lyrics-david-archuleta.html