celebrating poetry

“Cinta Sepatu”

“Sepatunya”
(foto : dokumen pribadi – kamera ponsel Andromax Es 5 MP)

Aku tahu si pemilik sepatu ini

Dia meninggalkan jejak-jejak cinta di hati

Aku malu pada sepatunya

Jarang menyemirnya

Aku tabu meminta cintanya

Dia selalu memberi tanpa tanya

Bukankah cinta itu sepasang?

Seperti langkah kiri dan kanan

Kala hilang sebelah

Dia hanya bicara cinta tanpa jiwa