my journal, September

Blogger Bukan Sekadar “Udar-ider”

Sabtu, 5 September 2015, saya menghadiri acara Fun Blogging dengan tema “Dari Hobi Menjadi Profesi” di gedung Grapari Telkomsel Digilife, Dago, Bandung.

Saya mengetahui acara ini dari jejaring sosial Facebook. Info tersebut di-share oleh mbak Shinta Ries, founder Blogger Perempuan. Sponsor yang mendukung acara Fun Blogging 6 “Dari Hobi Menjadi Profesi” adalah Telkomsel Digilife ‘Be Fun and Color’,  dan GeraiCNI.com, Smartfen, dan Infomedia.

Tiba pukul 08.20 wib di gedung Digilife, saya dan dua teman blogger, Dyah Prameswarie dan teh Ida Tahmidah disambut oleh salah seorang admin yang berdiri dekat pintu masuk. Dia mempersilakan melakukan registrasi di tablet yang nangkring cantik di meja. Setelah teregistrasi, kami mendapatkan gelang kertas bertuliskan “Dago Digital Life Style”. 4

Kesan digital life langsung terasa di ruangan itu. Big screen yang canggih dengan fitur wireless yang bisa terhubung ke perangkat laptop Apple menambah kekaguman saya tentang dunia digital.

Big Screen di Grapari Telkomsel Digilife (foto: dokumen pribadi)
Big Screen di Grapari Telkomsel Digilife (foto: dokumen pribadi)

Pojok lain di gedung ini juga tersedia fasilitas  yang sangat berjiwa muda, yaitu portal game dan aplikasi, portal e-book, dan music.

3

Menuju pukul sembilan, sambil menunggu mbak Haya hadir, para peserta saling memperkenalkan diri. Kami memberikan identitas blog dan akun media social. Ada beragam latar belakang pengalaman yang dimiliki peserta acara ini. Mulai dari penulis, pencinta buku, kritikus film Indonesia, traveler, fotografer, hingga bidang marketing dan kesehatan.

Pukul sembilan, acara dimulai. Mbak Haya Aliya Zaki sebagai pembicara di segmen pertama. Beliau membuka acara dengan satu hal ‘cling cling’. Panitia membagikan kertas kecil pada peserta. Mbak Haya meminta kami untuk menuliskan dua hal yang ingin kami dapatkan dari aktivitas ngeblog. Apakah itu berwujud benda atau hal lain. Namun, kami harus menuliskannya dengan tangan kiri.

Saya menulis ini. 8

Menulis dengan kiri secara psikologis merasa tidak mungkin menuliskan impian dengan baik. Tetapi bukan tidak mungkin suatu hari terwujud.

Awal saya menulis di blog hanya untuk diri sendiri sebagai wadah curahan hati dan pemikiran serta menulis beberapa puisi. Setelah mendengar penjelasan mbak Haya tentang “Writing Great Content”, benak saya menjadi tercerahkan.

Blogger itu harus memiliki ciri khas. Tentukan satu atau dua tema yang menjadi fokus utama di blog kita, misalnya : fiksi dan puisi, kesehatan, kuliner, atau tentang apa saja yang menjadi kesukaan blogger itu sendiri. Dari sana para blogger bisa menemukan dirinya dan konsisten terhadap itu.

Hal dasar di setiap penulisan konten adalah 5W (What, Where, When, Who) + 1H (How). Sama halnya dengan kegiatan menulis cerita. Elemen tersebut harus ada saat blogger menulis konten di blognya. Buatlah judul yang sensasional namun rasional sehingga menarik minat pembaca. Tulislah sebuah konten yang unik dengan sudut pandang berbeda dari orang lain.

This slideshow requires JavaScript.

Mbak Haya juga menyampaikan bahwa blogger pun harus memperhatikan EYD agar tulisan enak dibaca dan mudah dipahami. Sama halnya dengan proses menulis, ada proses self editing sebelum tulisan itu dipublikasikan. Lakukan editing berulang-ulang agar kita sendiri merasa nyaman membaca konten tersebut. Jika ingin tahu apakah konten itu enak dibaca atau tidak, mbak Haya menyarankan untuk mencoba ‘menyuarakannya’. Seperti orang menyampaikan cerita dengan intonasi yang enak didengar. Dari cara itu, blogger bisa melakukan perbaikan di penulisan konten kalimatnya.

“Content is King. Promotion is Queen” (Bob Mayer)

Ini falsafah hidup mbak Haya sebagai blogger.

Mbak Haya menekankan satu hal yang paling diharamkan bagi para blogger yaitu Copy Paste. Kredibilitas seorang blogger adalah orisinalitas konten yang dia tulis di blog-nya.

Dari hobi ngeblog, jika kita serius, konsisten, bisa jadi profesi yang menjanjikan. Mbak Haya telah merasakan sendiri bagaimana proses dari penulis, lalu menjadi editor dan menekuni dunia blogging. Proses panjang dan konsistensi adalah kunci utama untuk memetik hasil yang memuaskan di kemudian hari. Mbak haya sendiri telah mendapatkan ‘pinangan’ dari beberapa brand ternama dengan fee yang lumayan besar.

Sebelum segmen kedua oleh mbak Shinta Ries, kami istirahat untuk makan siang dan shalat. Saat menuju ke toilet, di taman belakang sedang berkumpul anak-anak SMK yang berlatih membuat konten game PC. Ini adalah salah satu program terbaru dari Digilife Telkomsel ‘Be Fun and Color’.

Anak-anak SMK yang sedang belajar membuat konten game PC (foto: dokumen pribadi)
Anak-anak SMK yang sedang belajar membuat konten game PC (foto: dokumen pribadi)

Saya berpikir, masak sih, emak-emak kalah sama anak-anak itu. Blogger juga harus menerapkan Digital Life karena kegiatannya berkaitan erat dengan perangkat digital.

Masuk ke segmen kedua, mbak Shinta Ries membahas bagaimana mendandani blog dengan desain yang ‘ramah’ pembaca dan bagaimana mengatur isi konten agar mudah masuk di mesin pencari terutama Google search engine.

Tampilan blog mempengaruhi ketertarikan orang untuk membaca. Aturlah tampilan blog dengan sederhana. Tampilan ideal adalah side bar di sebelah kanan, dan konten di sebelah kiri karena umumnya orang membaca dari arah kiri ke kanan. Jadi mereka akan membaca langsung konten kita. Jika memasang iklan, usahakan maksimal delapan iklan saja.

Gunakan background yang simple agar loading site-nya tidak berat saat dibuka oleh pembaca. Pilih huruf yang jelas terbaca, contoh : sans serif atau huruf yang sesuai dengan pilihan standar theme di blog kita. Jangan memilih font yang meliuk-liuk keriting karena akan melelahkan mata pembaca.

Mbak Shinta juga menjelaskan, artikel atau konten yang berisi atau sarat informasi biasanya dengan mudah masuk ke mesin pencari. Biasanya hanya seribu kata saja tetapi isinya sangat informative, maka akan lebih banyak orang yang membaca. Penggunaan Google Analytics pun penting untuk mengetahui siapa dan dari mana pembaca blog kita. Dari sana juga kita bisa tahu postingan yang mana yang menjadi favorit para pembaca.

Bahasan ini agak rumit karena saya awam tentang hal ini, kecuali soal keyword. Saya lumayan paham karena sempat menulis artikel dengan menggunakan beberapa keyword serta kata yang sudah ditentukan sekian ratus jumlahnya.

Intinya, tampilan blog usahakan clean and minimalist design. Jangan lupa cantumkan contact details (email), Soc-Med spotlight (akun Google +, Twitter, Facebook, Instagram, LinkedIn, dll) di side bar agar pembaca mudah mengontak kita. Sharing blog melalui media sosial sangat memegang peranan penting untuk meningkatkan jumlah pengunjung blog.

Pakailah platform yang sesuai kebutuhan kita, baik itu blog gratis atau berbayar, misalnya : wordpress atau blogspot. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan.

Materi dari mbak Shinta sangat berguna untuk saya sebagai blogger pemula. Walaupun saya suka menulis di blog tetapi belum sedetil itu perhatian saya terhadapnya. Setelah ini, saya akan mulai memperhatikan hal-hal tersebut.

Tiba di segmen terakhir, mbak Ani Berta menyampaikan bagaimana menghasilkan uang dari ngeblog (How to Monetize Your Blog Through Branding). Ini masih berkaitan erat dengan segmen pertama dan kedua tadi. Mbak Ani menceritakan bagaimana pengalaman dan perjuangannya hingga menjadi blogger internasional. Karakter dan kepribadian yang blogger tampilkan di media social sangat menentukan rejeki job dari ngeblog. Profil dan status seorang blogger di media sosial adalah personal branding.

Saya mencoba mengutip dalam ingatan pengalaman mbak Ani yang pernah tidak dibayar apapun dari kegiatan ngeblog. Setelah proses panjang, pengorbanan waktu, tenaga dan sempat memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran karena focus di dunia blogger, ada keajaiban hadir padanya yaitu tawaran menarik dari Australian Aid dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kini mbak Ani sudah bekerja tetap di sana dengan gaji sangat lumayan dan bisa berkeliling alias ‘udar-ider’ (dalam Bahasa Sunda) ke seluruh penjuru Indonesia karena pekerjaan ini.

Kesimpulan saya dari acara ini, bahwa ‘dari hobi bisa menjadi profesi’ itu memang telah terbukti. Seperti halnya kegiatan menulis karena saya menyukai kegiatan itu hingga perlahan setia padanya dan berusaha konsisten hingga menemukan jalan menjadi sebuah profesi yang menyenangkan plus mendatangkan uang.

Tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita berusaha dan konsisten. Fun Blogging 6 memang benar-benar FUN! Terimakasih pada para pembicara yang telah membagikan ilmunya, dan teman-teman blogger yang saling menginspirasi.

Profesi Blogger memang bukan sekadar “udar-ider”.

"Teman-teman Fun Blogging 6 beserta para pemateri keren dan sponsor marketing (foto : Courtesy of Vivera Siregar)
“Teman-teman Fun Blogging 6 beserta para pemateri keren dan sponsor marketing (foto : Courtesy of  Vivera Siregar)

 

 

365 days' Project, Kompetisi Blog

“Up Green Tea CNI – Teh Hijau Segar dan Menyehatkan”

Up Green Tea CNI (foto : dokumen pribadi)
Up Green Tea CNI
(foto : dokumen pribadi)

CNI telah menjadi brand produk kesehatan sejak lama. Anda pasti sudah mengenalnya bukan? Saya sendiri mengenal produk CNI pertama kali ketika kuliah dulu. Mendiang Mama selalu menyediakan produk vitamin ‘Ester C’ di rumah. Saat saya bekerja di perusahaan asuransi, saya mengenal produk kopi ginseng. Waktu itu, bos saya membagi-bagikan kopi pada seluruh staf.

Salah seorang rekan di bagian pemasaran, ibu Ietje, usianya waktu itu 50 tahunan, juga mengonsumsi suplemen Sun Chlorella. Saat sempat bertanya, “Bu, itu untuk apa?”

“Ini suplemen supaya ibu nggak cepat lelah. Maklum, ibu kan udah berumur segini, masih keliling menyetir mobil sendiri untuk bertemu nasabah.”

Memang benar sih, saya lihat ibu Ietje ini terlihat aktif dan masih gesit dengan urusan pekerjaannya.

Kini, saya mengenal teh berbentuk serbuk dengan kemasan sachet praktis Up Green Tea. Bila dibandingkan dengan teh yang biasa saya konsumsi, rasanya jauh berbeda. Up Green Tea tidak meninggalkan rasa pahit di lidah, aromanya pun natural.

Hari Minggu pagi, saya kedatangan kakak dan istrinya. Karena tidak memiliki persediaan kopi, teh, dan gula pasir. Saya teringat goodie bag yang CNI berikan di acara Fun Blogging 6, tanggal 5 September lalu. Saya menyajikan Ginseng Coffee untuk kakak, dan Up Green Tea untuk istrinya.

Awalnya saya pikir Up Green Tea ini rasanya manis. Kakak ipar saya tidak berkomentar soal itu, dia hanya bilang, Neng, green tea-nya enak. Segar!”

Kami menikmati minuman sehat ini bersama risoles dan martabak mini.

Esok paginya, saya menyeduh secangkir Up Green Tea berteman setangkup roti pandan dengan selai cokelat. Saat itu, saya sedang flu dan batuk. Walau tanpa gula, Up Green Tea terasa nikmat. Green Tea hangat membantu meredakan rasa gatal di tenggorokan saya.

Minuman ini menjadi alternatif pilihan bagi saya karena sedang mengurangi kopi. Saya sempat membaca bahwa manfaat Green Tea salah satunya adalah menangkis radikal bebas penyebab penuaan dini. Ini karena kandungan polifenol (Epigallo-3-catechin gallate). Tak heran jika kulit orang Asia terlihat bersih dan bercahaya. Mereka memiliki kebiasaan minum teh hijau setiap hari. Satu lagi catatan penting bagi saya, meminum teh tanpa gula akan lebih baik khasiatnya bagi tubuh. Terlebih di keluarga saya memiliki riwayat penyakit diabetes.

Saya merasa harus lebih rutin meminum teh. Anggaran bulan depan mungkin akan saya alokasikan untuk membeli Up Green Tea secara online di www.GeraiCNI.com.

Produk ini cocok sebagai teman membaca buku atau pelengkap saat mengobrol bersama pasangan di rumah. Saya mendapatkan energi baru dari Up Green Tea untuk menghadapi deadline menulis.