my journal, Rumah Kayu

“Mimpi di Kawah Putih”

"Kawah Putih" by Al Hadi Hamrah
“Kawah Putih” by Al Hadi Hamrah

Jade selalu berandai-andai berada di Kawah Putih bersama Omar. Dia ingin merajut kenangan yang pernah terputus karena kejenuhan. Dia seolah ingin memeluk kabut hingga perlahan menyelimuti tubuhnya dengan misterius. Cinta Omar pada Jade semisterius kabut itu. Terkadang maknanya tak dapat dimengerti dengan pikiran, hanya bisa dipahami dengan perasaan di ruang hati terdalam. Sesekali ia muncul dan membuat pandangan Jade menjadi kabur. Kali lainnya menghilang, menguap oleh hangatnya matahari.

Omar selalu berkata bahwa Kawah Putih akan menjadi tempat terakhir pelabuhan hatinya. Walau misterius, tetapi pada akhirnya akan tulus. Cintanya pada Jade tak akan menguap begitu saja walau matahari begitu menyengat ke permukaan kulit. Lapisan cintanya mirip dengan warna-warni kawah yang mendamaikan jiwa mereka berdua.

Kakak Jade selalu mengingatkan bahwa untuk pergi menemui cinta di Kawah Putih harus dimulai dengan keinginan kuat dan bulat. Utuh tanpa lubang. Jika hatimu masih berlubang dan berkabut tebal, maka rasa cinta tak akan hadir ke dalam ruang-ruang jiwamu.

Omar, will we be a couple and say a promise in front of Kawah Putih?