my journal, September

Mau Awet Muda? Kurangi Gula Putih

sugar
sumber foto : idealbody4life.com

Seberapa sering Anda memakai gula putih? Anda pasti menambahkan satu atau dua sendok kecil gula ke dalam teh, kopi, jus, atau sejumput saja ke masakan Anda. Belum lagi makanan atau minuman manis lainnya yang tanpa kita sadari mengandung gula.

Saya tersadar dengan teguran pasangan tentang minuman manis. Dia bilang, “Jangan terlalu banyak makan makanan dan minuman manis. Nanti sakit diabetes.”

Ingatan saya langsung melayang pada mendiang Mama. Beliau mengidap diabetes. Dulu, semasa muda, Mama memang hobi jajan makanan yang enak, seperti kue dan roti, cake yang lumayan banyak dihiasi krim dan pemanis. Otomatis budaya mengonsumsi makanan sejenis itu menular pada saya. Kini, saya berusaha menerapkan pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi gula putih secara bertahap.

Hampir 4-6 bulan ke belakang saya tak lagi memakai gula putih untuk masakan. Gula merah (gula kawung) menjadi penggantinya. Jika kebetulan sedang ada stok gula batu, kiriman ibu mertua, saya memakainya hanya di waktu tertentu saja dan tidak berlebihan.

Dari pola pemakaian gula merah saja, saya telah mendapatkan manfaatnya. Kulit wajah menjadi lebih cerah, tubuh nggak mudah lemas, dan flek hitam di wajah berkurang. Tentu saja itu semua didukung oleh pemakaian krim untuk kulit, minum air putih, infused water, dan kualitas air mandi yang baik.

Konsumsi sayuran dan buah juga turut membantu kulit kita menjadi lebih sehat. Pikiran dan hati yang happy juga menjadi dua hal yang mampu menjadikan raut wajah berseri-seri, terutama jika rajin berdo’a. Dengan mengurangi konsumsi gula putih saja, saya merasa lebih baik. Walaupun penyakit bisa datang kapan saja. Minimal pencegahan bisa kita lakukan daripada tak peduli sama sekali.

Mengutip dari ahli kesehatan Universitas Harvard, Dr.Fung,”Jika Anda ingin memakan sesuatu yang manis, makanlah buah sebagai makanan penutup. Dengan cara itu, Anda akan memperoleh manfaat yang baik. Tentu saja buah segar tanpa tambahan gula.” Jika Anda sedang mengontrol kebiasaan minum soda, Dr.Fung menyarankan mencampurkan sedikit soda ke dalam jus buah.

Akan lebih bijak jika kita memperlakukan juga diri kita sendiri seperti memperlakukan seseorang yang kita sayangi. Jika tubuh butuh istirahat, segeralah beristirahat, misalnya tidur atau hanya merebahkan diri sambil mendengarkan musik. Me time seperti itu bisa membuat jiwa dan raga segar kembali untuk melanjutkan aktivitas. Kegiatan menelepon sahabat hanya untuk bertukar resep, curhat, atau membahas fashion, juga bisa relaksasi pikiran.

Lakukan pula olahraga ringan seperti berjalan kaki di pagi hari, atau bersepeda. Melihat-lihat pemandangan pagi dengan udara segar adalah hal yang mampu meningkatkan semangat beraktivitas. Satu lagi, perbanyaklah minum air putih dari pada air berwarna.

Semua hal tadi dapat membuat Anda menjadi awet muda jika dilakukan secara rutin. Namun jangan sampai Anda lupa diri saat sedang hang out bersama teman-teman Anda di luar karena produk-produk gula itu akan kembali menjadi godaan terbesar. Jika Anda masih memiliki stok gula putih (pasir), lebih baik gunakan sebagai scrub untuk kulit Anda saat mandi. Anda bisa mencampurkannya dengan madu. Kulit bakal lebih kinclong kan?!

Ketika Anda ingat usia, cobalah untuk mengurangi gula agar Anda awet muda.

catatan ramadan, my journal

“Teh Upet Khas Ibu Mertua”

Minuman teh hangat adalah alternatif jika saya sedang bosan dengan kopi. Hari ini, saya tiba-tiba membayangkan segelas teh tubruk gula batu khas Cirebon untuk takjil berbuka puasa. Aktivitas hari minggu ini membuat saya tak menginginkan apapun selain teh manis hangat itu karena saya sudah cukup happy dengan pertemuan singkat bersama broadcaster keren yang penulis, juga dua hari kemarin yang rasanya penuh dengan berkah.

Kenikmatan teh tubruk gula batu saat berbuka puasa seolah mewakili perasaan di hati saya hari ini. Si cerewetku juga terlihat anteng walau berlama-lama duduk tadi siang saat menghadiri “Talkshow Menulis bersama Helvy Tiana Rosa.” Dia juga berjodoh sepasang sepatu lucu yang dipilihnya sendiri sepulang dari sana. Itu adalah hal-hal yang membuat dada ini menghangat, betapa ramadan diselimuti kesenangan. Manisnya gula batu kiriman Ibu mertua, membuatku bersyukur bahwa saya masih punya Ibu. Beliau begitu membuat saya seperti ratu setiap kali berkunjung ke rumahnya saat Syawal. Saya merasa malu sendiri.

Saya nggak bisa membayangkan kalau Ibu mertua saya adalah tipe orang yang selalu ikut campur dan cerewet dengan hal-hal yang saya tak bisa lakukan. Nikmat mana yang saya dustakan? Ibu mertua begitu sangat baik memperlakukan saya, walau hanya bisa setahun sekali bertemu. Perlakuan beliau pada saya bahkan lebih dari anaknya sendiri. Bukan hanya karena gula batu yang rutin beliau berikan, tetapi segala keteladanan yang saya perhatikan dan pahami selama berada di lingkungan rumah beliau, itu merupakan sebuah kenikmatan makna hidup.

Saya merasa tradisi minum teh cap ‘Upet’ plus gula batu menjadi sebuah pemahaman bahwa kehadiran wangi teh melati mencerminkan wanginya nama seseorang dalam perilakunya selama hidup. Ibu mertua yang saya bisa katakan berkepribadian mulia, meskipun setiap Ibu di dunia ini sudah pasti memiliki karakter itu, sewangi teh hangat yang saya seduh. Manisnya perilaku dan perbuatan beliau mirip rasa manis dalam gula batu. Dia asli, tanpa bahan pengawet, dan meluruh perlahan ketika tercurah air panas hingga menyatu dengan keadaan sekitarnya.

Terimakasih Mbok atas segala kebaikanmu, semoga Allah senantiasa memuliakanmu.
Terimakasih pada keajaiban Ramadan yang memberi kesan penuh kebahagiaan.
Terimakasih pada Helvy Tiana Rosa, telah memberikan pencerahan dan kesan kearifan.
Terimakasih pada secangkir teh hangat yang membuat saya sebahagia saat bertemu cinta terakhir.
Alhamdulillah…