catatan ramadan, my journal

“Pelukan Hujan”

Raindrops at the bus window
Raindrops at the bus window

Hei, hujan, lagi-lagi kamu membuatku tersipu dan merasa nyaman dengan pelukanmu. Walau dinginmu sangat mengganggu, tapi aku selalu asyik bersamamu. Apalagi yang harus aku syukuri setelah bertemu denganmu di hari-hariku? Ya, kenyamanan berada di suasana rinai hujanmu, itu yang aku harus syukuri. Percikan air deras dari langit membuatku memahami makna sebuah keberkahan

‘Ketika rinai hujan memeluk jiwa yang perawan maka keberkahan yang ia dapatkan’

Terkadang saat aku sendiri, mencoba mengerti irama dan aroma hujan, dan rasanya seperti mendapatkan sebuah pelukan dari-Nya. Pelukan yang menghangatkan jiwa, menambah ketaqwaan hati yang perawan. Setiap tetesnya membawa keberkahan bagi jiwa dan raga yang mengerti.

Hujan, tetaplah dalam pelukan, tetaplah menjadi teman dalam kedukaan dan kebahagiaan, karena kau diciptakan untuk memberi kekayaan jiwa manusia.