beautiful songs, my journal

“About Platinum Playlist CD (Marcell Siahaan)”

marcell insta

MARCELL "Platinum Playlist CD Album"
MARCELL “Platinum Playlist CD Album”

Sejak lama saya mendengar lagu-lagu dari Marcell. Entah karena suaranya yang empuk atau aransemen musik yang keren, hampir semua lagu yang dinyanyikannya saya suka. Sampai pada satu waktu saya mendengar 3 single-nya di beberapa radio diputar (Sorry, di-play). Saya menjadi semakin jatuh cinta pada keindahan lagu-lagunya. Meskipun lagu-lagu itu hasil aransemen ulang dan benar-benar berbeda dari versi aslinya, hal itu tidak mengurangi rasa suka saya pada lagu-lagu Marcell. Apakah saya benar-benar jatuh cinta pada penyanyi ini?

Suami saya selalu mengingatkan bahwa menyukai sesuatu itu tak boleh berlebihan. Biasa saja. Saya tidak bisa seperti itu. Kalau sudah suka, terkadang memang agak berlebihan. Saya hanya berjodoh dengan CD terbaru dari Marcell “Platinum Playlist”, tidak dengan orangnya. Sayang sekali saya tak menyempatkan bertemu dengan penyanyi keren ini di sebuah restoran fast food di jalan Merdeka Bandung, tanggal 26 Juni lalu.

Album CD ini berisi 13 lagu (10 lagu plus 3 Bonus Tracks), yaitu :

1. Setia [versi asli Chrisye]
2. Demi Waktu [versi asli Ungu]
3. Maaf [versi asli Jikustik]
4. Hampa [versi asli Ari Lasso]
5. Kini [versi asli Rossa]
6. Kita [versi asli Sheila On 7]
7. Naluri Lelaki [versi asli Samson]
8. Bahasa Kalbu [Titi Dj]
9. Khayalan Tingkat Tinggi [versi asli Peter Pan]
10. Tentang Seseorang [versi asli Anda Perdana]

Bonus Tracks :
11. Takkan Terganti [versi asli Dea Mirela]
12. Sisa Semalam [versi asli Java Jive]
13. Mau Dibawa Kemana [versi asli Armada]

Saat saya baru mendengar 2 lagu pertama saja, rasanya sudah klepek-klepek. Semua lagu yang ada di album Platinum ini, aransemen-nya sangat beragam. Lagu dengan beat yang cocok untuk pagi hari ada di lagu yang berjudul “Kita” dan “Naluri Lelaki”. Warna-warni musik di album ini sangat memikat. Saya akan berulang-ulang mendengarkan lagu-lagu dari CD ini untuk teman saat menulis.

Jangan takut kalau teman-teman belum memiliki CD ini karena playlist keren ini mengudara di Catfish Radio. Silakan merapat ke sana jika ingin mendengarkannya. Oh… Marcell, you’ll be my inspiration on my novel progress. Semoga suatu hari kita beerjodoh. Saya ingin meng-interview Marcell secara pribadi untuk liputan eksklusif sepanjang masa hidup saya.

beautiful songs, my journal

“My 90s Playlist”

picture from www.last.fm
picture from www.last.fm

Aku sedang sering mendengarkan lagu-lagu tahun 90-an, yang pada masanya masih dalam bentuk kaset dan VCD. Entahlah, aku selalu terpengaruh suasana. Saat menulis kisah dengan setting tahun 90-an, playlist-ku akan senada dengan imajinasiku atau malah mungkin sebaliknya. Lagu-lagu itu yang membawaku ke sana. Menembus lorong waktu dengan segenap bingkai-bingkai kenangan yang memiliki lebih dari sejuta kesan.

Aku memaknai setiap lagu yang kudengar sebagai bagian-bagian dari cerita hidup yang tak akan lekang oleh waktu. Musik itu terlalu indah untuk dilupakan meskipun terselip lagu-lagu patah hati dan kesedihan yang membahana di dalam dada. Musik yang mengalun seakan membuat hidupku lebih muda satu generasi dari pada usiaku. Almarhum Mama bilang, orang yang menyukai musik itu awet muda. Semoga benar adanya. Namun bisa saja menjadi lupa usia karena terlalu asyik dengannya.

Bagaimanapun, musik dan lagu-lagu di playlist-ku telah membuatku berubah pandangan terhadap hidup. Kaku dan serius menjadi lunak dan santai. Dia mampu menenangkan dan mengharukan jiwa. Playlist 90s membuatku terbang ke masa itu, dan mengenang penggalan-penggalan kisah remaja penuh hura-hura serta tragis dalam masa yang sama.

Playlist 90s-ku menemaniku menghadapi makna cinta sederhana nan menggelikan. Mereka juga membuatku mampu menuliskan ke dalam bentuk cerita panjang yang entah akan selesai atau tidak. Aku akan menambahkan beberapa playlist di masa itu ke dalam daftar lagu-lagu di laptop-ku. Ceritaku hidup karena lagu-lagu. Tokoh yang kuciptakan berbicara melalui syair lagu, dan hatiku bernyanyi melalui nada-nada lagu.

Please, stay with me playlist 90s… untill I couldn’t hear you again.

“2 become 1” by Spice Girls mengalun di telingaku…