365 days' Project

Give Away – Novel Remaja “Swarna Alor”

Ga swarna alor

Hai, para pecinta novel!

Untuk pertama kalinya saya mengadakan Give Away di blog saya. Suatu kehormatan dan kebahagiaan tersendiri saya bisa mengadakan Give Away novel yang Indonesia banget berjudul “Swarna Alor” karya Dyah Prameswarie, penerbit Tiga Serangkai.

Novel ini sangat menggugah benak saya karena tersaji dengan hal-hal indah dan unik dari bagian Timur Indonesia. Seperti tag line yang tertera di sampul depannya “Impian di Langit Timur”, novel ini tak hanya memanjakan benak pembaca dengan hal-hal tradisional di Swarna Alor, tetapi tujuan dan impian yang ingin Mbarep dan Lilo capai.

Mereka tiba di kampung Hula, tak hanya untuk bertualang tetapi mengalahkan rasa takut dan konflik batin mereka sendiri. Mbarep yang menghadapi tantangan bawah laut dan kegalauan di hatinya. Lilo yang berusaha keras mewujudkan ide-idenya serta dilema yang dia hadapi di kampung Hula.

Apakah mereka sanggup menghadapi berbagai hal tak terduga di sana? Tentu dengan usaha keras, semua halangan dan rintangan di depan kita akan bisa dihadapi seiring keinginan kuat.

Nah, kalian mungkin pernah mengalami hal seperti. Ingin mencapai sesuatu namun di masa lalu (remaja) ada kejadian menjadi pemacu semangat untuk berubah di masa sekarang hingga akhirnya segala kekhawatiran dapat terkalahkan oleh kegigihan kita.

Untuk mendapatkan novel “Swarna Alor” plus gantungan kunci lucu, coba kalian tulis di kolom komentar, ‘kejadian apa yang pernah kalian lakukan saat remaja hingga menjadi titik balik kalian menjadi seperti sekarang ini?’

Persyaratan yang wajib dipenuhi :

  1. Tulis  jawabannya di komentar  dengan format : Nama, Akun twitter, Link Share  Url di Twitter, Jawaban.
  2. Follow akun twitter  @gudienz, @BetaKun dan @Tiga_Serangkai, dan follow akun IG dyahprameswarie.
  3. Share  link give away novel Swarna Alor ini dengan  hashtag #SwarnaAlor di Twitter, dan screenshoot potongan kuis ini di IG lalu tag ke dyahprameswarie.  Akan dipilih 2 jawaban terbaik  untuk mendapatkan   novel “Swarna Alor” plus gantungan  kunci untuk 2 jawaban paling oke.

Keputusan akhir pemenang kuis tidak dapat diganggu gugat. Tidak menerima inbox apapun mengenai kuis ini ya? Kuis ini berlangsung satu minggu, 7 September – 13 September 2015. Ditunggu jawabannya! 😉

Resensi

“Review Novel Remaja – Swarna Alor”

"Novel Swarna Alor"
“Novel Swarna Alor”

Judul              : “Swarna Alor – Impian di Langit Timur”

Penulis          : Dyah Prameswarie

Penerbit         : Tiga Serangkai

Cetakan         : I, Mei 2015.

Tebal              : 282 Halaman

ISBN               : 978-602-72097-9-4

 

Sebuah novel tentang kekayaan bumi Indonesia. Beberapa waktu lalu, penerbit Tiga Serangkai mengadakan lomba menulis novel dengan tema “Seberapa Indonesiakah Dirimu?”. Saya menyesal sekali tidak mengikuti lomba tersebut karena merasa tidak mampu untuk melakukan riset mendalam.

Saya turut senang dengan hadirnya novel “Swarna Alor” ini yang ditulis seorang teman penulis sebagai Juara Harapan. Saya sudah tidak sabar membacanya hingga novel ini dikirim langsung dari sang penulis. Novel ini saya peroleh tak sengaja dari tag line ‘Impian di Langit Timur’ saat penulisnya meminta saran di Facebook sesaat sebelum terbit.

Melihat ilustrasi covernya yang artistic bergambar dua orang gadis berambut panjang dan pendek, saya jadi penasaran dengan ceritanya. Setiap lembarannya disertai paper art dan di akhir babnya terdapat ilustrasi elemen yang berhubungan dengan cerita di bab tersebut. Ini jadi nilai ketertarikan tersendiri bagi mereka yang kurang menyukai kegiatan membaca novel tebal. Paper art bisa membuat pembaca betah membaca hingga akhir.

Awalnya saya menilai ada penuturan narasi yang inkonsistensi antara ‘aku’ dan ‘gue’. Ternyata setelah saya lihat di setiap bagian judulnya terdapat bab ‘Lilo’ dan ‘Mbarep’, kedua tokoh utama novel ini memang menggunakan narasi yang berbeda. Aku Lilo. Gue Mbarep. Saya menyukai tokoh ‘Mbarep’ yang pemberani dan ceplas ceplos. Bagian yang saya suka dari bab ‘Mbarep’ adalah saat dia menyelam untuk pemotretan bawah laut. Satu kata saja untuk Mbarep, keren!

Penuturan narasi dan dialog si tokoh sangat ‘cerewet’ sehingga membuat saya betah untuk meneruskan membaca ke bab berikutnya. Tema cerita juga sesuai dengan masalah remaja. Salah satunya adalah soal cita-cita. Banyak hal yang si tokoh hadapi demi mencapai cita-citanya hingga harus mengorbankan hal lain.

Saya terenyuh dengan adegan di mana Mbarep meminta maaf pada Ibunya setibanya di rumah. Ini salah satu hal yang perlu para remaja pahami bagaimanapun dan kemanapun seorang remaja pergi, mereka tetap akan ingat Ibu yang membesarkan mereka. Begitupun dengan Lilo dan Juan, tokoh lain yang ada di dalam novel ini. Mereka tetap memegang kecintaan pada keluarga karena keluarga adalah tempat mereka pulang dan merasa diakui.

Secara keseluruhan novel ini disajikan dengan nuansa Indonesia banget! Karena itu berpredikat juara. Saya jadi berpikir, risetnya berapa lama ya untuk novel secakep ini? Apalagi novel yang mendapat juara pertama.

Oh iya, satu lagi yang membuat saya menjadi semakin cinta pada bumi Indonesia ini setelah membaca novel “Swarna Alor” adalah kekayaan kain tenun. Kain khas yang indah ini menjadi bahasan utama dalam cerita novel ini.

Jika ingin mendapatkan novel ini, di toko-toko buku utama telah tersedia. Atau mendapatkannya secara gratis dengan mengikuti kuis di Blog Tour, mulai tanggal 7 September 2015. Penulisnya bisa di-follow di @gudienz (Twitter), Dyah Prameswarie (Facebook) atau blog-nya di prameswariedyah.wordpress.com.