365 days' Project, Kompetisi Blog

“Up Green Tea CNI – Teh Hijau Segar dan Menyehatkan”

Up Green Tea CNI (foto : dokumen pribadi)
Up Green Tea CNI
(foto : dokumen pribadi)

CNI telah menjadi brand produk kesehatan sejak lama. Anda pasti sudah mengenalnya bukan? Saya sendiri mengenal produk CNI pertama kali ketika kuliah dulu. Mendiang Mama selalu menyediakan produk vitamin ‘Ester C’ di rumah. Saat saya bekerja di perusahaan asuransi, saya mengenal produk kopi ginseng. Waktu itu, bos saya membagi-bagikan kopi pada seluruh staf.

Salah seorang rekan di bagian pemasaran, ibu Ietje, usianya waktu itu 50 tahunan, juga mengonsumsi suplemen Sun Chlorella. Saat sempat bertanya, “Bu, itu untuk apa?”

“Ini suplemen supaya ibu nggak cepat lelah. Maklum, ibu kan udah berumur segini, masih keliling menyetir mobil sendiri untuk bertemu nasabah.”

Memang benar sih, saya lihat ibu Ietje ini terlihat aktif dan masih gesit dengan urusan pekerjaannya.

Kini, saya mengenal teh berbentuk serbuk dengan kemasan sachet praktis Up Green Tea. Bila dibandingkan dengan teh yang biasa saya konsumsi, rasanya jauh berbeda. Up Green Tea tidak meninggalkan rasa pahit di lidah, aromanya pun natural.

Hari Minggu pagi, saya kedatangan kakak dan istrinya. Karena tidak memiliki persediaan kopi, teh, dan gula pasir. Saya teringat goodie bag yang CNI berikan di acara Fun Blogging 6, tanggal 5 September lalu. Saya menyajikan Ginseng Coffee untuk kakak, dan Up Green Tea untuk istrinya.

Awalnya saya pikir Up Green Tea ini rasanya manis. Kakak ipar saya tidak berkomentar soal itu, dia hanya bilang, Neng, green tea-nya enak. Segar!”

Kami menikmati minuman sehat ini bersama risoles dan martabak mini.

Esok paginya, saya menyeduh secangkir Up Green Tea berteman setangkup roti pandan dengan selai cokelat. Saat itu, saya sedang flu dan batuk. Walau tanpa gula, Up Green Tea terasa nikmat. Green Tea hangat membantu meredakan rasa gatal di tenggorokan saya.

Minuman ini menjadi alternatif pilihan bagi saya karena sedang mengurangi kopi. Saya sempat membaca bahwa manfaat Green Tea salah satunya adalah menangkis radikal bebas penyebab penuaan dini. Ini karena kandungan polifenol (Epigallo-3-catechin gallate). Tak heran jika kulit orang Asia terlihat bersih dan bercahaya. Mereka memiliki kebiasaan minum teh hijau setiap hari. Satu lagi catatan penting bagi saya, meminum teh tanpa gula akan lebih baik khasiatnya bagi tubuh. Terlebih di keluarga saya memiliki riwayat penyakit diabetes.

Saya merasa harus lebih rutin meminum teh. Anggaran bulan depan mungkin akan saya alokasikan untuk membeli Up Green Tea secara online di www.GeraiCNI.com.

Produk ini cocok sebagai teman membaca buku atau pelengkap saat mengobrol bersama pasangan di rumah. Saya mendapatkan energi baru dari Up Green Tea untuk menghadapi deadline menulis.

catatan ramadan, my journal

“Teh Upet Khas Ibu Mertua”

Minuman teh hangat adalah alternatif jika saya sedang bosan dengan kopi. Hari ini, saya tiba-tiba membayangkan segelas teh tubruk gula batu khas Cirebon untuk takjil berbuka puasa. Aktivitas hari minggu ini membuat saya tak menginginkan apapun selain teh manis hangat itu karena saya sudah cukup happy dengan pertemuan singkat bersama broadcaster keren yang penulis, juga dua hari kemarin yang rasanya penuh dengan berkah.

Kenikmatan teh tubruk gula batu saat berbuka puasa seolah mewakili perasaan di hati saya hari ini. Si cerewetku juga terlihat anteng walau berlama-lama duduk tadi siang saat menghadiri “Talkshow Menulis bersama Helvy Tiana Rosa.” Dia juga berjodoh sepasang sepatu lucu yang dipilihnya sendiri sepulang dari sana. Itu adalah hal-hal yang membuat dada ini menghangat, betapa ramadan diselimuti kesenangan. Manisnya gula batu kiriman Ibu mertua, membuatku bersyukur bahwa saya masih punya Ibu. Beliau begitu membuat saya seperti ratu setiap kali berkunjung ke rumahnya saat Syawal. Saya merasa malu sendiri.

Saya nggak bisa membayangkan kalau Ibu mertua saya adalah tipe orang yang selalu ikut campur dan cerewet dengan hal-hal yang saya tak bisa lakukan. Nikmat mana yang saya dustakan? Ibu mertua begitu sangat baik memperlakukan saya, walau hanya bisa setahun sekali bertemu. Perlakuan beliau pada saya bahkan lebih dari anaknya sendiri. Bukan hanya karena gula batu yang rutin beliau berikan, tetapi segala keteladanan yang saya perhatikan dan pahami selama berada di lingkungan rumah beliau, itu merupakan sebuah kenikmatan makna hidup.

Saya merasa tradisi minum teh cap ‘Upet’ plus gula batu menjadi sebuah pemahaman bahwa kehadiran wangi teh melati mencerminkan wanginya nama seseorang dalam perilakunya selama hidup. Ibu mertua yang saya bisa katakan berkepribadian mulia, meskipun setiap Ibu di dunia ini sudah pasti memiliki karakter itu, sewangi teh hangat yang saya seduh. Manisnya perilaku dan perbuatan beliau mirip rasa manis dalam gula batu. Dia asli, tanpa bahan pengawet, dan meluruh perlahan ketika tercurah air panas hingga menyatu dengan keadaan sekitarnya.

Terimakasih Mbok atas segala kebaikanmu, semoga Allah senantiasa memuliakanmu.
Terimakasih pada keajaiban Ramadan yang memberi kesan penuh kebahagiaan.
Terimakasih pada Helvy Tiana Rosa, telah memberikan pencerahan dan kesan kearifan.
Terimakasih pada secangkir teh hangat yang membuat saya sebahagia saat bertemu cinta terakhir.
Alhamdulillah…